
Tok tok tok
"Mama" Panggil Putra seraya mengetuk pintu kamar mamanya. Ya mama papanya sudah pulang dari surabaya berberapa hari yang lalu.
"Ya nak!!" Jawabnya membuka pintu itu
"Ya Allah putra, kamu makan bawang goreng!!" Ucap mama hana, pitra hanya mengangguk dan mama hana membawa anaknya kedalam kamar.
"Putra kenapa ma?" tanya papa sigit yang baru keluar dari kamar mandi
"Makan bawang goreng dia" Jawab mama hana, wanita itu membuka kaos yang dipakai anaknya dan mengoleskan salep pereda gatal beserta bedak gatal itu kebadan Putra.
"Kok bisa makan bawang goreng?" tanya Papa sigit,
"Tadi makan soto terus ada bawang gorengnya" jawabnya seraya menggaruk badannya, yang langsung ditepuk oleh sang mama.
"Jangan digaruk ih, besok kamu absen aja" ,Ujar mama
"Heeh" putra mengangguk dan mengambil ponsel yang ada disaku celananya dan mengirim pesan keLista
Anda
Yank
Lop♡
Ya.. udah baikan!!
^^^Anda^^^
^^^Sedikit!! Aku besok gak masuk. Absenin ya!!!^^^
Lop♡
Maaf ya!!! harusnya tadi kamu bilang kalau aleri bawang goreng
^^^Anda^^^
^^^Aku gak papa kok, cuma gatel doang!!^^^
Lop♡
Gws ya put
^^^Anda^^^
^^^Iya sayang.... maaf besok aku gak bisa antar dan jemput kamu!!^^^
Lop♡
Gak papa, aku bisa dianterin supir kok!!
^^^Anda^^^
^^^Bagus!!! Jangan mau kalau diajak Enggal itu,^^^
Lop♡
Iya....
^^^Anda^^^
^^^Yank... Ada kabar buruk!!^^^
Lop♡
Apa?
^^^Anda^^^
__ADS_1
^^^Aku kangen!!!^^^
Lop♡
Aishh dah lah... gombal aja!!
^^^Anda^^^
^^^Bener sayankk^^^
Lop♡
Istirahat gih, biar cepat sembuh
^^^Anda^^^
^^^Susah yank, gatel badanku^^^
Lop♡
Jangan digaruk loh ya!!!
^^^Anda^^^
^^^Iya yank, ini juga aku tahan^^^
Lop♡
Dah ya put, aku mau kedapur bentar kita lanjut nanti.
^^^Anda^^^
^^^Oke^^^
Anda Off
"Papa kayak gak pernah muda aja" bukan putra yang menjawab melainkan sang mama
"Betul tuh," Timpal Putra
"Nah udah selesai, kamu istirahat gih... ingat jangan makan bawang goreng lagi" pesan mama hana dan diangguki oleh Putra,
"Malam ma pa" Putri mencium pipi kedua orang tuanya
"Malam adek, sehat sehat disana" Tambah Putra mengelus perut rata ibunya
"Iya, malam juga abang. langsung tidur ya bang jangan teplunan sama pacarnya aja" Jawab mama Hana menirukan suara anak kecil
"Iya" Jawabnya singkat, Putra berlalu keluar dari kamar orang tuanya.
"Anak kamu udah besar" Ucap mama hana menaiki kasurnya
"Anak kamu juga" Ujar papa sigit menyingkap sedikit daster istrinya dan mengelus perut sang istri
"Anak kita" ujar mereka, Papa sigit membaringkan badannya dikasur dengan kepala dipaha Mama hana.
"Manja" Senyum mama hana yang melihat tingkah suaminya ini
"Kangen"
"Belum bisa yah.... Nanti kalau kandungan aku udah trimester ke 3" Jawab mama hana mengelus rambut suaminya
"Han.." Panggil papa sigit
"Hmmm"
"Kamu bahagia gak sih nikah sama aku?" tanya Papa sigit
"Bahagia, kita udah dikaruniai 2 pasang anak dan ada satu lagi disini. biat aku aku gak bahagia" Jawab Mama hana lembut
__ADS_1
"Siapa tahu aja kan, lihat wajah kamu tetep mulus gini. dan usia kamu juga masih muda, gak menutup kemungkina unt...
"Shhuuttt
"Ngomong apa sih hmm, aku cinta sama kamu. Mana mungkin aku tinggalin suami dan kekayaan yang aku dapat sekarang" Ujar Mama hana dengan menahan tawa.
"Matree ya" Timpal papa sigit
"Eitts ini namanya realistis, gak ada istri yang mau diajak susah suaminya tapi kalau diajak mulai dari nol menuju sukses banyak" Jawabnya dengan tangan yang masih aktif dikepala suaminya
"Gak papalah kamu matree, selagi uang aku masih ada" Balas papa sigit mengecup perut istrinya.
"Bagus.." Ujarnya yang disertai tawa keduanya
"I Love You Hana" Ucap papa sigit
"Love you more Sigit" Jawabnya dengan senyum, ia menyukai kalimat itu. Tanpa mereka ketahui bahwa putra masih berada dibalik pintu itu.
"Akhirnya mama bisa keluar ari kesedihannya, papa emang the best deh. salut aku sama mama papa" Gumam putra berlalu meninggalkan tempat itu menuju kamarnya.
________
"Lista masuk dulu ya pa" Ucap lista yang sudah sampai di sekolahnya. ia berangkat bersama papanya, karena putra tak masuk dan tak menjemputnya hari ini.
"Iya sayang, belajar yang bener. jangan pacaran mulu" Pesan papa
"Orang putranya gak masuk" jawab Lista seraya mengecup punggung tangan papanya.
"Kan ada ponsel, pokoknya selama kamu pelajaran ponsel harus dimode silet" Ujar papa mengecup kening sang putri.
"Siap, Assalamualaikum papa" Salam Lista keluar dari mobil
"Wa'alaikumsalam" Jawabnya.
Lista berlalu menuju ruang osis dengan headset yang sudah terpasang ditelinganya.
Ceklek
"Titip tas ya, gue mau patroli dulu" Ucap Lista pada Mei sang bendahara osis yang selalu nangkring diruang osis disana dengan ponsel ditangannya.
"Oke siap," Jawab Mei mengacungkan jempolnya
Seperti biasa ia patroli dengan satu anggota osis, hingga jam pertama dimulai,
"Buk... pak bos mana?" bisik Fajar
"Ijin, alerginya kumat" Jawabnya singkat
"Lah kok bisa?" tanya Riko
"Ya nyatanya dia gak masuk" jawab lista lagi.
"Jenguk pak bos yuk, jar. pulang sekolah" Ujar riko pada Fajar
"Yok"
"Buk... gak sekalian ikut?" tanya Fajar
"Emm gak tahu nanti, eh nanti gue ajar cewek lu berdua ya" Pinta lista
"Kemana?" tanya keduanya
"Jalan" Singkatnya
"Terserah buk bos aja" Ujar keduanya
Yah berberapa hari ini Lista sudah mulai akrab dengan Desi dan Indah, karena mereka bedua sudah menganggap Lista sahabatnya saat berada dibukit X kala itu.
Bersambung...
__ADS_1