Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
22. Dibuat Kesal.


__ADS_3

Perkataan kedua penjaga sudah kelewatan. Bagi Leo, tidak peduli jika ia menerima olokan atau bahkan hinaan. Leo masih bisa menahan amarahnya. Namun jika sudah menyangkut masalah orang tua, bahkan seorang raja sekalipun tidak akan mampu menanggung akibatnya.


Namun, terdengar suara kereta kuda yang mendekat. Tampak kereta kuda dengan desain yang sangat mewah berwarna putih dan terdapat lambang kristal yang merupakan lambang dari asosiasi penyihir.



Tanpa berhenti, kereta tersebut bisa langsung masuk melewati Leo yang sedang berdebat dengan kedua penjaga.


Juga tampak jika kedua penjaga langsung memberi hormat tanpa mengetahui siapa yang ada di dalamnya.


"dari sikap para penjaga, tampaknya orang yang berada di dalam kereta termasuk orang yang memiliki pengaruh yang sangat kuat di asosiasi." batin Leo memperhatikan sikap dari kedua penjaga.


Terlintas sebuah rencana licik dari Leo yang bisa membuat dirinya untuk masuk ke asosiasi dan sekaligus mengerjai kedua penjaga yang telah membuat Leo kesal.


Setelah kereta kuda masuk ke halaman, namun masih belum jauh dari gerbang. Leo dengan senyum licik membuat semua orang yang ada di sekitar sangat terkejut. Termasuk orang yang berada di dalam kereta kuda.


Hal tersebut karena Leo, kembali mengeluarkan aura kekuatannya yang sangat besar namun telah Leo tahan agar tidak berpengaruh lebih jauh seperti sebelumnya. Leo hanya membatasi auranya sampai seluruh bagian gedung asosiasi.


Orang-orang yang berada di gedung asosiasi, menghentikan kegiatan mereka dan mencari keberadaan dari aura kekuatan yang mereka rasakan dengan panik. Termasuk orang yang ada di dalam kereta kuda sebelumnya.


Dari kereta kuda, keluarlah seorang pria tua dengan prawakan janggut putih panjang dan memakai jubah dari asosiasi penyihir.


Melihat keluarnya orang tersebut, menandakan jika rencana Leo berhasil. Tentu dengan kekuatan sebesar itu, tidak ada penyihir manapun di kerajaan Nusantara atau bahkan di wilayah lainnya yang memiliki kekuatan yang sama.

__ADS_1


Jika pun ada, mereka juga tidak akan menampakkan diri mereka dengan mudah.


Tampak pria tua tersebut mendekat ke arah Leo namun setelah sampai di gerbang, ia berhenti bahkan tidak mengucapkan apapun.


"Sudah? Begitu saja? Apa-apaan itu? Kau hanya berjalan dari kereta kuda kemari dan berhenti hanya untuk diam?" batin Leo.


"Tunggu!" karena kesal, Leo bahkan lupa jika dirinya masih mengeluarkan aura yang sangat kuat. Apalagi jika mereka merasakan aura tersebut lebih dekat ke pusatnya yaitu Leo.


"aku lupa jika masih mengeluarkan aura. Pantas saja jika orang tua ini hanya diam. Dan puftt... Hhahhah... Apa-apaan wajah ketakutan itu? Dia bahkan sampai pucat. Hah... Sudahlah. Aku jadi kasian kepadanya." merasa jika perilakunya sudah keterlaluan, Leo berhenti mengeluarkan auranya lalu menatap orang tua di depannya.


" se.. selamat siang tuan muda! Maaf jika kami memiliki kesalahan! To.. Tolong jangan mengeluarkan aura tuan muda. " orang tua tersebut berbicara dengan agak gagap dan membungkuk hormat karena merasa takut jika apa yang ia ucapkan kembali membuat penyihir kuat di depannya tersinggung.


" baiklah! " Leo kembali menunjukan sikap dingin dan merendahkan untuk mengintimidasi orang tua di depannya. Meski dirinyalah yang punya postur rendah.


"maaf jika asosiasi penyihir kami menyinggung tuan muda. Namun hal apa yang membuat tuan muda sampai marah?" orang tua tersebut masih agak ketakutan meski telah melihat postur tubuh anak-anak 10 tahun.


"aku kemari hanya ingin mendaftar ke asosiasi penyihir. Namun kedua penjaga ini menghalangi aku untuk lewat." Leo menjelaskan maksud dan penyebab dari apa yang mereka sebut insiden dimana dirinya marah dan membuat aura miliknya keluar. Meski bukan itu alasan sebenarnya.


Setelah mengetahui alasan dari Leo, mereka lalu melihat kedua penjaga yang terkapar pingsan karena mereka adalah yang paling dekat dengan pusat aura terpancar. Tentu kedua penjaga hanyalah prajurit biasa.


"saya minta maaf atas ketidaknyamanan tuan muda. Lebih baik jika tuan muda ikut saya untuk mendaftar. Agar kejadian yang sama tidak terulang." orang tua tersebut mengajak Leo untuk ikut agar bisa menjaga Leo dari gangguan yang mungkin akan menyebabkan bencana.


" oh iya! Perkenalkan namaku Leonardo Donovan. Aku adalah anak ke dua dari baron Donovan." Leo agak sedikit tidak nyaman jika ia belum berkenalan dengan orang yang terlihat sosok yang penting di asosiasi.

__ADS_1


"oh.. Maaf saya lupa untuk memperkenalkan diri. Nama saya Andrew. Saya adalah ketua cabang asosiasi penyihir di kota ini." orang tua yang ternyata bernama Andrew tidak enak hati sampai lupa untuk memperkenalkan diri.


"ha...? Kau.. Maksudku anda adalah ketua dari cabang asosiasi ini? Suatu kehormatan bisa bertemu langsung dengan ketua cabang asosiasi." Leo tentu agak tidak percaya dengan apa yang Andrew katakan. Meski ia dapat melihat dengan jelas segala fasilitas yang Andrew terima. Terutama kereta kuda mewah yang baru saja Andrew tumpangi.


Leo hanya mengira jika Andrew adalah seorang tetua karena dia memang sudah tua. Namun perkiraan Leo meleset jauh. Ternyata Andrew adalah ketua cabang asosiasi itu sendiri.


Setelah mengetahui jika yang berada di depannya ini adalah ketua cabang, Leo langsung merubah sikapnya yang sebelumnya sangat dingin menjadi ramah dan agak canggung.


"anda tidak perlu terlalu sopan. Malahan saya yang seharusnya merasa terhormat bisa bertemu langsung dengan sang penyihir tingkat tinggi paling muda dalam sejarah. Bahkan saya yakin jika ketua asosiasi sendiri akan sangat ingin bertemu dengan anda." Andrew msih merasa tegang setelah tahu jika anak yang berada di depannya adalah orang yang telah menggemparkan seluruh kerajaan.


" karena anda mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan, saya sendiri yang akan menemani anda untuk masuk ke dalam gedung asosiasi." Andrew memutuskan mengajak Leo untuk masuk dan menemaninya selama di asosiasi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali.


" baiklah! " Leo tentu menerima ajakan dari ketua cabang.


Mereka pun masuk ke halaman utama asosiasi. Dengan menggiring kuda yang ia bawa, Leo menitipkan kudanya kepada petugas kebersihan yang sudah dari awal menawarkan diri untuk menjaga kudanya.


Sudah dekat dengan gedung utama asosiasi, tampak jika gedung tersebut sangat besar dengan 3 lantai.


Didepan pintu masuk sudah ada 4 orang pelayan yang mengurus tempat ini. Namun juga beberapa tetua dan anggota yang sudah menunggu di dalam karena merasakan aura dari Leo sebelumnya.


Mereka sebelumnya merasa sangat khawatir dengan aura yang mereka rasakan. Sangat jarang ada penyihir tingkat tinggi yang mengeluarkan aura nya seperti itu kecuali karena sedang marah.


Leo dan Andrew masuk dan disambut dengan hormat oleh para tetua dan anggota asosiasi.

__ADS_1


__ADS_2