Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
52. Penampilan sihir.


__ADS_3

Wanita tersebut mengeluarkan tongkat sihir lalu menutup mata untuk fokus dalam pengendalian mana.


Bibir wanita itu bergerak membaca sebuah mantra sihir.


"wahai dewa angin! Dengan kehendakmu berikan aku kekuatan angin untuk mengalahkan musuh-musuhku! Wind Crash"


Tongkat sihir wanita tersebut bercahaya lalu ia mengarahkan tongkatnya ke salah satu target yang disediakan.


Hembusan angin mulai bergerak hingga menjadi lebih cepat dan kuat. Hembusan angin tersebut kembali berubah menjadi gelombang angin yang sangat kuat dan bergerak menuju ke arah target yang berada di tengah dengan cepat.


"swushh.."


Gelombang angin berhasil mengenai target hingga membuat target sasaran hancur benjadi potongan-potongan kecil.


Tak sampai di situ. Setelah mengenai target di tengah, gelombang angin menjadi semakin besar membentuk pusaran angin tornado.


Pusaran angin terus membesar sampai mengenai dua target lain yang berada di sampingnya. Alhasil kedua target berhasil di hancurkan secara bersamaan.


Lalu wanita itu menurunkan tongkat sihirnya dan secara bersamaan, pusaran angin juga ikut menghilang menjadi Hembusan angin yang menerpa para penonton.


Para penonton terdiam melihat kemampuan dari wanita tersebut hingga akhirnya mereka bersorak ramai. Mereka merasa kagum dengan kemampuan sihir wanita tersebut yang sangat kuat.


Yang Mulia Raja juga bertepuk tangan senang melihat kemampuan dari penyihir muda ini.


Mendapat tepuk tangan dari sang Raja, wanita itu tentu merasa sangat bangga dengan pencapaiannya. Ia lalu pergi meninggalkan lapangan dan di arahkan untuk duduk ke tempat duduk yang telah dipersiapkan. Bukan hanya untuk menunggu acara pelantikan. Namun juga untuk memperhatikan calon anggota yang lain.


Di tempat Raja duduk.


"Bagaimana menurutmu Alfred!" tanya raja kepada penyihir kerajaan di sampingnya.


Seorang pria yang juga seumuran dengan raja menjawab. "itu sangat luar biasa Yang Mulia. Dari segala kemungkinan, dia memiliki masa depan yang cerah. Bisa menggunakan sihir dengan kemampuan menghancurkan ketiga target secara bersamaan merupakan sesuatu yang cukup langka."


"bukankah kamu bisa dengan mudah melakukan itu?" raja tidak mengerti kenapa Alfred memuji kemampuan wanita itu cukup tinggi. Mengingat jika Alfred sudah sangat sering menggunakan cara yang sama sangat mudah.


"tentu saja saya dapat melakukan itu dengan sangat mudah. Bahkan saya bisa melakukannya dengan mata tertutup. Namun itu jika saya menggunakan sihir tingkat menengah dengan efek serangan area.


Namun yang ia gunakan adalah sihir tingkat dasar. Dan ia berhasil mengendalikan dengan sangat baik."


Mendengar itu, raja tersenyum dan kembali fokus ke lapangan.

__ADS_1


Selanjutnya adalah Rendy untuk melakukan acara pembuktian. Pembawa acara memanggilnya dan Rendy keluar.


Setelah sampai di tengah lapangan, Rendy menghadap ke Yang Mulia Raja untuk memberi hormat.


Yang Mulia Raja mengangkat tangan kanan merasa cukup mendapat hormat Rendy.


Rendy kembali menghadap ke tiga target yang telah diganti sebelumnya.


Seperti calon anggota pertama, Rendy mengeluarkan tongkat sihirnya. Lalu ia juga memulai dengan menutup mata demi bisa fokus. Ia mengatur aliran mana dan mulai menggerakkan tongkat sihir ke depan.


"wahai dewa tanah! Dengan kehendakmu berikan aku kekuatan tanah untuk mengguncang musuh-musuhku! Earthquake!"


Tongkat sihir Rendy bercahaya terang. Lalu terjadi pergerakan tanah dibawah Rendy.


Semua orang merasakan sedikit getaran tanah hingga pergerakan sihir tanah Rendy semakin jelas terlihat.


Dari pergerakan itu tercipta gundukan tanah menuju ke arah target dengan sangat cepat. Semakin dekat dengan target, gundukan tanah semakin besar hingga saat mengenai target, gundukan tanah tersebut membentuk batuan tajam. Dan mengenai tiga target sekaligus.


Ketiga target hancur dan Rendy menghela napas puas dengan hasilnya.


Para penonton kembali bersorank kagum dengan kemampuan Rendy yang sangat menakjubkan.


Sementara itu, Leo yang sedang menunggu giliran menatap orang yang baru ia kenal menuju ke tempat duduk seperti wanita pertama.


Namun wajah Leo menunjukkan ekspresi yang sangat lucu. Matanya terbuka lebar dan mulutnya menganga.


Ia tidak percaya melihat sesuatu yang sangat memalukan baginya.


'apa-apaan mantra itu? Apa mereka tidak malu mengucapkan itu?'


Bagi Leo yang sebelumnya hidup di dunia tanpa sihir, mengucapkan atau berteriak seakan membaca mantra adalah sesuatu yang memalukan. Karena hanya ada dua golongan yang ia kenal bisa mengucapkan mantra memalukan dengan tanpa beban. Antara mereka yang mengidap chunibyo syndrome dan wibu kelas berat.


Namun melihat reaksi dari orang lain, tampaknya itu adalah hal yang biasa. Atau lebih tepatnya memang seharusnya seperti itu.


"untuk calon anggota yang ketiga! Nana Redline silahkan memasuki lapangan." suara pembawa acara menggema di seluruh stadion.


Dari ruang tunggu, seorang wanita pemalu berjalan perlahan dengan kaki yang gemetaran. Sambil memeluk tongkat sihirnya mencoba memberanikan diri untuk tampil di depan banyak orang.


Para penonton yang melihat sikap dari Nana yang kurang semangat tetap bersorak dengan meriah. Namun tidak sedikit yang tertawa melihat sikap Nana yang memalukan.

__ADS_1


"hei! Perkenalkan! Namaku Rudy Westher." seorang pria berkulit putih, rambut pirang dan berpakaian bangsawan barat berkenalan dengan Leo.


Leo yang sedang memikirkan sesuatu hanya berkata. "aku Leo."


Rudy berdiri lalu tanpa malu melakukan pose aneh yang menurut Leo terlalu lebay.


"wahai kawanku!" ucapnya sambil berpose.


Rudy mengubah posenya menjadi merentangkan tangan. "siapa yang tidak tahu dengan nama agungmu seperti nama sang pencipta! Seorang penyihir terkenal di kerajaan Nusantara."


Dengan nada puitis Rudy tak malu sedikit pun dengan perilakunya. Hingga ia menjadi pusat perhatian dari semua calon anggota yang masih menunggu giliran mereka tampil. Bahkan setelah cukup lama menjadi perhatian, Rudy masih bisa berganti pose.


Leo yang menyadari perilaku Rudy yang aneh, membuatnya menepuk jidat. Ia tidak bisa percaya dengan apa yang baru saja ia lihat.


Seorang karakter yang paling membuat Leo jijik selain orang yang salah kelamin. Yaitu orang yang tidak tahu malu dengan sikap narsisnya.


Ditambah Leo yang berada di samping orang tersebut. Membuat Leo sendiri yang merasa malu dari pada orang yang melakukan.


"kalau boleh tahu, sihir apa yang akan engkau tampilkan dalam acara ini?" kembali dengan nada yang putis keluar dari mulut Rudy.


'aku tidak kenal orang aneh ini!' Leo terlalu malu dengan perilaku Rudy. Membuatnya tidak mau menjawab pertanyaannya.


"kenapa kau hanya diam? wahai kawanku! Apa engkau takjub dengan ketampanan dan keindahan diriku?" posenya semakin menjadi-jadi.


Leo yang merasa malu sendiri serasa ingin mengubur kepalanya di dalam tanah.


Leo hanya berharap jika ini segera selesai dan dirinya ingin cepat-cepat menjauh dari orang narsis ini.


Lalu orang lain yang berada di dekat Leo mengusap punggung Leo. "yang sabar ya!"


_________________________________________________


Maaf ya! 🙏


Kemarin harusnya UP 2 chapter. Namun saya malah ketiduran.


Ini aku buat jam 02:30


See you next chap..

__ADS_1


__ADS_2