Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
56. Anggota Istimewa.


__ADS_3

"plok.."


"plok.. Plok.."


"plok.. Plok.. Plok.."


Perlahan suara tepuk tangan semakin meningkat. Hingga semua orang terbangun dari keterkejutannya. Mereka berdiri dan memberi tepuk tangan serta sorakan yang menggema di seluruh stadion.


Semua orang berdiri bahkan Yang Mulia Raja juga berdiri memberikan apresiasi terhadap kemampuan Leo yang sangat menakjubkan.


Namun penyihir kerajaan menelan saliva melihat efek dari serangan sihir tingkat legenda.


"jika ia menjadi musuh kerajaan, kemungkinan kita bisa menang hanya 20 persen saja."


Yang Mulia Raja mendengar ucapan penyihir kerajaan lalu menanggapinya. "kau benar. Karena itu kita harus sebisa mungkin mendekatkan dirinya dengan kerajaan itu sendiri."


"bukankah anda sempat memberinya misi untuk mengatasi urusan di kota kenji?" penyihir kerajaan mengingat misi yang Raja berikan kepada Leo.


Raja kembali duduk. "aku memang memberinya misi itu. Namun sepertinya, hadiah untuk misi itu akan aku tingkatkan. Apa lagi setelah melihat langsung kekuatan sihir anak ini."


Setelah menggunakan sihir tingkat legenda, Leo berjalan santai menuju tempat duduknya.


"ehem.. Y.. Yah... Itu tadi penampilan terakhir yang sangat menakjubkan.


Karena kita telah melihat penampilan dari semua calon anggota, kita akan istirahat sejenak untuk memberi mereka waktu istirahat." pembawa acara turun dari panggung.


Para penonton beristirahat setelah dari awal acara berteriak dan bersorak keras. Mereka menghabiskan waktu istirahat dengan mengobrol tentang kekuatan sihir Leo.


Karena bagi mereka yang kehidupannya agak jauh dari sihir tentu hanya akan bisa melihat sihir legenda sekali ini saja. Membuat mereka menjadi beruntung dapat menyaksikan.


Sementara penyihir dari asosiasi melakukan perbaikan pada lapangan dengan sihir tanah.


Leo yang sedang duduk di samping Anatasya, mendengar panggilan Anatasya. "tuan Leonardo!"


Leo menoleh menghadap Anatasya. "iya?"


Anatasya tersenyum indah di wajahnya. "saya tidak menyangka anda bisa menggunakan sihir sekuat itu!"


"semua orang juga akan berkata seperti itu saat melihat umur saya yang masih kecil."

__ADS_1


"kalau boleh tahu, bagaimana cara anda bisa menguasai kemampuan sihir sekuat itu?" Anatasya penasaran dengan cara berlatih Leo.


Leo bingung memikirkan apa jawabannya. Karena memang ia sudah mendapat pengetahuan itu dari dewa Semar. Ia bahkan tidak perlu berlatih dan hanya membiasakan diri saja.


"belajar! Hanya itu!" jawab singkat keluar dari mulut Leo.


Mendengar jawaban Leo, Anatasya tertawa canggung. "ahahaha... Belajar ya!"


Leo melihat ekspresi Anatasya, tidak peduli apa yang dipikirkan olehnya. Karena Leo juga tidak tahu proses belajar sihir tingkat legenda.


Tak berselang lama, suara pembawa acara kembali terdengar.


"waktu istirahat telah berakhir. Sekarang adalah acara yang paling di tunggu-tunggu. Yaitu sesi pelantikan. Silahkan kepada petugas untuk naik ke atas panggung."


Seorang petugas naik ke atas panggung dengan membawa piringan persegi berisi 14 pin berwarna hitam dan 1 pin berwarna merah.


"untuk tujuh orang yang saya panggil, silahkan naik ke atas panggung." pembawa acara memanggil 7 urutan pertama untuk naik ke atas panggung.


Mendengar nama mereka di panggil, ke tujuh orang beranjak dari tempat duduknya. Lalu mereka berjalan naik ke atas panggung.


Suara gemuruh penonton mengiringi mereka naik ke atas panggung. Hingga tujuh orang tersebut sampai dan berbaris menghadap kearah penonton.


Yang Mulia Raja beranjak dari tempat duduknya lalu berjalan naik ke atas panggung. Dengan di temani oleh penyihir kerajaan, sikap berwibawa raja terlihat jelas.


Satu persatu Raja mengambil pin hitam dari petugas dan memasangnya di dada para anggota yang dilantik.


Sang Raja melakukan itu kepada semua anggota namun ia sangat berhati-hati saat memasang pin pada anggota wanita.


Para penonton bertepuk tangan bersamaan dengan proses pelantikan resmi anggota.


Para orang tua dan kerabat yang menyaksikan mereka dilantik merasa sangat bangga. Tidak mudah untuk menjadi anggota asosiasi jika tidak memiliki bakat dalam sihir.


Setelah selesai menyematkan pin, ketujuh orang kembali ke tempat duduknya.


Lalu pembawa acara memanggil tujuh orang lagi dan meninggalkan satu orang yaitu Leo sendiri.


Tujuh orang yang naik ke atas panggung berjalan dengan sangat bangga. Terutama Tomen Jheri yang sangat sombong dengan pencapaiannya.


Mereka naik ke atas panggung lalu berbaris dengan rapi dihadapan semua penonton dan Yang Mulia Raja.

__ADS_1


Lalu Yang Mulia Raja mengambil pin dan menyematkan kepada para anggota.


Hingga semua pin berwarna hitam habis selesai di berikan. Meninggalkan satu pin yang ukurannya lebih besar dari pin hitam. Serta memiliki warna merah.


Suara para penonton kembali terdengar meriah menyambut para anggota baru. Hingga ke tujuh anggota kembali ke tempat duduk.


"selanjutnya adalah untuk pelantikan spesial. Dimana kita juga mendapatkan anggota baru yang sudah mampu menggunakan sihir tingkat legenda. Tentu kalian sudah melihatnya tadi. Jadi, tanpa berlama-lama kita sambut Anggota Istimewa kita. Leonardo Donovan."


Para penonton kembali bergemuruh dengan dipanggilnya sosok yang membuat mereka kagum.


Leo menjadi sangat senang lalu berjalan menuju ke atas panggung. Ia berjalan melewati anggota yang sudah dilantik. Ia melewati Anatasya, lalu melewati Tomen.


Saat hendak melewati Tomen, Tomen yang kesal dengan hasil penilaian Leo hendak mempermalukan Leo. Ia mengulurkan kakinya berniat mentakle hingga Leo jatuh.


Namun Leo yang sudah siaga langsung menginjak kaki Tomen yang berada di depannya.


"ugh.." Tomen merasakan sakit dibagian kakinya setelah di injak oleh Leo. 'sial..'


Leo tersenyum melihat kebodohan Tomen. Ia lanjut berjalan dan naik ke atas panggung.


Sampai di atas panggung, Leo menghadap ke seluruh penonton dengan sikap sempurna.


Para penonton yang melihat Leo naik ke atas panggung juga merasa bangga. Mereka mempunyai seorang penyihir berbakat di kerajaan mereka.


Ayah, ibu, dan para ksatria Leo juga meneteskan air mata haru. Mereka tidak menyangka jika Leo yang masih kecil bisa memperoleh prestasi yang sangat baik. Bahkan diakui oleh Yang Mulia Raja sendiri.


Raja mengambil pin terakhir lalu menyematkan di dada Leo. "kau sangat luar biasa. Tidak ku sangka ada penyihir sehebat dirimu di kerajaanku. Jadi, Aku ingin berbincang denganmu setelah ini!"


Leo tersenyum. "terima kasih atas pujiannya. Dan untuk undangan anda, tentu sebuah kehormatan bisa di undang langsung oleh Yang Mulia Raja."


Setelah berbicara sedikit, Yang Mulia Raja minggir untuk memberi waktu Leo memperlihatkan pin miliknya.


Para penonton dapat melihat dengan jelas pin yang berwarna merah melekat di dada Leo. Mereka langsung bertepuk tangan dan bersorak sangat keras.


Leo turun dari panggung bersama raja dan langsung meninggalkan stadion.


Pembawa acara mengakhiri acara dengan salam penutup. Lalu para penonton meninggal stadion dengan diatur oleh Jack dan yang lain.


Sementara Leo berjalan melewati lorong stadion mengikuti Yang Mulia Raja dan penyihir kerajaan.

__ADS_1


__ADS_2