Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
67. Bangunan dan Interior.


__ADS_3

"apakah yang anda katakan benar?" seorang anak muda mengajukan pertanyaan.


Semua pekerja terkejut dengan pertanyaan salah satu anggota mereka.


Mereka hendak menghentikan remaja tersebut namun suara Leo menghentikan tindakan mereka.


"tentu saja! Jika aku sudah berjanji, maka aku akan menepatinya. Jadi, setelah kota selesai di bangun, kalian bisa menjadi warga di sini."


Ucapan Leo terasa seperti membawa berkah dalam hidup mereka. Meski masih sebuah janji, namun itu memberi mereka semangat.


"kalau begitu, kita akan mulai bekerja. Kalian berdua, ikut aku! Akan aku jelaskan tentang wujud kediaman ku ini." Leo menunjuk Rien dan Ferman.


"dan untuk yang lainnya, kalian siapkan bahan-bahannya di ruang penyimpanan."


Setelah mendengar perintah Leo, mereka segera pergi menuju ke tempat penyimpanan.


Sementara itu, Rien dan Ferman mengikuti Leo ke suatu tempat.


Tempat yang mereka tuju adalah sebuah lahan yang cukup luas di dalam kota.


Hingga mereka sampai dan Leo menuju ke sebuah meja panjang.


Leo lantas mengeluarkan sebuah desain yang telah ia buat untuk bentuk dari kediamannya.


"ini adalah desain dari kediamanku nantinya."


Rien dan Ferman melihat desain dari Leo.


Mereka sangat kagum dengan desain yang sangat detail tersebut.


"bagaimana?"


"luar biasa tuanku. Saya tidak menyangka bisa melihat desain yang sangat detail seperti ini." Rien memuji desain milik Leo.


"anda benar. Meski saya tidak berpengalaman dalam pembangunan kediaman mewah, namun saya bisa dengan mudahnya mengetahui hasil dari mansion ini nantinya." giliran Ferman yang memuji desain mansion Leo.


Sementara Leo merasa bersalah karena ia menggunakan desain orang lain meski pemiliknya tidak akan bertemu dengannya.


" jadi, apa kalian bisa membangun ini? "


Ferman berpikir dengan keras tentang proses pembangunan itu nantinya. "dengan bahan yang kita miliki, saya bisa membangunnya dengan cukup cepat. Namun itu akan sangat sulit."


Rien masih memperhatikan dengan teliti setiap detail yang ada di desain mansion.

__ADS_1


"meski detailnya sangat jelas, namun jika kita perhatikan lagi. Bagian dalamnya cukup sederhana. Bahkan tidak sampai seperti kediaman Duke Gustaf yang pernah saya bangun sebelumnya. Malahan, ini lebih kecil dari apa yang saya bayang kan."


Rien melihat sekitar yang memiliki ruang cukup luas. Namun jika digunakan untuk membangun mansion ini, tentu saja tidak akan muat.


" apa anda berniat untuk membangunnya disini? "


" iya. Letaknya cukup strategis untuk menjadi pusat dari suatu kota. Lalu dengan halaman yang luas, dapat mencegah suara berisik dari aktifitas warga. Meski nantinya kalian harus membongkar beberapa bangunan. " Leo tahu apa yang Rein pikirkan.


Harus membongkar beberapa bangunan akan membuat pekerjaan mereka menjadi lambat. Namun itu harus mereka lakukan demi mengubah bentuk dari kota ini.


Rien lalu berjalan sebentar untuk memperkirakan berapa banyak bangunan yang perlu mereka bongkar.


Setelah berhasil memperkirakan, ia segera memberi tahu Leo. "saya telah memperkirakan jumlah untuk semua bangunan yang akan kita bongkar. Namun, saya hanya bisa mendirikan bangunan. Tapi tidak dengan taman dan interiornya."


Leo tidak menyangka jika Rien tidak bisa mengurus masalah interior.


"kalau masalah interior dan taman, saya bisa mengaturnya. Kebetulan semua teman saya berada di sini. Dan mereka cukup ahli dalam bidang seni kayu." Ferman yang dari tadi cukup diam, akhirnya memperlihatkan keahliannya.


Leo tersenyum mendengar ucapan Ferman. "Kalau begitu, semua aku serahkan kepada kalian. Tidak masalah jika kalian melakukan sedikit modifikasi pada desain ini. Namun yang penting adalah gambaran besarnya sama seperti desain yang aku perlihatkan ini."


"baiklah tuan. Serahkan saja pembangunan ini kepada kami." Rien percaya diri dapat menyelesaikan tugas dari Leo.


Sementara Ferman masih bimbang dengan tugasnya. "tapi tuan! Kita tidak memiliki kayu yang cukup untuk membuat semua barang interior."


Ternyata masalah bahan baku kayu yang membuat Ferman menjadi ragu.


"untuk masalah kayu, tidak usah kau pikirkan. Nanti aku akan mengajak mau untuk memilih kayu sendiri di hutan kematian. Dimana karena tingkat bahayanya yang tinggi, pohon di sana tidak pernah di ambil selama ratusan tahun. Nanti kau hanya perlu memilihnya sendiri. "


Ferman langsung merasa bersemangat. Dimana ia bisa menggunakan pohon berkualitas berumur ratusan tahun. Itu cukup langka untuk seorang tukang kayu. Tentu yang ia pikirkan adalah ukuran dari pohon-pohon yang sangat besar.


" jika seperti itu, saya semakin tidak sabar untuk segera menyentuh kayu-kayu tersebut."


Mereka bertiga tersenyum dengan sikap Ferman yang seperti maniak kayu.


"kalau begitu, aku akan pergi dulu mengurus masalah lain. Jika ada kesulitan, kalian bisa langsung bertanya kepadaku."


"baik tuan!"


"baik tuanku!"


Leo pergi meninggalkan mereka dan meninggalkan desain dari mansion miliknya.


Setelah Leo sudah tidak terlihat, mereka berdua segera menyusun rencana untuk pembangunan ini.

__ADS_1


"aku akan mengurus semua pekerja. Anda bisa mengatur semua lokasi yang akan kita gunakan." Ferman memutuskan untuk memeriksa para pekerja yang mengatur bahan baku.


"baiklah!"


Sementara Rien, ia pergi melakukan survei lokasi dengan membawa desain dari mansion.


*


Leo berjalan menuju ke tempat dapur darurat untuk memeriksa pekerjaan para pekerja wanita.


Sampai ia di dapur, ia bisa melihat puluh wanita sedang menyiapkan makanan untuk para pekerja pria.


Bahkan ia sempat melihat Phinix yang ikut membantu memotong sayuran di atas meja. Dan malah memotong mejanya juga.


Leo hanya tersenyum melihat tingkah Phinix yang masih membiasakan diri dengan kehidupan manusia.


"sepertinya masalah makanan tidak ada masalah."


Ia lantas langsung pergi menuju kearah tembok perbatasan. Untuk memeriksa Jack dan Brock yang mengatur pekerja untuk membangun kembali tembok pertahanan.


Namun saat Leo sampai di lokasi, ia hanya menemukan Brock yang sudah siap dengan peralatan tempurnya.


"sepertinya ada sedikit kendala disini."


Leo segera menghampiri Brock yang tampaknya sedang melindungi para pekerja dari serangan monster.


"Brock! Dimana Jack?"


Brock terkejut mendapati Leo sudah berada di belakangnya.


"Ho!"


Leo masih tidak mengerti apa yang ingin Brock katakan. Namun isyarat tangan Brock menjawab pertanyaan Leo.


Brock menunjuk ke kedalaman hutan kematian. Lebih tepatnya pada sebuah pohon yang tiba-tiba tumbang.


Leo paham dengan apa terjadi. Jack sekarang sedang bertarung dengan para monster di dalam hutan.


Leo hendak pergi untuk mencari Jack. Namun sebelum berangkat, Jack telah kembali dengan tubuh sudah cukup kotor.


Namun untungnya, jubah Korps Leonardo memiliki fungsi untuk membersihkan diri sendiri.


Jack yang baru kembali terkejut karena melihat Leo bersama Brock.

__ADS_1


"apa yang anda lakukan disini?"


"tidak ada hal penting. Aku hanya memeriksa keadaan di sini saja. Namun seperti perkiraanku, tempat ini menjadi tempat yang rawan serangan monster. Jadi memang tepat jika aku menyuruhmu disini."


__ADS_2