Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
53. Penampilan Orang Aneh.


__ADS_3

Leo menoleh ke arah orang yang mengusap punggungnya. "terima kasih."


Terlihat seorang pria maco dengan pakaian wanita lengkap dengan tongkat berbentuk hati. "sama-sama sayang!"


"waaaaa...." Leo sontak kaget dengan kemunculan makhluk aneh. Satu lagi tipe orang yang membuat Leo jijik.


Orang itu lantas membelai rambut Leo dengan lembut.


Merasa tidak nyaman dengan orang tersebut, Leo lantas lari untuk mencari pertolongan ke wanita yang menjadi pemandu.


"ara ara!" orang aneh menjadi kecewa karena ditinggal pergi oleh Leo.


Wanita yang memandu para calon anggota Asosiasi mendapati Leo sedang bersembunyi di balik tubuhnya. Menghindari tatapan orang aneh yang membuat Leo hendak muntah.


Wanita itu tersenyum melihat raut wajah Leo yang sangat lucu lalu mengusap rambutnya. "tenanglah! Dia tidak akan menggigitmu!"


Leo merasa lebih tenang dengan belaian tangan wanita itu. Dengan tetap pada posisinya, ia mulai kembali fokus ke lapangan.


"ee... Siapa dia?" Leo menunjuk Nana Redline yang sudah selesai menggunakan sihir api untuk membakar ketiga target.


Wanita yang menjadi pelindung Leo dari orang aneh melihat arah yang Leo tunjuk. "dia adalah putri dari keluarga bangsawan Earl Redline."


Leo cukup terkejut mendengar jawaban itu. Tidak biasa seseorang dari keluarga bangsawan memiliki sifat yang pemalu. Karena mereka harus menunjukkan bahwa mereka adalah bangsawan yang baik di depan banyak orang.


Panggilan pembawa acara kembali menggema di stadion. Lalu seorang pria calon anggota memasuki lapangan.


Sihir yang ia tunjukkan sama seperti milik Rendy yaitu tanah. Dengan merapal mantra yang jelas memalukan bagi Leo, sihir tercipta dan berhasil mengenai target dan menghancurkannya.


Di ruang tunggu, Tomen Jheri mengumpat kesal dengan waktu dirinya yang masih belum dipanggil. "cih... Hanya sihir seperti itu saja harus di perlihatkan. Dan juga, kenapa pembawa acara sangat lama untuk memanggil nama tuan muda ini? Aku akan memperlihatkan sihir terbaik yang pernah ada!"


Leo yang indranya sangat tajam tentu mendengar umpatan Tomen. Terasa jika tanggannya menjadi sedikit gatal untuk mengajar orang itu.


Lalu panggilan pembawa acara kembali terdengar. Seorang wanita berjalan memasuki lapangan dengan cukup percaya diri.


Sampai di tengah lapangan, ia memberi hormat kepada Yang Mulia Raja. Lalu kembali fokus ke tiga target di depannya.


"wahai dewa laut! Dengan kehendakmu berikan aku kekuatan air untuk menenggelamkan musuh-musuhku! Water Slash."

__ADS_1


Lesatan air dengan cepat memotong setiap target dengan sangat rapi.


Suara tepuk tangan penonton meramaikan suasana stadion.wanita itu lantas menuju ke tempat duduknya.


"selanjutnya! Inces."


Suara pembawa acara memanggil orang lagi. Namun Leo menjadi penasaran dengan orang yang bernama Inces ini.


Seseorang berjalan memasuki lapangan. Membuat Leo melihat dan terkejut dengan orang yang bernama Inces ini.


'akhirnya dia maju juga! Sana pergi jauh-jauh.'


Leo sudah agak merasa lega melihat pria berbadan kekar dengan pakaian wanita berjalan memasuki lapangan. Karena ia sudah tidak akan melihat orang tersebut.


Di tribun, para penonton melihat Inces memasuki lapangan dengan tatapan penasaran. Kenapa seorang pria dengan badan yang kekar memasuki lapangan. Ditambah lagi memakai pakaian wanita.


"halo cemua nya!" suara Inces terdengar lantang namun dengan nada yang dibuat imut.


Wajahnya yang dibalut make up tebal menambah orang lain merasa jijik dengan penampilannya.


Para penonton laki-laki merasa ingin muntah dengan sikap kelainan Inces. Bahkan Yang Mulia Raja mengalihkan pandangannya ke arah penonton untuk menjaga kesehatan matanya.


"dengan cinta! Aku akan mencintaimu! Buatlah hatiku indah dengan kecantikan bunga. Love Flower!"


Dengan pose yang dibuat-buat membuatnya terlihat semakin menjijikan. Bahkan perempuan asli pun tidak akan menggunakan pose itu.


Jika wanita asli melakukan pose yang sama seperti yang dilakukan oleh Inces, mereka tentu akan terlihat sangat menggoda. Bahkan membuat semua pria betah berlama-lama demi melihat . Namun saat dilakukan oleh Inces yang memiliki badan kekar, jangankan melihat dengan lama. Sekali lihat saja akan membuat orang lain muntah-muntah.


Tongkat berbentuk hati milik Inces bercahaya. Hingga dari dalam tanah mulai muncul ranting-ranting bercabang. Ranting tersebut bergerak dengan cepat menuju ke arah target. Meninggalkan cabang bunga mawar yang terlihat sangat indah.


Sampai pada target, ranting tersebut menjalar melilit ke tiga target dengan sangat erat. Bahkan batang yang berduri, mampu membuat retak target yang dililit.


Semua orang terkejut dengan kemampuan sihir Inces. Bahkan mereka tidak menyangka jika sihir dari Inces sangat indah. Berbanding terbalik dengan penampilannya yang menyeramkan.


"kemampuannya memang hebat. Bahkan bisa dibilang sangat langka." Leo memuji Inces dari ruang tunggu.


"Tapi sayangnya sikapnya terlalu mengerikan." Leo menyayangkan sikapnya yang aneh. Jika Inces tidak bersikap seperti itu, mungkin Leo akan mengajak ia bekerja untuknya.

__ADS_1


Penampilan Inces di akhiri dengan pose ciuman yang membuat mata para penonton pria merasa di nodai. Ia lalu pergi menuju tempat duduk dengan jalan yang menggoyangkan bokongnya.


Semua orang sekarang sudah merasa lega karena kengerian sudah menghilang dari pandangan. Lalu pembawa acara lanjut memanggil nama selanjutnya.


"selanjutnya! Rudy Westher."


Orang kedua yang membuat Leo merasa jijik juga berjalan menuju tengah lapangan.


Rudy berjalan dengan senyum percaya dirinya lalu memberi hormat kepada Yang Mulia Raja namun dengan sikap yang terlalu berlebihan.


Setelah itu Rudy menghadap ke arah target.


"wahai dewi kecantikan! Berikan rahmatmu kepadaku! Untuk membuat semua musuhku takluk kepadaku. lightning!"


Dari tongkat sihir Rudy keluar kilatan petir mengarah ke salah satu target. Hingga saat mengenai target, terjadi ledakan dan menyebabkan target sasaran hancur.


Rudy menggunakan sihir tersebut untuk menghancurkan semua target secara bergantian.


Para penonton bersorak keras menyaksikan kemampuan sihir petir Rudy.


Namun disisi Leo, ia terdiam menunjukkan wajah tanpa ekspresi.


Leo yang melihat serta mendengar mantra yang diucapkan oleh Rudy merasa jika ada yang janggal. Itu karena dari mantra yang Rudy baca dengan sihir yang keluar berbeda.


Mendengar sorakan para penonton membuat Rudy semakin puas. Ia lantas kembali berpose dan mengatakan. "aku menyebutnya tampan dan berani!"


Ia lalu menuju ke tempat duduk seperti yang lain.


Acara dilanjut dengan penampilan dari 6 orang lainnya secara bergiliran. Menyisakan 3 orang yang masih berada di ruang tunggu. Ketiga orang tersebut adalah Leo, Tomen Jheri, dan seorang wanita cantik yang tidak Leo kenal.


Lalu panggilan pembawa acara kembali terdengar.


"selanjutnya adalah Tomen Jheri."


Tomen yang berada di ruang tunggu akhirnya dipanggil. "akhirnya! Aku sudah lelah menunggu. Kalian saksikan saja kemampuan sihir tuan muda ini."


Dengan sikap sombong diperlihatkan oleh Tomen kepada dua orang yang tersisa.

__ADS_1


Leo dan wanita yang masih menunggu giliran mengabaikan tingkah Tomen. Membuat Tomen merasa kesal. "cih.. "


__ADS_2