
"tentu kami tidak masalah dengan itu. Namun kami juga minta bantuan sekali lagi. Kami butuh kuda anda untuk menarik kereta kuda kami hingga sampai di kota Argus. Tentu kami akan membayar setelah sampai disana." prajurit meminta bantuan Leo ketan kuda yang digunakan untuk menarik kereta, juga sudah menjadi sasaran serangan serigala.
" tidak masalah! Kami juga memiliki tujuan yang sama. " guild master menyetujui permintaan prajurit.
Leo mengurus mayat para serigala, guild master mengurus kuda dan para prajurit mengurus mayat kawan mereka. Sementara nona Rosa hanya diam memperhatikan mereka.
'sepertinya gadis ini berasal dari keluarga yang pro keluarga kerajaan. Namun aku harus memastikan jika itu memang benar.'
Dengan ukuran kereta yang cukup besar, membutuhkan dua kuda untuk bisa menariknya. Dengan segera mereka membersihkan area pertempuran dan pergi karena takutnya akan ada beast lain yang tertarik dengan aroma darah.
Dua prajurit duduk didepan untuk mengendalikan kuda. Salah satunya adalah prajurit yang terluka di tangan kirinya. Sementara guild master dan pemimpin prajurit berada di belakang sedang berbincang-bincang. Sementara Leo berada di atas kereta untuk mengawasi keadaan.
Sebelum berangkat, nona Rosa sempat menawarkan Leo untuk berada di dalam kereta bersamanya. Namu Leo menolak tawaran tersebut.
Pemimpin prajurit yang bersama guild master penasaran dengan sosok anak kecil yang menutup wajahnya dengan topeng. "tuan! Sebenarnya siapa anak kecil yang bersama tuan? Kemampuan bertarungnya sangat luar biasa. Bahkan kami tidak mampu menghadapi semua serigala tadi."
Sebenarnya guild master juga penasaran. Bukan identitas Leo, namun alasan ia tidak menunjukkan identitasnya." aku juga tidak tahu! Aku hanya bertugas untuk mengantarkan dia untuk pergi ke suatu tempat saja. "
Mendengar itu prajurit berhenti mencari tahu tentang Leo. Sementara nona Rosa mendengar percakapan prajurit di belakang, terkejut karena ternyata yang menyelamatkan dirinya dari serangan serigala adalah anak yang memperkenalkan dirinya sebagai ninja. Karena itu ia mulai tertarik oleh sosok Leo.
Leo yang berada di atas menyebarkan mananya untuk mendeteksi keberadaan beast yang dapat membahayakan rombongan ini.
Ia juga memikirkan tentang identitas dari gadis yang sedang ia kawal. 'putri dari seorang duke ya! Hehehe... Sepertinya aku akan mendapatkan koneksi saat aku masuk dalam dunia bangsawan. Aku akan memanfaatkan kesempatan ini dengan sangat baik.'
Leo langsung memiliki rencana untuk mamanfaatkan kondisi ini dengan mendapat dukungan dari bangsawan tingkat atas. Apa lagi identitasnya adalah Duke yang merupakan satu tingkat di bawah Raja.
__ADS_1
'aku juga butuh senjata untuk bertarung jarak dekat. Meski sebenarnya kau masih memiliki pedang pemberian ayah, namun itu bukan untuk bertarung jangka panjang. Jadi tidak akan bertahan lama untuk pertarungan. Sepertinya sekarang adalah saatnya untuk menggunakan pengetahuan ku dalam melakukan penempaaan. '
Salah satu pengetahuan yang Leo dapatkan adalah tehnik penempaan. Dengan gabungan dari penempaan dan juga rine sihir, Leo berencana untuk membuat pedang yang sangat kuat untuk pertarungan jangka panjang.
' semoga di kota Argus terdapat toko pandai besi dan pasar bahan baku agar aku bisa membuat senjatanya.'
*
Perjalanan berlanjut hingga Mereka berhasil keluar dari wilayah hutan. Meski Leo harus bertarung dengan beberapa beast menengah selama perjalanan. Namun itu bukan masalah besar untuk Leo.
Nona Rosa juga melihat cara Leo bertarung hingga kemenangan di dapat. Gerakan dan kekuatan Leo dalam bertarung membuat nona Rosa semakin tertarik oleh Leo. Bahkan mulai muncul perasaan kepada Leo.
Tak butuh waktu lama mereka akhirnya dapat melihat kota Argus dari kejauhan. Leo terkejut saat melihat luas kota Argus hampir sama dengan ibu kota.
"ah... Dan nona Rosa adalah cucu dari Duke Gustaf." timpal pemimpin prajurit.
"apa?" Leo dan guild master terkejut dengan fakta bahwa gadis yang sedang mereka kawal juga memiliki hubungan darah dengan pemimpin kota Argus.
Leo langsung turun dari atas kereta sebelum prajurit penjaga mengetahui hal tersebut. "kenapa kau tidak bilang dari tadi?"
"maaf! Aku lupa!" pemimpin prajurit menyesal karena lupa menjelaskan identitas nona Rosa di kota Argus.
"apa kau takut dengan identitasnya?" guild master menggoda Leo tentang kata bangsawan. Mengingat Leo juga merupakan anak dari seorang Baron.
"aku tidak takut dengan identitas mereka. Hanya saja aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan sesuatu."
__ADS_1
"sekarang aku menjadi ragu tentang umurmu! Apa kau memang masih anak kecil? Atau sebenarnya kau ini orang tua yang sedang menyamar." guild master terkejut dengan intuisi Leo dalam memanfaatkan situasi dengan orang cepat meski masih belum menjadi bangsawan.
" aku 100% anak kecil. Umurku juga masih 10 tahun." Leo meyakinkan guild master tentang identitasnya.
'tapi bohong!' mengingat dirinya juga pernah dewasa di kehidupan sebelumnya.
"cucu dari adik raja sebelumnya! Sepertinya aku akan mendapat banyak keuntungan."
*
Akhirnya mereka sampai di gerbang kota Argus. Terdapat para prajurit yang berjaga dan memeriksa barang bawaan. Antrian pendatang memadati lokasi.
Namun perjalanan Leo dan rombongan sangat mulus. Tanpa melakukan pemeriksaan mereka berhasil masuk. Tentu itu karena pengaruh dari wujud kereta kuda yang telah sangat dikenal oleh semua prajurit. Tidak akan ada prajurit yang berani memperlambat laju pejalanan kereta dari bangsawan Duke.
Namun pandangan orang lain tertuju kepada jumlah prajurit yang terlihat di luar kereta. Mereka penasaran alasan kenapa kereta seorang Duke hanya di jaga oleh 3 orang prajurit dan bahkan ada dua orang asing.
Namun mereka membiarkan rasa penasaran mereka berlalu karena urusan bangsawan bukan tugas mereka.
Sampai di dalam kota, dapat Leo lihat bangunan-bangunan Eropa kuno berdiri. Sebuah perasaan kagum Leo melihat bangunan tersebut.
Berbeda dengan kota Mainter, kota ini memiliki bentuk bangunan yang berfariasi. Mulai dari bangunan dua lantai hingga bangunan 4 lantai menghiasi seluruh pemandangan kota.
"kota ini terlihat sangat makmur. Bahkan jalan utama saja sudah di bangun dengan batu. Aku ingin tahu seperti apa penguasa kota ini." sambil melihat berbagai tempat yang baginya hanya bisa ia bayangkan melalui gambaran novel.
"anda benar. Kota ini memang kota yang sangat makmur. Penguasa kota yaitu Duke Gustaf bukanlah bangsawan yang korup. Ia juga bukan orang yang serakah terhadap kekuasaan atau gelar. Karena itulah beliau selalu mendapat dukungan dari para rakyat. Dan karena ia juga pernah menjadi keluarga raja, beliau tentu mendapat pendidikan yang sangat tinggi dan membuatnya menjadi orang yang cerdas." bahkan prajurit yang berasal dari ibu kota memuji sikap dan karakteristik dari Duke Gustaf.
__ADS_1