
Kakek Diego mendengar berita kemenangan dari Leo. Ia lekas mengirim puluhan orang untuk membantu Leo dalam mengurus kota Kenji.
Mereka merupakan budak bebas yang telah Diego beli. Juga beberapa warga pengangguran yang dikirim oleh penguasa kota Mainter.
Yaitu Marquis of Rean Mainter.
Juga beberapa barang untuk modal Leo selama pembangunan kota Kenji.
Semua orang senang serta bangga dengan pencapaian Leo. Sementara Leo sedang melakukan pertemuan di salah satu bangunan kota Kenji.
"apa yang ingin tuan bicarakan?"
Leo memegang sebuah surat dari kakeknya. Dikatakan jika mereka mengirim puluhan orang untuk membantu pembangunan kota Kenji. Serta beberapa barang untuk modal Leo.
"kita akan menerima puluhan orang yang dikirim kakek Diego. Namun permasalahannya, kita tidak memiliki kantor untuk mengatur seluruh kota."
"jadi anda ingin kita untuk membangun kediaman untuk anda?" Jack memastikan pemikirannya sama dengan Leo.
"iya! Kau benar. Setelah mereka sampai, kita akan membangun kediaman terlebih dahulu. Lalu membangun tembok pertahanan untuk membatasi hutan kematian."
Mereka mengangguk setuju dengan rencana Leo.
"gleduk.... Gleduk..."
Suara rombongan kereta kuda berhenti terdengar. Sylf yang posisinya berada paling dekat dengan jendela melihat keluar dan terlihat rombongan dengan jumlah puluhan orang. Serta beberapa kereta yang mengangkut persediaan.
"tuan! Mereka sudah sampai!"
Leo berdiri lalu berjalan keluar. "Kalau begitu, mari kita sambut mereka."
Para rombongan itu, melihat Leo dan pasukannya langsung membungkuk hormat.
Namun beruntung mereka tidak terlihat takut sama sekali. Karena mereka tahu jika Leo adalah keturunan dari Diego Meiter. Orang yang telah membebaskan mereka.
"angkat kepala kalian. Dan terimakasih karena telah datang kemari untuk membantuku. Kita akan membangun kota ini menjadi kota yang baru. Jadi, aku minta kepada kalian untuk bersemangat dalam bekerja nantinya."
Pidato singkat Leo membuat semua orang yang mendengarnya merasa bersemangat.
Apa lagi diucapkan oleh orang yang sangat terkenal seperti Leo.
"siap tuan!"teriak semua orang.
"Elena! Sylf!"
"siap tuan!" Elena dan Sylf mendekat untuk menerima perintah Leo.
__ADS_1
"tolong catat semua informasi tentang orang-orang ini. Mulai dari nama, umur, asal, juga keahlian mereka. Entah mereka bisa membaca, merajut, memancing, atau apapun itu. Catat saja semuanya."
"baik tuan!" Elena dan Sylf menerima perintah Leo.
"Phinix! Kamu temani mereka!"
"sesuai keinginan anda tuanku!" Phinix membungkuk hormat.
"untuk Jack dan Brock, kalian ikut aku untuk mengurus barang yang mereka bawa."
"baik tuanku!" "Ho.." mereka membungkuk hormat juga.
Para rombongan merasa kagum dengan sosok Leo yang sangat hebat.
Leo kembali menghadap ke para rombongan.
"untuk yang membawa barang bawaan dari kakek, ikuti aku dan yang lain bisa langsung mendata diri kalian ke Elena atau Sylf."
Leo berjalan meninggalkan lokasi dan menuju ke sebuah wilayah yang cukup luas di tengah kota.
Mereka yang tidak membawa barang untuk Leo segera berkumpul mengikuti Elena dan Sylf.
Sementara yang membawa kereta barang, mengikuti Leo.
Dengan total 10 kereta barang, jumlah barang yang dibawa tidak main-main.
Leo segera mengelompokkan barang tersebut sesuai dengan apa yang ia perlukan.
"makanan pokok, peralatan, bahan bangunan, dan juga koin emas. Sepertinya kakek sudah tahu apa yang aku perlukan."
Namun Leo sangat terkejut dengan jumlah emas yang kakeknya kirim. Entah berapa seluruh kaoin emas didepannya. Yang pasti, peti dengan ukuran satu meter terisi penuh.
" tuan! Bukankah jumlah ini terlalu banyak? Bagaimana mungkin tuan Diego memiliki kekayaan sebanyak ini?" Jack penasaran asal dari koin emas ini.
"tidak mungkin jika ini hanya dari kakek. Pasti ada beberapa bangsawan yang juga ikut berkontribusi."
Mendengar percakapan Leo dan Jack, seorang pria yang bertanggung jawab dengan semua barang ini mendekat. "maaf tuan! Saya adalah orang yang bertanggung jawab pada pengiriman barang-barang ini. Ini ada dokumen tentang para bangsawan yang telah berkontribusi dengan berbagai barang."
Ia menyerahkan beberapa lembar kertas dokumen.
Leo menerima dokumen tersebut lalu membacanya. "sepertinya memang benar! Tak kusangka jika mereka bergerak dengan cepat."
Jack penasaran dengan isi dokumen yang dipegang Leo.
Sementara Brock tidak peduli dengan apa yang mereka bicarakan.
__ADS_1
Leo menyerahkan dokumen tersebut kepada Jack agar ia juga tahu.
Jack menerima dokumen tersebut dan langsung terkejut. Melihat sejumlah nama bangsawan yang ikut berkontribusi dalam pembangunan kota Leo.
"Diego Meiter, Rean Mainter, Duke Gustaf, Donovan, Duke Artim, bahkan keluarga kerajaan juga. Pantas saja jika jumlahnya sangat besar. Namun tidak di beritahukan jumlah yang mereka berikan." Jack penasaran dengan jumlah uang yang Donovan berikan.
"juga, ada beberapa surat untuk anda!"
Leo menerima beberapa surat dari para bangsawan.
"terima kasih!"
"Kalau begitu saya undur diri!" pria tersebut berjalan mundur kembali bersama rombongannya.
Leo memasukkan surat tersebut kedalam cincin spasial.
"Jack! Kau simpan bahan makanan ini! Aku akan mulai membuat desain untuk mansion. Dan untuk kalian, segera pergi ke Elena dan Sylf untuk mendata diri."
Leo pergi meninggalkan mereka setelah membawa peti berisi koin emas. Lalu semua anggota rombongan pergi menuju ke tempat Elena dan Sylf mencatat data diri.
Setelah mereka pergi, hanya menyusahkan Jack dan Brock. Mereka juga segera menyimpan bahan makanan ke tempat penyimpanan milik Black Guild.
Leo duduk dan berpikir tentang bentuk dari kediamannya. "mansion seperti apa yang akan aku bangun? Apa perlu untuk membuat kastil seperti Disney land? Tidak! Itu terlalu sulit."
Leo berpikir dengan keras "hemm.. Apa yang aku perlukan untuk kediaman ku? Keindahan? Kemewahan? Keamanan?"
Leo masih bimbang dengan pilihannya. Hingga ia menyadari jika tidak peduli seperti apa bentuk dari kediamannya, namun yang penting adalah fungsi dari setiap ruangan. Akhirnya ia membuat sebuah desain mansion dengan ukuran cukup besar.
Leo segera menggambar desain tersebut sebelum imajinasinya menghilang. Tercipta gambaran sebuah mansion berbentuk persegi panjang dengan tiga lantai.
Lalu di bagian luarnya, Leo mengambil wilayah dalam bentuk persegi.
Di bagian depan, akan dibangun taman dan air mancur. Sementara di belakang, akan dibangun lapangan latihan serta taman untuk bersantai.
"hehe.. Hehe.."
Leo sangat bersemangat dalam imajinasinya. Ia terus mencoret kertas untuk menggambar desain mansion hingga membuatnya tidak menyadari jika Jack, Sylf, Elena, Brock, dan Phinix sedang berada di dekatnya.
"ehemm.. Tuan... Tolong jangan menggunakan ekspresi seperti itu! Itu terlalu aneh untuk anda." Jack menyadarkan Leo dari semangatnya.
"ah... Kapan kalian datang kemari?"
"Sudah dari tadi sejak anda mulai bersemangat dalam kegiatan anda."
Leo menjadi malu karena telah menunjukkan ekspresi yang bagi mereka cukup aneh.
__ADS_1