Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
49. Perencanaan.


__ADS_3

Leo masuk ke ruang kerja Diego Meiter. Dengan disambut oleh Phinix yang tampak berbeda dari biasanya.


"kau terlihat lebih cantik dengan rambut di ikat."


Rambut panjang phinix yang sebelumnya terurai sekarang menjadi lebih rapi dengan ikatan pony tail.


"terima kasih tuan! Silahkan." wajah Phinix memerah mendapatkan pujian dari Leo.


"bagaimana informasinya?" kakek Leo membuka pembicaraan.


Leo duduk dan mengeluarkan kertas informasi dari Catatan Armor mengenai kota kenji.


"semua informasinya ada disini." kertas informasi itu diberikan kepada Diego untuk di lihat.


Diego membaca informasi dengan seksama dan teliti. Tak satu kata pun terlewati.


Diego terkejut dengan fakta bahwa kota kenji juga memiliki hubungan dengan para bangsawan kontra.


" jadi, apa rencana mu setelah mendapat semua informasi ini?"


Leo memikirkan kembali rencana yang telah ia buat sebelumnya. "aku dna Phinix akan menyerang dari dalam. Karena target utama adalah ketua dari guild gelap."


Jack dan yang lain cukup terkejut dengan rencana Leo untuk menyerang langsung ketua guild gelap. Mereka tentu khawatir dengan keselamatan tuan mereka mencoba protes. Namun menghentikan aksinya saat Leo meneruskan ucapannya.


" untuk Jack, Sylf, Elena dan Brock berjaga di luar perbatasan dan jalur informasi. Tugas kalian adalah memastikan tidak ada anggota guild gelap yang berhasil kabur atau pun memanggil bala bantuan."


"bukankah terlalu berbahaya jika hanya anda dan Phinix saja yang melakukan serangan? Jumlah musuh terlalu banyak jika hanya dihadapi berdua." Jack melakukan protes karena menganggap jika keputusan Leo terlalu gegabah.


Leo tersenyum mendengar pendapat Jack yang mengkhawatirkan dirinya. "tenang saja. Aku dan Phinix saja sudah cukup untuk meratakan satu kota. Namun jika ada bala bantuan atau ada yang berhasil kabur, itu akan merepotkan jika mereka mendirikan kekuatan baru untuk menyerang kita."


Diego Meiter setuju dengan cara berpikir Leo. Dalam penyerangan suatu wilayah, memang harus selalu memikirkan jauh untuk ke masa depan. Karena pondasi kekuatan bangsawan tidak bisa dibangun hanya dalam beberapa hari.

__ADS_1


" apa anda yakin dengan keputusan anda?" Jack masih mengharapkan agar tuannya merubah rencananya yang dianggap terlalu berbahaya.


"tentu saja. Karena menurutku, itu adalah rencana paling efisien untuk situasi sekarang. Apa lagi kita tidak mengetahui hubungan mereka dengan para bangsawan dari keluarga mana."


Anggota Twin Tea Party hanya bisa menurut karena Leo lebih paham dengan strategi pertempuran dengan manusia. Sementara mereka lbih berpengalaman jika harus bertarung melawan monster beast.


"ada satu informasi lagi yang harus kita bahas." Leo melanjutkan pembicaraan dengan informasi baru.


"apa itu?" semua orang penasaran dengan informasi baru Leo.


"Yang Mulia Raja akan datang dalam pelantikan anggota asosiasi besok di akademi awal."


Semua orang terdiam membeku mendengar informasi yang Leo berikan. Dalam sejarah, tidak ada masa dimana raja sendiri menghadiri pelantikan anggota asosiasi penyihir. Karena biasanya raja akan mengirim penyihir kerajaan dalam pelantikan tersebut.


" seharusnya ada alasan khusus jika sampai Yang Mulia Raja sendiri yang ikut menghadiri acara. Namun aku tidak melihat adanya kemungkinan alasan lain selain karena adanya dirimu." sebuah spekulasi keluar dari mulut Diego Meiter.


"aku juga beranggapan begitu. Dengan catatan sebelumnya dimana raja tidak pernah sekalipun datang, membuat kedatangannya menjadi sebuah keanehan sendiri. Dan besok juga bertepatan dengan pelantikanku." Ucap Leo.


Merasa sudah tidak ada lagi yang harus dibicarakan, Leo memutuskan untuk beristirahat lebih awal.


"sebaiknya kita segera beristirahat. Karena besok pagi, kita akan melakukan perjalanan menuju Akademi Awal. Jangan lupa untuk memakai jubah Korps Leonardo. Kalian akan berperan sebagai pengawalku."


Leo meninggalkan ruangan bersama Phinix.


Sebelum tidur, Leo menyempatkan diri untuk berjalan-jalan di taman bersama Phinix. Lalu berhenti dan duduk disebuah gazebo.


" apa yang ingin tuan bicarakan?" Phinix penasaran alasan Leo membawanya kemari.


Leo mengeluarkan keris yang ia temukan di gunung Phoenix. "menurutmu, apa yang menyebabkan kita berada disana selama satu bulan? Sementara yang kita rasakan tidak lebih dari satu hari."


"apa anda ingat saat anda menggunakan skill pendeteksi dan merasa ada semacam penghalang yang membuat anda tidak bisa mendeteksi bentuk dari dalam gua." Phinix mengingatkan Leo saat dirinya menyebarkan mananya demi mendapat bentuk lokasi di sekitar.

__ADS_1


"aku mengingatnya. Awalnya aku berspekulasi jika yang menyebabkan itu adalah sebuah rune sihir tipe ruang. Namun dari awal tangga sialan itu, aku tidak merasakan adanya sebuah susunan rune. Tapi ada satu kekuatan yang sempat aku rasakan namun aku tidak mengerti kekuatan apa yang aku rasakan. "


Mengingat kembali saat Leo hendak menuruni tangga dan merasakan kekuatan aneh di goa gunung Phoenix. Namun karena tidak merasakan niat buruk dari kekuatan tersebut, Leo hanya lewat tanpa memeriksa terlebih dahulu.


Meski sudah memikirkan dengan keras, Leo masih tidak menemukan kemungkinan asal dari kekuatan tersebut. Bahkan dari ingatan yang telah Dewa Semar berikan.


"mungkin itu adalah kekuatan yang jauh dari pemikiran kita. Lupakan saja itu untuk sekarang. Sebaiknya kita lekas beristirahat."


"baiklah tuan!"


Mereka pun pergi tidur di kamar masing-masing.


Besok pagi buta, Leo dan anggota Twin Tea Party bersiap untuk berangkat meski matahari masih belum muncul. Karena lokasi Akademi Awal berada di kota sebelah. Membutuhkan 2 jam perjalanan dengan kereta kuda.


Bukan hanya mereka yang akan ikut. Namun juga ada ayah dan ibu Leo yang menjadi wali dari Leo. Mengingat jika Leo masih berusia 11 tahun.


Dengan dibantu oleh beberapa pelayan menyiapkan sarapan lebih awal. Mereka menyempatkan diri untuk makan bersama sebelum berangkat.


"hahah... Aku tidak menyangka kalau Leo akan menjadi anggota dari Asosiasi Penyihir. Karena dulu aku melatihmu menjadi seorang ksatria." ayah merasa bangga dengan pencapaian Leo yang memuaskan.


"itu karena kau tidak memperhatikan bakat dari anakmu!" tegur Leo yang merasakan ayahnya yang seenaknya saja.


"Leo benar sayang. Seharusnya kamu lihat dulu bakat apa yang dimiliki oleh anak kita. Bukannya langsung melatih mereka." ibu ikut menegur ayah.


"ya.. Maaf. Setidaknya mereka memiliki kemampuan lain saat terdesak."


Ayah benar dengan spekulasinya. Jika suatu saat Leo tidak bisa menggunakan sihir, setidaknya kemampuan berpedangnya juga akan berguna.


Karena cukup jarang ada orang yang mampu menguasai kemampuan sihir dan berpedang seperti Leo. Menjadikan dirinya sangat istimewa dalam pertarungan jarak dekat atau menengah.


Mereka segera menyelesaikan sarapan agar tidak terlambat dalam upacara pelantikan Leo di kota sebelah.

__ADS_1


Setelah semua sudah siap, Leo serta orang tuanya naik ke kereta kuda. Sementara anggota Twin Tea Party yang lain mengendarai kuda dengan jubah Korps Leonardo.


__ADS_2