Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
83. Lokasi Pelatihan.


__ADS_3

"bugh.."


Suara kaki Leo menginjak tanah setelah melesat cukup cepat. Ia sampai di depan toko Catatan Armor.


Dengan dua orang tak sadarkan diri, Leo membawa mereka masuk.


"hem..?sepi sekali!"


Leo tidak mendapati seorang pun yang berada di toko.


Lalu seseorang keluar dari pintu ruangan dalam.


"tuan Leonardo!"


Orang tersebut lantas membungkuk menyambut kedatangan Leo.


"kau siapa?"


"ah.. Saya salah satu anggota kelompok Catatan Armor."


Leo mengerti dan penasaran dengan lokasi dari ketua Anthony.


"dimana Anthony?"


"ketua berada di lokasi pelatihan. Dan saya kemari untuk mengambil alat-alat latihan."


"kalau begitu, cepat ambil alat-alatnya dan antarkan aku kepada Anthony. Ada yang harus aku sampaikan."


"baik!"


Orang tersebut langsung dengan cepat mengambil peralatan yang diperlukan. Lalu kembali dan melihat dua orang yang Leo bawa.


"apa tuan perlu bantuan?"


"tidak perlu!"


Orang tersebut mengerti dan segera mempersiapkan Leo untuk berjalan lebih dulu.


"silahkan!"


Leo berjalan lebih dulu sementara orang tersebut melihat Leo dari belakang dengan tatapan takjub.


'tuan Leo kuat sekali! Meski tubuhnya sangat kecil, namun kekuatannya lebih kuat dari orang dewasa. Bahkan aku saja pasti akan kesulitan untuk membawa dua orang dewasa secara bersamaan.'


Mereka lewat belakang dari markas Catatan Armor lalu menuju ke sebuah tebing. Jaraknya cukup jauh mengingat lokasi tersebut sangat rahasia.


Dengan melesat seperti ninja, mereka dengan cepat sampai di lokasi. Dari pohon ke pohon mereka lalui untuk menghindari adanya jejak jalur mereka.


"kita sampai!"


Leo berhenti setelah sampai. Namun belum berada di lokasi. Melainkan tempat yang bisa digunakan untuk melihat semua kegiatan mereka.


Melihat lokasi dari tempat pelatihan mereka, Leo merasa takjub sekaligus tercengang. Lokasinya berada di antara hutan dan tebing. Dimana tebing memiliki goa yang cukup besar. Dan luarnya yang terlihat kecil karena adanya pohon yang sangat besar. Hal itu bisa digunakan untuk menutupi keberadaan mereka.


"mari!"

__ADS_1


Pria tersebut mengajak Leo setelah selesai memeriksa lokasi keberadaan mereka.


Mereka melesat dan sampai di lokasi. Lebih tepatnya di depan goa dengan ukuran tinggi 5 meter dan lebar 7 meter.


Suasana lokasi sangat ramai dengan banyaknya anggota yang masih berlatih keras. Namun mereka tidak terganggu dengan kedatangan Leo. Karena mereka lebih fokus dalam latihan yang sangat keras sesuai program yang Leo berikan.


"tuan tunggu disini dulu. Saya akan memanggilkan ketua."


Leo mengangguk dan menunggu Anthony.


Pria tersebut langsung melesat ke kedalaman hutan untuk memberitahu Anthony tentang kedatangan Leo. Karena Anthony sedang melatih unit khusus dengan lebih keras.


Hingga ia sampai di lokasi Anthony dan segera menghampirinya.


"ketua!"


Anthony menoleh ke arah teriakan pria itu.


"bagaimana?"


"saya sudah membawa semua alatnya. Namun ada hal yang lebih penting yang harus saya sampaikan."


Anthony penasaran dengan apa yang anggotanya tersebut maksud.


"apa itu?"


"tuan Leo datang. Dan tampaknya ada sedikit masalah. Ia membawa dua orang asing yang tampaknya adalah assasin."


Mendengar itu, Anthony menjadi khawatir dengan masalah yang datang. Ia segera menghentikan latihan dan kembali ke lokasi Leo.


"baik!"


Mereka menghentikan latihan dan segera beres-beres.


Sementara itu, Anthony langsung melesat menuju tempat Leo.


"lah? Ini alat-alatnya bagaimana? Huh.. Sudah lah! Bawa saja!"


Tak lama Anthony sampai di hadapan Leo.


"selamat datang di area pelatihan tuan! Maaf jika membuat anda menunggu terlalu lama."


"tidak masalah!"


Anthony melihat dia orang yang Leo bawa di pundaknya.


"mereka berdua siapa?"


"hem..? Ah.. Mereka adalah assasin yang dikirim untuk membunuhku. Namun setelah dikalahkan, mereka tidak mau membuka mulut tentang identitas mereka yang pihak yang mengirim mereka. Jadi aku berencana untuk melakukan introgasi."


Anthony menjadi kepikiran dengan kemampuan introgasi Leo. Karena dari manapun dilihat, Leo hanya anak kecil tanpa catatan mata-mata sama sekali.


"apa tuan yakin bisa membuat mereka buka mulut?"


Mendengar ucapan Anthony, Leo merasa jika dirinya di remehkan dalam hal ini. Meski memang dirinya pertama kali melakukan introgasi secara langsung. Namun ia sudah pernah melihat berbagai cara yang digunakan untuk membuat mata-mata yang setia membuka mulut mereka dari film yang ia tonton di kehidupan sebelumnya.

__ADS_1


"kau terlalu meremehkan aku Anthony!"


"maaf atas ketidak sopanan saya tuan!"


Leo mendapat sebuah ide.


"tidak masalah! Kalau begitu, kumpulkan semua anggota. Akan aku tunjukkan caraku mengintrogasi mereka. Jadi kalian bisa belajar cara untuk membuat musuh bicara."


Anthony menjadi semakin penasaran dengan cara Leo melakukan introgasi.


"baik tuan!"


Anthony segera mengumpulkan para anggota yang masih berlatih.


Sementara itu, Leo menurunkan kedua orang yang ia bawa lalu mengikat tangan serta kaki mereka.


Setelah itu, ia membuat garis persegi di sekitar dengan mana yang ia gunakan sebagai lokasi rune sihir.


Leo berkonsentrasi untuk membuat sebuah penghalang berbentuk kubus sesuai tanda yang ia buat.


Sebuah ruang khusus berbentuk kubus tercipta yang membuat Leo dan dua orang yang ia bawa terkurung. Dari dalam terlihat jika penghalang tersebut berwarna hitam pekat. Tanpa membuat orang yang berada di dalam dapat melihat maupun mendengar suara dari luar.


Kecuali Leo yang merupakan pemilik dari penghalang ini.


Namun mereka yang berada di luar penghalang, dapat dengan jelas melihat dan mendengar apa yang terjadi di dalam penghalang. Seperti tidak ada penghalang sama sekali.


Sambil menunggu mereka berdua sadar, Leo berpikir tentang metode yang akan ia gunakan dalam introgasi kali ini.


"hem.. Metode apa yang akan aku gunakan? Serangan fisik atau mental?"


Bersamaan dengan itu, semua anggota kelompok sudah mulai berkumpul. Hanya tersisa anggota yang berada di tempat terjatuh dari latihan.


"hah.. Sudahlah! Pakai saja keduanya."


Tak lama Anthony kembali dengan kelompok yang tersisa.


"tuan! Semua orang sudah berkumpul!"


Leo keluar dari penghalang untuk memberikan sedikit penjelasan.


"ehem.. Selamat siang semuanya! Seharusnya kalian sudah tahu dengan identitasku sebagai pemilik dari kelompok Catatan Armor. Dan maaf jika aku harus mengganggu latihan kalian.


Secara kebetulan, aku membawa dua orang yang merupakan assasin pembunuh. Namun mereka tidak memberikan identitas mereka. Jadi sekalian aku akan memberikan pengetahuan bagaimana cara untuk mengatasi musuh yang seperti ini. Jadi, perhatikan baik-baik!"


"siap!"


Leo kembali masuk ke penghalang dan kembali fokus pada mereka berdua yang sampai saat ini masih belum sadar.


"huh.."


Leo tidak menyangka jika kedua assasin ini masih belum sadar sama sekali. Akhirnya Leo mengambil sebotol air dan menyiramkan ke wajah mereka berdua.


"woi! Bangun woi!"


Namun mereka masih belum sadar sama sekali.

__ADS_1


__ADS_2