
Leo keluar dari ruangan dan disambut dengan tatapan belasan orang yang berada disana. Tanpa memperdulikan mereka, Leo berjalan keluar dari gedung lalu mencari anggotanya.
Namun tak lama seorang wanita memanggil Leo. "tuan Leo!"
Leo menoleh dan melihat Elena yang sedang berlari mendekat.
"Elena! Mana yang lain?" Leo penasaran dengan keberadaan anggota yang lain.
"mereka sudah menunggu di halaman depan."
"kalau begitu kita kesana."
"baiklah." Leo dan Elena berjalan menuju ke halaman depan.
Melewati lorong yang sebelumnya ia lewati bersama Yang Mulia Raja, Leo mendapat sapaan hangat dari para menggemarnya.
Kebanyakan penggemarnya adalah wanita. Mereka sangat gemas dengan Leo yang imut dan ingin memeluknya. Namun dihalangi oleh Elena.
Sementara penggemarnya yang pria, hanya merasa kagum dengan bakat dan kemampuan Leo. Tidak seperti para wanita yang tampak berbahaya untuk Leo dekati.
Leo dan Elena mempercepat langkah mereka untuk pergi.
Mereka hampir sampai di halaman depan Akademi Awal dan semakin banyak orang yang ingin bertemu langsung dengan idola mereka.
Hingga mereka sampai di halaman dan melihat suasana ramai oleh para penggemar.
Terlihat beberapa anggota asosiasi yang baru di kerumuni oleh para penggemar. Mereka tampak kesulitan dengan orang-orang yang ingin berjabat tangan bahkan meminta tanda tangan mereka.
Bahkan para petugas keamanan sampai kuwalahan menghadapi banyaknya orang yang ingin bertemu dengan mereka.
"tuan Leonardo!" seorang penggemar menyadari kehadiran Leo dan berteriak memanggil namanya.
Mendengar nama dari tokoh utama hari ini, semua orang menoleh dan melihat Leo yang sedang bersama Elena. Sontak mereka mendekat dan mengerumuni Leo.
"tuan! Saya minta tanda tangan!"
"tolong jabat tangan saya!"
"menikahlah dengan saya!"
"cium saya!"
Berbagai permintaan terlantar dari mulut para penggemar. Elena yang bersama dengan Leo, dengan sigap menghadang rombongan para penggemar yang semakin lama semakin banyak jumlahnya.
Leo yang dikerumuni oleh para penggemar hanya tersenyum. 'jadi seperti ini rasanya menjadi terkenal?'
Jack dan anggota yang lain menyadari Leo sedang di lindungi oleh Elena segera datang membantu.
Mereka dengan cepat membuat jalan untuk Leo kembali ke kereta kudanya.
"tuan!"
"mana ayah dan ibu?"
"mereka sudah menunggu anda di kereta kuda."
Leo segera berjalan menuju kereta kuda. Ia khawatir jika terjadi kerusuhan di ramainya orang.
Hingga ia sampai di kereta kuda, ia masuk dan disambut oleh ibu dan ayah.
__ADS_1
"Leo!" ibu langsung menarik Leo kedalam pelukannya.
"ibu!" Leo hendak meronta melepaskan pelukan ibu yang semakin lama semakin erat.
"hahahaha... Bagaimana rasanya menjadi terkenal?" ayah bertanya perasaan Leo setelah melihat anaknya di kerumuni oleh para penggemar.
Dalam pelukan ibu, Leo menjawab. "mengelikan!"
"sayang! Lepaskan dulu putramu ini! Dia sudah tidak bisa bicara dengan jelas." ayah mengingatkan ibu untuk tidak memeluk Leo terlalu erat.
"maaf!" ibu lantas melepaskan pelukannya.
"hah.. Mengerikan! Namun juga menyenangkan." Leo mengatur napas dan kembali menjawab pertanyaan ayah sebelumnya.
"juga ibu! Tolong jangan memelukku terlalu erat! Bagaimana jika adikku juga merasa sesak?" Leo menegur ibunya yang sedang mengandung.
Dengan wajah sedih, ibu berkata kepada Leo. "apa kamu sudah tidak ingin dipeluk oleh ibu?"
Melihat wajah sedih ibu, Leo tidak tega. "bukannya begitu, aku hanya tidak mau adikku kenapa-napa. Jadi jika memelukku, tolong jangan terlalu erat."
Wajah ibu kembali senang "baiklah."
Ibu kembali memeluk Leo namun tidak seberat sebelumnya.
"tuan! Apa kita bisa kembali sekarang?" Jack bertanya untuk memastikan Leo siap untuk kembali.
"ya!"
Mendengar jawaban Leo, Jack segera memberitahu yang lain untuk berangkat menuju ke kediaman.
"semuanya! Kita kembali sekarang!"
Mereka naik ke kuda masing masing dan mulai bergerak meninggalkan Akademi Awal.
Di sisi lain, Tomen menjadi kesal dan iri atas apa yang dimiliki Leo. Bukan hanya mendapat penggemar lebih banyak. Namun pengawal yang menjaganya juga seorang yang terkenal.
Berbeda dengan dirinya yang di kawal oleh prajurit keluarganya sendiri.
"cih.."
*
Kembali ke kereta Leo.
"ah.. Akhirnya tenang juga."
Leo merasa lega suasana menjadi tenang.
Ayah dan ibu yang melihat anaknya menghela napas, menjadi senang dan tersenyum.
Hingga perlahan mereka melihat Leo menutup mata dan tertidur di pelukan ibu.
Ibu membelai rambut hitam Leo dengan lembut. Lalu mengecup keningnya.
Rombongan Leo kembali menuju kediaman keluarga Meiter di kota Mainter.
Dengan Leo yang sedang tertidur didalamnya.
Beruntung di perjalanan tidak terjadi masalah hingga mereka sampai di kediaman saat malam tiba.
__ADS_1
Dari kejauhan, penjaga gerbang melihat rombongan Leo sudah kembali segera menuju ke rumah utama untuk melapor kepada tuan Diego.
"tuan! Rombongan tuan muda Leonardo sudah kembali!"
Diego dan keluarganya yang baru saja selesai makan malam menjadi senang mendengar berita kembalinya Leo.
Kereta kuda Leo masuk kehalaman dan berhenti di depan pintu kediaman.
Jack membuka pintu kereta. "tuan! Kita sudah sampai."
Namun Jack melihat Leo dan ayahnya tertidur. Sementara ibunya masih terjaga memegang Leo.
Leo yang mendengar suara Jack lantas terbangun. Dengan mata sayup ia melihat keluar pintu kereta.
"Sudah bangun?" ibu memastikan jika Leo sudah bangun.
Leo mengangguk lalu bangun dan berjalan keluar.
Ia disambut oleh seluruh keluarga kakeknya dengan meriah.
"selamat datang kembali!" Ucap semua orang.
"bagaimana acaranya?" Diego Meiter bertanya tentang acara.
"begitulah!" Leo menjawab dengan nada malas lalu menguap.
Ibu turun dari kereta dan memegang bahu Leo.
"tampaknya ia sudah kelelahan. Sebaiknya antarkan dia menuju kamarnya." Diego menyuruh ibu mengantar Leo untuk beristirahat.
Akhirnya ibu menggiring Leo untuk pergi ke kamar.
Jack yang menyadari jika Donovan masih tertidur dan mereka nampak melupakan dirinya.
Sebuah ide muncul di kepala Jack. Senyum jahil muncul di wajah Jack. Ia lantas menutup pintu kereta dan membiarkan ayah tetap didalam.
Ia lalu membawa kereta menuju ke tempat penyimpanan tanpa membuat ayah bangun.
Bersama dengan yang lain mengembalikan kuda mereka ke kandang.
"hihihi..." Jack tidak sabar melihat ekspresi ayah saat bangun dan mendapati dirinya sendirian di dalam kereta.
Setelah mengembalikan kuda dan kereta, mereka pergi untuk makan makanan yang telah pelayan siapkan khusus untuk mereka.
Jack berjalan bersama yang lain dengan wajah tersenyum.
Elena, Sylf, Brock, bahkan Phinix penasaran dengan Jack yang terus tersenyum tidak jelas.
"kau kenapa Jack?" tanya Elena.
"apa kalian tidak melupakan sesuatu?"
Mereka berpikir sesuatu yang mungkin dimaksud oleh Jack. Namun tidak menemukan apa yang mereka lupakan.
"tidak!" mereka secara bersamaan menjawab.
Sylf yang penasaran dengan apa yang Jack maksud. "memang apa yang kami lupakan?"
Jack semakin tersenyum bahkan tertawa kecil. "kalian juga akan mengetahuinya nanti!"
__ADS_1
Jawaban Jack semakin membuat mereka penasaran.