Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
93. Anggur Terenak.


__ADS_3

Akhirnya mereka membebaskan para sandra. Sementara Leo memeriksa mayat para bandit yang mungkin menyimpan barang berharga.


Satu persatu Leo memeriksa mereka dan menemukan 5 cincin spasial dan 1 kantong spasial.


Leo memeriksa isi dari cincin dan kantong tersebut. Di kantong spasial ditemukan puluhan koin emas dan beberapa makanan dan minuman keras.


Lalu di cincin spasial, dari 5 cincin spasial yang salah satunya milik pemimpin bandit terdapat ratusan koin emas dan koin perak. Bahkan Leo juga menemukan senjata serta Armor yang jumlahnya cukup untuk di berikan kepada seratus orang prajurit.


"aku tidak menyangka jika bandit ini memiliki sangat banyak harta. Sepertinya mereka sudah lama melakukan pekerjaan ini."


Leo senang dengan apa yang ia peroleh hari ini. Untuk mayat-mayat yang tergeletak di sana, Leo akan serahkan mereka kepada para penduduk.


Setelah Leo memeriksa semua bawaan kelompok bandit tersebut, Leo kembali menghampiri para penduduk yang telah membebaskan para sandra.


Namun apa yang ia lihat adalah mereka yang duduk berlutut dengan ekspresi memelas. Seakan meminta kebebasan kepada Leo.


"kenapa ekspresi kalian seperti itu?"


Leo penasaran dengan apa yang ia lihat.


Seorang pria tua yang tampaknya adalah kepala desa berjalan mendekat lalu menunduk.


"a.. Apa yang akan anda lakukan kepada kami? Kami tidak punya apa-apa lagi. Tolong bebaskan kami tuan!"


Mendengar itu, Leo mengerti kenapa mereka memiliki ekspresi seperti itu. Dimana mereka tampak masih takut dengan wujud baru Leo.


"huh.. Kalian tenang saja! Aku tidak akan melakukan apapun kepada kalian. Sekarang kalian bereskan saja tempat ini. Sekalian urus mayat mereka."


Leo menunjuk pada mayat para bandit yang terlihat sangat mengenaskan.


Mendengar ucapan Leo, para penduduk merasa aman dan tenang. Mereka segera melaksanakan perintah Leo dengan memperbaiki bangunan, barang berharga, serta mengobati para penjaga desa yang terluka.


"hormon maaf tuan! Kalau boleh saya tahu, anda ini siapa dan apa?"


Kepala desa penasaran dengan wujud Leo yang tidak pernah ia lihat sebelumnya.


"namaku Kitsune. Dan aku adalah demi human. Apa kau tidak pernah melihat demi human sebelumnya?"


"sangat jarang ada demi human yang datang berkunjung ke desa kami. Bahkan hampir tidak pernah ada. Jadi kami cukup penasaran dengan ras anda.


Namun saya pernah melihat ada budak demi human. Tapi hanya memiliki satu ekor saja. Sementara anda memiliki sembilan ekor. Ini sangat langka."


Mendengar itu, Leo tertawa karena menyadari jika dirinya memang aneh dimata dunia.

__ADS_1


" hahahah.. Yah! Itu memang aneh jika dipikirkan. "


Kepala desa yang melihat Leo tertawa meski menggunakan masker, sudah merasa tenang tanpa khawatir jika Leo adalah orang jahat.


"kalau begitu silahkan ikut saya ke rumah! Meski tak besar namun cukup nyaman untuk berbincang di sana."


Leo mengangguk dan mengikuti kepala desa menuju rumahnya.


Mereka berjalan hingga sampai di sebuah rumah yang tampak berantakan akibat penjarahan para bandit.


" silahkan! "


" permisi! "


Mereka masuk dan disambut dengan beberapa perabotan yang kacau meski tak mengalami kerusakan berarti.


Kepala desa segera mengembalikan posisi barangnya seperti semula.


"silahkan duduk! Saya mau ke dapur dulu."


Leo duduk di kursi yang sudah disiapkan kepala desa.


Matanya melihat sekitar dan merasa jika ucapan kepala desa benar. Suasana di ruangan sederhana ini memang lebih nyaman.


Tak lama kepala desa kembali dengan gelas serta kendi anggur.


"maaf! Hanya ini yang tersisa. Namun ini anggur terenak yang saya punya. Silahkan."


Kepala desa menuangkan anggur ke gelas lalu memberikannya kepada Leo.


"terima kasih!"


Leo menerima anggur tersebut lalu meminumnya dalam sekali teguk.


Mata Leo terbuka karena merasakan minuman dari kepala desa. Ia tidak menyangka jika anggur yang ia minum sangat enak. Cocok dengan selera lidahnya.


"aku tidak menyangka jika anggur ini sangat enak. Baunya tidak menyengat, rasa santai, dan aku merasakan campuran madu di dalamnya. Luar biasa."


Kepala desa merasa senang dengan apa yang Leo ucapkan. Mendapatkan pujian dari minuman yang ia buat sendiri sangat membuat dirinya puas. Meski ia belum mencicipi anggur miliknya.


" terima kasih atas pujiannya. Saya senang karena ada yang puas dengan minuman buatan saya."


"memang tidak ada yang pernah merasakan minuman ini?"

__ADS_1


Leo penasaran dengan ucapan kepala desa. Mustahil minuman seenak ini tidak memiliki peminat. Bahkan dirinya sempat ingin meminta beberapa kendi untuk dirinya sendiri.


"Tentu saja pernah. Namun apa yang mereka katakan adalah minuman saya kurang enak karena mengandung sedikit alkohol. Ini tidak mampu untuk mengangkat melelahkan mereka dengan cepat. "


"itu karena mereka tidak tahu nilai dari suatu barang."


Leo kembali meminta satu sloki lagi untuk ia minum.


"jadi, anda setelah ini mau kemana?"


"sebenarnya saya ada tugas untuk pergi ke ibukota kerajaan. Ada beberapa urusan disana."


Kepala desa penasaran dengan identitas dari Leo yang memiliki sebuah tugas. Apa lagi tujuan dari tugasnya berada di ibu kota kerajaan.


"maaf jika lancang. Anda dari pasukan mana?"


"ah.. Aku dari Korps Leonardo. Penguasa kota Kenji."


Mendengar itu, kepala desa terkejut bukan main. Ia tidak menyangka jika orang yang berada di depannya berasal dari pasukan terkenal.


"jadi anda dari pasukan terkenal! Suatu kehormatan bisa mendapatkan kesempatan untuk menyambut anda di desa kami."


Melihat kepala desa yang sangat menghormati dirinya, Leo penasaran dengan reputasinya di dunia luar.


"apakah Korps Leonardo seterkenal itu?"


"tentu saja tuan! Tidak ada yang tidak mengenal pasukan mereka setelah kemunculan tuan besar Leonardo Donovan. Bahkan tidak mungkin ada yang berani macam-macam dengan Korps Leonardo.


Bahkan pemimpin anda lebih terkenal lagi. Sosok yang dikatakan masih sangat muda sudah mampu memimpin sebuah pasukan bahkan mengalahkan kelompok kuat seperti Black Guild. "


Mendengar itu membuat Leo senang.


" lalu apa anda akan langsung melanjutkan perjalanan atau beristirahat disini dulu. Setidaknya saya masih memiliki kamar yang tersedia untuk anda gunakan. "


" Yah.. Itu cukup membantu. Sebenarnya aku juga ada maksud untuk berhenti disini. Dulu tuan Leonardo pernah melewati desa ini. Dan dikatakan ada seorang pandai besi yang sangat ahli di desa ini. Jadi aku ingin meminta bantuan untuk dibuatkan senjata. "


Mendengar jawaban Leo, kepala desa menjadi agak sedih karena mengingat masa lalu.


Namun tak lama ia menjadi tegar dan tersenyum. Apa lagi orang dari pasukan terkenal memuji anaknya.


" anda benar. Dulu ada seorang pandai besi yang sangat hebat. Juga kebetulan ia adalah putra saya."


Mendengar ucapan kepala desa membuat Leo terkejut. Ia tidak menyangka jika orang yang ia cari adalah anak dari kepala desa sendiri. Namun apa yang membuatnya penasaran adalah kata dulu di kalimat kepala desa.

__ADS_1


__ADS_2