
Hari sudah sore. Leo berhasil menempa dua pedang ninjato. Sekarang ia mengasahnya hingga menjadi sangat tajam. Tak lupa ia membuat sarung pedang dan gagang agar lebih mudah dalam bertarung.
'pedang sudah jadi. Sekarang hanya tinggal membuat rune sihir pada pedang ini.'
Leo mengambil Magic Dust lalu mulai membuat rune sihir.
Rune sihir yang akan ia buat adalah sihir deteksi. Dengan sihir ini hanya Leo saja yang bisa menggunakan pedang miliknya. Lalu juga sihir pembersih untuk membuat pedang tersebut terawat.
Mengingat bahan dari pedangnya adalah adamantium, dimana bahan tersebut mampu menahan berbagai jenis sihir yang dapat di buat dalam rune pedang. Ia juga membuat rune sihir elemen untuk dapat menggunakan sihir saat bertarung menggunakan pedang.
Menurut Leo itu sudah cukup agar pedangnya masih bisa bertahan menahan berbagai jenis sihir yang dibuat.
Langkah selanjutnya Leo mengeluarkan mana dalam jumlah besar untuk mengukir rune bersama dengan Magic Dust di atas kedua pedang miliknya.
Semua orang tercengang dengan proses pembentukan rune sihir. Meski para blacksmith mampu membuat rune pada peralatan yang mereka buat, namun paling banyak mereka hanya bisa memasukkan dua jenis sihir saja. Itu pu nya dengan rasio keberhasilan yang relatif kecil.
Namun Leo dengan percaya dirinya membuat tiga jenis sihir sekaligus.
Kedua pedang Leo bersinar terang dalam proses pembentukan rune. Hingga beberapa tanda segel terbentuk.
Leo tersenyum senang dengan keberhasilan dirinya dalam membuat pedang dengan rune sihir untuk pertama kalinya.
Cahaya pada pedang Leo berangsur-angsur meredup. Menandakan jika proses pembentukan rune telah selesai.
Leo mencoba pedangnya untuk memeriksa apakah ada yang salah dengan pedangnya. Namun tampaknya tidak ada kesalahan apapun dalam proses penempaan dan pembentukan rune sihir.
"akhirnya selesai"
Semua orang tersenyum gembira karena telah menyaksikan proses pembuatan pedang yang tidak pernah mereka lihat sebelumnya. Dengan ini para blacksmith di toko menjadi termotifasi untuk bisa membuat senjata seperti milik Leo.
Nona Rosa semakin tertarik dengan Leo. Ia menjadi senang karena Leo berhasil membuat pedang seperti yang Leo harapkan.
"apakah disini ada tempat untuk menguji senjata?" Leo ingin menguji kemampuan dari pedangnya.
__ADS_1
"tentu ada. Silahkan ikuti saya." pemimpin blacksmith menunjukkan arah menuju tempat pengujian senjata.
"apakah sudah selesai?" Duke Gustaf tiba-tiba datang kembali setelah melakukan pekerjaannya.
"iya! Ini juga sesuai dengan harapanku. Dengan pedang ini aku akan lebih baik dalam bertarung." Leo cukup terkejut karena Duke Gustaf sudah kembali.
Mereka lalu pergi menuju tempat pengujian senjata.
Lokasinya berada di belakang bangunan. Sebuah lapangan terbuka dan terdapat beberapa batang kayu yang telah berdiri untuk menjadi target pengujian.
Leo mengenakan kedua pedangnya di punggung untuk memudahkan dirinya dalam bergerak.
Ia bersiap untuk menerjang target yang telah disiapkan.
Leo menarik nafas lalu menghembuskannya untuk mendapatkan fokus. Dengan total 5 target berada di depannya berniat untuk Leo serang dengan kecepatan penuh. Jika terdapat salah satu kayu yang tidak terpotong dengan halus, berarti pedangnya masih belum cukup tajam.
Semua orang termasuk Duke Gustaf penasaran dengan hasil dari ciptaan Leo.
Satu persatu kayu target terbelah, terpotong dengan sangat halus tanpa adanya hambatan.
"Cling. .. Cling... Cling... Cling... Cling..."
Dalam pandangan orang lain, Leo menghilang lalu muncul kembali dengan sangat cepat. Setelah kemunculan Leo, semua target langsung terpotong menjadi beberapa bagian.
Mulut semua orang terbuka lebar mengetahui kecepatan dan efek serangan Leo.
'ini... Kemampuan sasuke? Dengan kemampuan ini, bahkan para penjaga kerajaan sekalipun itu akan mudah ia terobos. Kecepatan yang tidak mampu diikuti dengan mata dan akurasi serangan yang akurat. Bagaimana Leonardo Donovan memiliki ksatria seperti ini?' Duke Gustaf sangat terkejut melihat serangan Leo yang cepat dan akurat. Ia sekarang bahkan juga mulai merinding jika ia menjadi musuh Leo.
Nona Rosa malah semakin menyukai Leo yang sedang menyamar tersebut. Tanpa tahu wujud Leo yang sekarang sedang mengenakan topeng.
Semua orang bertepuk tangan menyaksikan kemampuan Leo untuk pertama kalinya.
Leo kembali menghilang dan muncul di depan Duke Gustaf. Ia lalu membungkuk untuk mengucapkan terima kasih atas bahan dan tempat yang telah disediakan. "terima kasih karena telah mengijinkan saya untuk menggunakan bahan langka ini."
__ADS_1
"haha... Tidak usah sungkan. Anggap saja itu bayaran karena telah menyelamatkan Rosa dari para monster." Duke Gustaf menjadi agak canggung.
Duke Gustaf menoleh ke Nona Rosa dengan perasaan bangga karena cucunya menyukai sosok yang sangat hebat. Bahkan sekarang ini ia sudah mulai memikirkan cara untuk membuat kerja sama dengan Leonardo Donovan.
" Jika sudah selesai, sebaiknya kita segera kembali. Karena hari sudah semakin gelap."
Leo, Duke Gustaf, dan Nona Rosa memutuskan untuk kembali ke kediaman.
Hari semakin gelap. Leo yang dari awal terlalu asik dengan pembuatan pedang sampai melupakan seseorang yang ia bawa. 'astaga. Aku lupa dengan guild master. Semoga saja ia tidak marah karena aku tinggal sendiri di kediaman.'
Hingga mereka sampai di pintu gerbang dan tampak dua orang penjaga dan seorang pria. Ia adalah guild master yang tampaknya sedang kesal karena ditinggal sendiri mengurus kuda.
Melihat guild master yang menunggunya membuat Leo menjadi tidak enak jika bertemu dengannya.
Duke Gustaf yang juga melihat guild master, turun dari kereta. "lama tidak berjumpa tuan Arnolf."
"lama tak jumpa tuan Gustaf."
Leo terkejut karena Duke Gustaf mengenal guild master. Awalnya ia ingin menyembunyikan identitas guild master. Namun mereka malah sudah saling mengenal.
"anda sudah saling kenal?" Leo penasaran dengan sejarah pertemuan mereka.
"tentu saja kami saling mengenal. Kami dulunya adalah rekan perjuangan selama perang melawan bangsa iblis." Duke Gustaf menjelaskan tentang perkenalan mereka.
"juga, kalian sudah saling kenal?" sekarang Duke Gustaf lah yang penasaran dengan hubungan Leo dan guild master.
Leo dan guild master saling menatap untuk membuat pilihan apakah mereka akan mengungkap identitasnya kepada Duke Gustaf, atau tetap menyembunyikanya.
Hingga setelah rapat virtual tersebut menghasilkan keputusan untuk menyembunyikan identitasnya untuk Leo. "aku adalah guild master. Dan Sasuke adalah salah satu petualang disana. Sekarang kami ingin menyelesaikan misi yang diambil olehnya."
"iya itu benar. Dan kebetulan saat menuju kemari kami bertemu dengan Nona Rosa dan pada akhirnya kami mengawal sampai di kota Argus karena memang memiliki tujuan juga sama."
"ahahah... Baiklah. Sekarang kita masuk dulu untuk membahas soal masa lalu." mereka masuk kekediaman dengan berjalan hingga kereta kuda sampai di bilang selingkuh.
__ADS_1