Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
55. Sihir Tingkat Legenda.


__ADS_3

Disaat Anatasya menggunakan sihirnya, Leo cukup terkejut dapat melihat orang lain menggunakan sihir tingkat menengah. Atau lebih tepatnya evolusi dari sihir dasar air.


"sekarang tinggal kamu saja ya!" wanita yang menemani Leo sebagai pemandu tersenyum kepada Leo.


Leo menoleh dan balas tersenyum dengan manis. "iya!"


"selanjutnya yang merupakan calon anggota asosiasi yang terakhir adalah... Leonardo Donovan!" Suara pembawa acara terdengar.


"kau sudah dipanggil. Jangan gugup ya!" wanita itu memberi semangat kepada Leo.


Leo tersenyum senang dengan sikap wanita itu. "terima kasih!"


Ia memeriksa pakaiannya agar tidak terlihat aneh. Lalu berjalan menuju ke tengah lapangan dengan sangat percaya diri.


Para penonton kembali bersemangat ingin melihat penampilan dari calon anggota yang terakhir. Namun saat Leo keluar, semua orang menjadi terkejut dengan penampilan Leo yang masih berumur 11 tahun. Mereka bertanya-tanya mengapa seorang anak kecil bisa menjadi calon anggota asosiasi?


Diantara para penonton yang bertanya-tanya, tentu ada beberapa orang yang mengenal dan mengetahui kemampuan Leo.


Mereka tetap bersorak dan bertepuk tangan menyambut penampilan dari Leo. Bahkan Yang Mulia Raja dan penyihir kerajaan yang memang tujuan utama mereka datang adalah untuk bertemu dengan Leo sudah tidak sabar melihat kemampuan sihir Leo.


Para penonton melihat kelompok Jack yang bertepuk tangan menghentikan pertanyaan mereka dan kembali memberi sorakan.


Leo sampai di tengah lapangan dan mendapat sorotan semua orang. Ia membungkuk untuk pertama kalinya kepada Yang Mulia Raja.


Sang Raja yang untuk pertama kalinya melihat Leo, merasa jika Leo seperti bocah pada umumnya. Ia tidak merasakan kekuatan yang besar dari dalam diri Leo.


Raja mengangkat tangan kanan merasa cukup dengan penghormatan yang Leo berikan.


"kau yakin jika anak ini seorang penyihir tingkat tinggi?" Yang Mulia Raja sempat tidak percaya dengan berita tentang Leo.


"tentu saja! Asosiasi tidak akan meluluskan orang tanpa kemampuan sihir sesuai penilaian mereka." penyihir kerajaan meyakinkan Raja meski dirinya juga masih ragu.


"semangat sayang!" suara seorang wanita terdengar lantang. Semua orang menoleh kearah wanita tersebut yang merupakan ibu dari Leo.


"jika kau tidak bisa menunjukkan kemampuan terbaikmu, aku akan menyuruhmu push up seribu kali." ayah yang berada di samping ibu juga ikut berteriak.

__ADS_1


Leo tersenyum bahagia melihat orang tuanya yang sangat bersemangat untuk melihat penampilan dirinya.


Akhirnya orang tua Leo juga menjadi sorotan para penonton. Namun tak lama mereka kembali memperhatikan Leo.


'hemm... Sihir apa yang akan aku gunakan?' Leo berfikir sejenak untuk mencari jenis sihir yang akan ia gunakan.


Lalu sebuah pemikiran muncul. Leo lantas menutup mata dan merentangkan tangan.


'hehe.. Akan aku perlihatkan sihir yang sangat menakjubkan!'


Dengan pengendalian mana yang sangat sempurna, ia mengatur pola pergerakan dan penggunaan mana di dalam tubuhnya.


Seperti Anatasya, Leo juga tidak menggunakan tongkat sihir. Hal itu juga membuat banyak orang mengharapkan suatu kejutan dalam penampilan Leo.


Semua orang menunggu Leo untuk mengucapkan mantra. Namun Leo tidak kunjung mengucapkannya. Membuat orang lain bertanya-tanya.


Namun, tanpa pembacaan mantra yang menurut Leo adalah hal yang sangat memalukan, Leo masih bisa dengan mudah menggunakan sihir.


Perlahan tubuh Leo terangkat ke langit. Hal itu mengejutkan semua orang yang menunggu Leo mengucapkan Mantra. Termasuk Yang Mulia Raja dan penyihir kerajaan.


Mata mereka terbuka lebar melihat Leo yang tanpa mantra mampu menggunakan sihir terbang. Bahkan penyihir kerajaan tidak percaya dengan apa yang sekarang ia lihat.


Tubub Leo semakin lama semakin tinggi. Bersamaan dengan naiknya Leo, langit yang sebelumnya terlihat biru cerah sekarang berubah menjadi gelap gulita. Awan hitam mulai muncul entah dari mana dan berkumpul membentuk pusaran dengan Leo sebagai pusatnya.


Semua orang yang awalnya meremehkan Leo menjadi agak merinding dengan apa yang mereka lihat. Rasanya seakan langit akan runtuh menimpa mereka.


Mata penyihir kerajaan kembali dibuat terbuka. Apa yang ia lihat bukanlah sihir yang mampu dilakukan bahkan olehnya sendiri.


"pengendalian cuaca?" sebuah spekulasi muncul di benak penyihir kerajaan.


Yang Mulia Raja menoleh ke penyihir kerajaan setelah mendengar ucapannya. "apa kau yakin?"


"jika tentang yakin atau tidak, mungkin lebih ke tidak percaya. Ia bahkan belum dewasa. Namun sudah mampu menggunakan sihir tingkat tinggi. Apa lagi menggunakan sihir cuaca yang merupakan sihir tingkat legenda."


Namun perkiraan penyihir kerajaan meleset. Selanjutnya yang terjadi, membuatnya menyesal karena masih meragukan kemampuan Leo.

__ADS_1


Di atas langit Leo masih merentangkan tangan. Setelah itu ia mengangkat tangannya tinggi. Di ikuti oleh ribuan kilatan petir yang mengalir di setiap awan.


Awan yang sebelumnya hanya terlihat seperti mendung gelap saja, sekarang menjadi awan badai yang membawa bencana petir.


"ini... Ini benar-benar sihir tingkat legenda!" penyihir kerajaan menjadi panik karena Leo hendak melepaskan sihir tingkat legenda. Ia lantas memerintahkan bawahannya untuk segera memasang pelindung sihir. Agar para penonton tidak terkena efek langsung yang tidak di sengaja.


Para penyihir yang ditugaskan oleh kerajaan, menuju ke tribun tempat para penonton berada. Mereka mengambil posisi paling depan untuk membentuk susunan pelindung sihir.


Setelah membaca mantra, para penyihir berhasil membentuk pelindung sihir. Namun hanya untuk para penonton di tribun saja. Sementara untuk Yang Mulia Raja, akan dilindungi langsung oleh penyihir kerajaan.


Leo yang sudah siap dengan persiapan sihirnya, melihat ke bawah dan menemukan adanya pelindung sihir. "mereka cepat juga!"


Leo kembali menutup mata dan membayangkan tentang sihir petir yang sangat kuat. Namun dalam pikiran Leo terlintas sebuah ide dimana ia membentuk serangannya menjadi bentuk naga.


Leo kembali fokus membayangkan dan tak lama sebuah lubang awan terbentuk di tengah pusaran awan.


Para penonton penasaran dengan apa yang akan keluar dari lubang tersebut. Hal itu membuat sebagian orang lupa untuk berkedip.


Kilatan petir semakin jelas menyebabkan suaranya memekakkan telinga.


"duarr..."


Semua petir itu lalu bergerak menuju pusat. Dengan mengikuti gerakan tangan Leo, kepala naga keluar dari lubang pusat awan. Namun bukan naga sungguhan. Hanya jutaan Kilatan petir yang membentuk wujud seekor naga.


Dengan perlahan Leo menurunkan tangannya ke depan dan naga petir Leo mengikuti.


Setelah naganya keluar setengah tubuh dan auman terdengar, Leo melepaskan sihir serangannya menuju target yang jauh berada di bawah.


Semua orang membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Penampakan seekor naga dengan tubuh petir turun dari atas langit dengan meliuk-liuk menuju permukaan lapangan. Ukuran naga tersebut setengah dari ukuran lapangan.


"creit... Duar..."


Kepala naga menghantam permukaan lapangan dan menyebabkan seluruh permukaan di lapangan menjadi sebuah lubang raksasa. Setelah sekali hantaman, naga tersebut menghilang meninggalkan Kilatan-kilatan petir kecil dan juga sempat mengenai pelindung yang para penyihir pasang hingga hancur.

__ADS_1


Tak lama kilatan petir di lapangan menghilang sepenuhnya. Awan dilangit juga kembali seperti semula. Menampilkan keindahan langit biru cerah.


Leo perlahan turun dari langit dan mendarat tepat di pusat lubang besar di lapangan.


__ADS_2