
Leo melompat dari ketinggian dan mendarat tepat di depan kerumunan para bandit.
"bommm.."
Tempat Leo mendarat menjadi retak dan menciptakan lubang cukup besar. Serta kepulan debu menutupi pandangan orang lain.
"apa itu?" pemimpin para bandit penasaran dengan apa yang terjatuh tersebut. Ia terdiam dan matanya fokus melihat apa yang ada dibalik kepulan debu.
Bukan hanya para bandit. Para penduduk juga merasa penasaran dengan apa yang terjatuh itu. Namun dalam benak mereka, mereka berharap itu adalah seorang penolong yang akan membantu mereka.
Perlahan debu menghilang dan mereka semua dapat melihat seorang makhluk dengan tubuh manusia dan ekor rubah. Serta telinga rubah dan memakai masker di wajahnya.
Semua orang menjadi terkejut karena baru pertama kalinya melihat makhluk seperti ini. Namun tidak dengan pemimpin para bandit yang tampak dan kejam.
"hahahah... Keberuntunganku sangat bagus. Setelah menjarah desa ini, aku malah mendapatkan makhluk langka demi human. Dan bisa ku lihat jika ia memiliki lebih dari satu ekor. Ini lebih langka lagi. Karena tidak pernah ada demi human yang menumbuhkan lebih dari satu ekor. "
Pemimpin bandit menjadi sangat senang dengan apa yang ia lihat. Ia berpikir untuk menangkap Leo dan menjualnya pada bangsawan kaya sebagai budak peliharaan.
Para penduduk yang mengharapkan pertolongan menjadi putus asa karena apa yang mereka harapkan tidak sesuai dengan ekspetasi. Bahkan mereka mengira jika korban dari para bandit bertambah satu lagi.
Leo berjalan dengan perlahan menuju arah para bandit dengan sebuah belati di tangan kanannya.
Melihat orang yang para bandit kira adalah mangsa, mereka menjadi senang karena tidak perlu repot-repot menangkapnya.
"bagus! Kamu menyerahkan diri secara langsung. Ini akan lebih mudah dan tidak perlu makan waktu lama. Aku menyebutnya memanfaatkan waktu lebih baik."
Lalu pemimpin bandit menyuruh seorang anak buahnya untuk membawa Leo dan memasukkannya ke dalam kurungan.
"masukkan dia ke kurungan."
Seorang anggota mendekat dengan wajah tersenyum hendak memasukkan Leo ke dalam kurungan. Namun apa yang ia dapatkan bukanlah perilaku rela dan menyerah. Melainkan sebuah sayatan tepat di lehernya.
"crat..."
Semua orang terdiam melihat tindakan Leo yang sangat berani membunuh anggota para bandit di depan semua anggota yang lain.
"jangan berani kau menyentuhku!" Ujar Leo pada orang yang baru saja ia bunuh.
"sialan! Beraninya kau membunuh anak buahku di depanku! Aku menyebutnya semut menantang gajah."
__ADS_1
Teriakan pemimpin bandit membuat Leo kembali fokus padanya. Leo kembali berjalan ke arah para bandit tanpa peduli dengan jumlah mereka yang banyak.
"sialan! Tangkap dia!"
Pemimpin bandit memerintahkan anggotanya untuk menangkap Leo.
Beberapa anggota mulai mengepung Leo secara bersamaan.
"sebaiknya kau menyerah saja dan patuh. Kami tidak akan menyakitimu sampai kamu berhasil terjual. Hahahaha..."
Leo tidak peduli dengan ocehan para bandit. Karena tujuannya adalah untuk membunuh mereka semua. Bukan mendengarkan ucapan tidak penting mereka.
" huh.. Kalian terlalu serakah untuk mendapatkan uang. Bahkan kalian tidak peduli dengan apa yang kalian hadapi.
Dengan kejamnya kalian membunuh dan merampas apa yang dimiliki oleh penduduk desa ini. Dan aku disini untuk menghentikan aksi kalian."
"hoo.. Jadi tujuanmu adalah untuk menolong mereka! Namun sayang sekali! Kau datang pada saat yang salah.
Apa lagi kelompok yang kau hadapi adalah kelompok kami. Dimana barang berharga adalah tujuan kami. Dan kami tidak akan pernah membiarkan barang incaran kami hilang begitu saja. Aku menyebutnya masuk sarang naga. "
Mendengar itu Leo tersenyum. Mereka mengira jika Leo lah yang masuk ke sarang naga. Namun mereka tidak tahu jika Leo adalah salah satu pemburu naga.
" kita lihat apakah kau mampu melakukan itu! Bunuh dia! Mayatnya sudah cukup berharga untuk dijual! Jadi tidak usah ragu-ragu."
Orang yang mengepung Leo semakin bertambah. Namun itu tidak membuat Leo lengah sedikitpun. Ia tetap fokus dengan area sekitar.
Hingga dirinya menyadari serangan tunggal dari belakang.
" crat.. "
Dalam sekejap Leo berhasil menghindari serangan dan melakukan serangan balik. Membuat dada pelaku terbuka lebar mendapat tebasan belati Leo.
Melihat rekan mereka mendapat serangan, anggota yang lain tidak tinggal diam. Mereka segera melancarkan serangan ke arah Leo dengan serentak.
"crat.. Crat.. Crat.. Crat..."
Pertempuran pun dimulai. Dimana Leo yang seorang diri melawan puluhan orang anggota kelompok bandit.
Para penduduk hanya bisa terdiam tanpa berani membantu karena takut terbunuh oleh para bandit.
__ADS_1
Tanpa bantuan siapapun Leo masih sangat sanggup menghadapi mereka semua. Meski dirinya kurang nyaman jika harus menggunakan belati untuk menghadapi jumlah mereka yang banyak.
Hingga dirinya memutuskan untuk menyimpan belatinya dan mengambil serta menggunakanpedang milik salah satu bandit yang menurutnya cukup bagus.
"aku pinjam pedangmu dulu!"
"crat..."
Tebasan demi tebasan Leo lakukan. Kepala, tubuh, tangan, hingga kaki menjadi target serangan Leo.
Belasan orang telah Leo bunuh tanpa peduli dengan penglihatan orang lain terhadap kekejaman dirinya. Karena ia memang tidak merasakan apa pun.
Darah berceceran membasahi tanah dan badan Leo. Teriakan kesakitan anggota bandit menjadi lagu latar pertempuran kali ini.
Melihat itu, pemimpin bandit menjadi sangat terkejut dengan kemampuan Leo. Ia tidak menyangka jika demi human di depannya ini memiliki kemampuan yang sangat baik. Akhirnya ia memutuskan untuk melawan langsung alih-alih memerintahkan anak buahnya.
Ia menyiapkan palu besar lalu berlari ke arah Leo.
"mati kau sialan!"
Leo yang sudah menyadari pergerakan pemimpin bandit, mulai bersiap dengan serangannya. Hingga pemimpin bandit sudah sangat dekat dengan Leo dan anggota yang lain segera pergi menjauh.
Palu besar ia angkat tinggi lalu di hantamkan ke Leo. Namun karena kecepatan serta persiapan Leo, ia berhasil menghindar dan menyebabkan serangan pemimpin bandit langsung mengenai tanah.
"bommm..."
Suara keras, guncangan, serta retakan tanah tampak jelas di bagian bekas serangan.
'kalau kena pasti jadi geprek itu!' gumam Leo.
Melihat efek serangan itu, jelas tidak ada yang akan selamat jika mengenai tubuh secara langsung. Apa lagi Leo melihat jika bahan dari palu yang digunakan oleh pemimpin bandit bukanlah logam biasa. Melainkan kombinasi 90% baja serta 10% adamantium.
"aku terkejut kau bisa menghindari serangan ini. Aku menyebutnya penghancur tulang."
Namun Leo tidak peduli akan hal itu. Karena dirinya kembali fokus untuk menyelesaikan keinginannya. Yaitu membunuh para bandit ini sebanyak mungkin.
Leo meninggalkan pemimpin bandit sendiri dan membunuh para anggota satu persatu.
Menyadari jika dirinya di abaikan, pemimpin bandit menjadi kesal. Ia tidak menyangka jika Leo tidak peduli dengan kemampuannya yang ia anggap keren ini.
__ADS_1
"sialan!"