
Mereka sampai di lokasi berdirinya kediaman Leo. Terlihat sebuah bangunan dengan tiga lantai berada dalam masa menyelesaian.
"di sinilah kita akan tinggal!"
Leo menunjukan kediamannya kepada Phinix.
Phinix melihat bangunan tersebut tampak sangat megah. Meski masih terdapat beberapa bagian yang belum di selesaikan.
Seketika Phinix membayangkan hari-hari dimana ia dan Leo mengurus anak mereka.
Namun itu masih sangat lama.
Tiba-tiba seorang pria datang mendekat kepada Leo.
"tuan! Saya sudah membuat desain untuk semua perabotan untuk kediaman anda!"
Ferman datang dan menunjukkan hasil dari pemikiran dirinya. Dan sesuai dengan apa yang Leo perintahkan.
Leo menerima kertas dari desain perabotan. Dan semua perabotan tersebut terbuat dari kayu.
Leo melihat dengan teliti dan ia puas dengan hasil pemikiran Ferman.
"aku setuju dengan semua ini. Desain sesuai dengan apa yang aku inginkan. Hanya tinggal mendapatkan bahan saja."
"benar tuan! Kita hanya membutuhkan bahan saja untuk saat ini. Namun sekarang, bisakah kita segera mulai dengan kayunya?"
Ferman sudah tidak sabar untuk segera mengerjakan desain miliknya.
"maaf! Untuk kayu masih belum bisa. Karena kami masih belum mengerjakan untuk jembatan penghubung. Karena di luar tembok sudah dibangun parit. Jadi tidak mungkin jika kita bisa membawa kayu tersebut masuk. Jadi untuk sekarang, kalian fokus saja untuk menyelesaikan pembangunan kediaman.
Nanti jika setelah selesai membangun jembatan, aku akan mengajak kalian untuk memilih langsung pohon mana yang ingin kalian gunakan."
Ferman menjadi kecewa karena ia sudah tidak sabar untuk mengolah kayu-kayu tersebut.
" baiklah tuan! Kalau begitu saya pergi dulu. " Ferman kembali untuk membantu Rien menyelesaikan kediaman.
" hanya seperti inilah kediaman kita nanti. Bagaimana menurutmu?"
"saya merasa kagum dengan apa yang saya lihat sekarang. Bangunan ini sangatlah indah. Bahkan sebelum jadi dengan sempurna. Hanya dengan memandanginya saja sudah membuat saya sangat bahagia."
Senyuman indah terlukis di wajah Phinix.
"namun jika dibandingkan dengan kediaman bangsawan lain, kediaman kita sangatlah kecil. Bahkan mungkin tidak bisa dianggap megah sama sekali."
"tidak masalah. Selama saya bersama anda, maka dimanapun tempat kita tinggal, maka itu bisa disebut dengan istana."
Leo dan Phinix berjalan berkeliling kota untuk membuat rencana pembangunan berikutnya. Dimana Leo akan membangun tempat bisnis.
__ADS_1
Tempat dimana ia bisa mengatur sebuah pasar yang akan dikelola langsung oleh pemerintah lokal. Bisa dibilang pasar tersebut adalah Badan Usaha Milik Negara.
Bukan hanya bisnis. Leo juga membuat rencana untuk wilayah militer. Dimana nantinya anggota Korps Leonardo akan melakukan pelatihan. Namun ia juga mengalami kendala. Dimana ia kekurangan orang yang menurutnya bisa ia gunakan.
"Elena! Aku punya tugas baru untukmu!"
Leo menemui Elena yang sedang membantu membuat makanan.
"apa itu tuan?"
"aku ingin kau mencari pedagang budak ilegal. Jika bisa yang punya budak cukup banyak. Kita sekarang kekurangan orang."
Elena penasaran untuk apa yang akan Leo lakukan kepada para budak nantinya.
"budak seperti apa yang anda inginkan?"
"semua budak. Selama mereka masih bisa bekerja, aku akan menerimanya."
Leo tidak akan memilih budak. Karena ia tahu cara untuk memanfaatkan mereka dengan maksimal.
"baiklah tuan. Saya akan berangkat malam ini!"
Leo mengangguk lalu pergi untuk kembali menyiapkan wilayah bisnis dan militer.
Malam harinya, Elena berangkat dengan equipment penuh. Mulai dari Armor dan senjata ia kenakan.
" ingat! Jangan terlalu mengutamakan tugas. Tapi utamakan keselamatan. Karena tugas masih bisa di ulang." Leo memberi Elena kata-kata bijak.
"tentu tuan! Kalau begitu saya berangkat."
Elena membungkuk lalu menghilang dari hadapan mereka. Lebih tepatnya melesat dengan kecepatan tinggi melewati atap bangunan.
"tuan! Kenapa anda memilih budak ilegal? Bukankah lebih baik jika anda mencari orang di kota atau desa lain? Maka mereka juga akan terjamin kemampuannya." Jack penasaran alasan Leo memilih para budak. Apa lagi budak ilegal yang biasanya hanya dimanfaatkan sebagai tenaga kerja paksa. Tanpa adanya pelatihan khusus.
"manusia dibagi menjadi dua. Mereka yang baik dan yang buruk. Disaat mereka merasakan keburukan, mereka akan mengharapkan kebaikan. Namun saat mereka merasakan kebaikan, mereka cenderung mengabaikan keburukan.
Karena itu para budak yang berada di posisi buruk akan lebih mengharapkan kita yang berada di posisi baik. Sebab mereka memang membutuhkannya.
Namun memang benar jika aku mencari pekerja dari kota lain akan menjamin kualitas mereka. Namun mereka tentunya akan melakukan itu hanya karena uang.
Berbeda dengan para budak yang melakukan itu hanya karena membalas kebaikan. "
Leo melihat dari jauh kegiatan para pekerja yang sebelumnya adalah budak. Melihat mereka saling tertawa bersama sebelum istirahat membuat Leo menjadi tenang.
" juga setiap orang pasti memiliki keahliannya masing-masing. Mustahil mereka tidak memilikinya. Tinggal masalah bagaimana kita memanfaatkan itu." lanjut Leo.
Jack tersenyum mendengar jawaban Leo. Meski ia sebenarnya tidak mengerti, namun ia hanya mengharapkan kebenaran dari kata-kata Leo.
__ADS_1
Ia ingin melihat bagaimana tuannya ini akan memanfaatkan semua budak nantinya.
*
Satu minggu kemudian.
Brock yang pergi untuk membeli bahan baku pembangunan akhirnya kembali. Namun ia tidak sendiri. Melainkan bersama keluarganya.
Namun yang membuat Leo terkejut adalah barisan kurir yang membawa bahan yang Brock jual. Entah berapa jumlah pastinya. Yang jelas lebih dari 50 gerbong kereta.
Lalu seorang pria dengan rambut klimis mendekati Leo.
"selamat siang tuan! Apakah anda tuan Leonardo?"
Namun sayangnya orang tersebut salah mengira jika Jack adalah Leo.
Agar tidak terjadi slaah paham, Jack langsung menjelaskan semuanya.
"maaf! Saya bukan tuan Leonardo. Saya Jack dari Twin Tea Party."
Pria tersebut sangat terkejut karena mengenal nama Jack. Bahkan ia hampir tidak percaya dengan apa yang ia sadari.
"A. A.... A. Anda tuan Jack? Petualang rank S dan pendekar pedang terkuat nomor tiga di kerjaan?"
Jack mengangguk.
"hahah... Sebuah kehormatan bisa bertemu langsung dengan anda. Maaf! Meski saya adalah penggemar anda, namun saya belum pernah melihat secara langsung wajah anda. Hanya nama anda dan cerita petualangan anda yang membuat saya terkagum."
"ahhahahah...." Jack hanya tertawa mendengar ucapan pria tersebut.
"ah.. Lalu, dimana tuan Leonardo?"
Jack lantas menunjuk ke arah bawah.
"beliau adalah tuan Leonardo!"
Pria tersebut melihat kearah Jack menunjuk dan melihat seorang anak kecil sedang tersenyum kearahnya.
Ia bahkan tidak akan percaya jika yang mengatakannya bukan Jack sendiri.
"anda tuan Leonardo?" pria tersebut jongkok agar terlihat menghormati tuan muda.
"iya! Ada yang bisa saya bantu?"
Leo merasa kesal dengan perlakuan pria tersebut. Namun tidak terlalu mempermasalahkannya.
"hahah.. Maaf! Ini adalah kwitansi atas pembelian bahan baku ini."
__ADS_1
Pria tersebut menyerahkan daftar dan harga barang yang Brock beli dengan semua uang yang Leo berikan.