
Keesokan paginya Leo bangun lebih awal. Karena hari ini ia akan melanjutkan perjalanan menuju ibu kota. Namun sebelum itu, ia memutuskan untuk menutupi identitasnya. Ia tidak ingin ada gangguan terkait rumor tentangnya.
Dengan sebuah masker yang terbuat dari bahan logam dan berbentuk mirip kucing, membuat tampangnya menjadi seperti ninja kucing legendaris. Jika saja melupakan tentang postur tubuhnya.
"hemm... Identitas apa yang akan aku gunakan?"
Leo memikirkan tentang identitas dirinya disaat menyamar.
Hingga dirinya mengingat salah satu tokoh yang membuat dirinya terinpirasi.
"eheheheh..."
Leo menutup mata dan berkonsentrasi untuk menggunakan skill transformasi miliknya.
Perlahan tubuhnya berubah. Ia menjadi semakin tinggi dan rambutnya semakin panjang.
Telinga yang sebelumnya sejajar dengan mata menjadi naik dan berubah bentuk serta ukuran. Hingga menembus rambutnya dan tampak seperti telinga manusia rubah.
Di belakang pinggulnya tumbuh ekor rubah dengan bulu yang sama dengan warna rambutnya. Bukan hanya satu. Melainkan ada 9 ekor yang tumbuh hingga membuatnya merasa tidak nyaman dengan celananya.
Setelah perubahan itu, Leo membuka matanya dan memeriksa apakah perubahannya kini sama seperti apa yang ia harapkan.
"hemm... Ini sesuai dengan apa yang aku inginkan. Tapi sepertinya aku harus memodifikasi celanaku. Rasanya sangat tidak nyaman."
Leo melepaskan celana serta ****** ********. Lalu ia mengambil sebuah pisau dan ia membuat lubang di kedua celana tersebut.
Beruntung semua pakaiannya telah ia pasang rune untuk mengatur ukuran. Jadi tidak masalah jika ia berubah dengan ukuran tubuh yang lebih besar.
Setelah itu ia kembali menggunakan celananya dan memeriksa apakah ada bagian yang kurang nyaman untuknya.
"huh... Ini jauh lebih nyaman."
Tak lama ia merasakan jika ibunya mendekat dan masuk ke kamarnya dengan membawa makanan.
"Leo sayang! Kamu sudah baikan?"
Ibu membuka pintu dan melihat seorang manusia rubah dengan 9 ekor berada di kamar Leo.
"siapa kamu? Apa yang telah kau lakukan pada Leo."
Leo yang sudah berencana untuk menggunakan identitas lain, berpikir untuk mengelabui ibunya. Meski ada sedikit keraguan di dalam hatinya untuk menipu ibunya sendiri.
"eee... Saya Kitsune. Anggota Korps Leonardo."
Leo mengambil identitas dari legenda di Jepang. Dimana dalam legenda tersebut, sosok rubah ekor 9 dikenal dengan nama Kitsune.
__ADS_1
Ibu percaya begitu saja. Namun setelah melihat jubah yang dikenakan Leo, ia menjadi percaya.
" lalu dimana Leo? "
" tuan Leo sudah pergi dari tadi. Saya kemari untuk mengambil pedang beliau yang sempat ketinggalan."
Leo segera mengambil pedang yang diberikan oleh ayah lalu menunjukkannya pada ibu.
"benarkah?"
"benar!"
Ibu merasa aneh karena Leo sudah pergi tanpa memberi tahu dirinya.
"kenapa Leo tidak pamit sebelum pergi?"
"entahlah! Saya hanya disuruh untuk mengambil barang beliau saja."
Ibu memikirkan alasan Leo pergi tanpa pamit. Namun tak lama. Ia segera memakluminya karena Leo memang lebih dewasa dan mampu melindungi diri sendiri.
"huh.. Baiklah! Apa kau mau sarapan? Kebetulan aku membawa makanan untuknya."
"heheh... Kalau diperbolehkan!"
Ibu tersenyum melihat sikap Leo sekarang. Meski dirinya tidak melihat Leo, namun hatinya tetap merasakan jika orang yang berada di depannya seperti Leo. Meski memang benar jika itu dirinya.
"kalau begitu aku pergi dulu. Kalau sudah selesai kamu taruh saja disini. Nanti akan ada pelayan yang membereskannya."
"terima kasih. Oh iya. Tolong rahasiakan soal saya. Karena saya makhluk langka dan dilindungi. Banyak orang yang memburu saya."
Ibu mengangguk lalu pergi.
"hem... Sejak kapan Leo punya anggota demi human? Apa lagi yang memiliki ekor banyak!"
Ibu penasaran dengan asal usul Kitsune. Karena kebanyakan anggota milik Leo adalah manusia. Meski ada satu elf diantara mereka.
"huh.. Sudahlah! Anak itu memang banyak menyimpan rahasia."
Kembali ke Leo yang memakan makanan yang dibawa oleh ibu. Setelah itu ia segera pergi agar tidak ada yang menyadari keberadaannya.
Dengan skill Full Assasin ia melesat dengan sangat cepat tanpa disadari oleh siapa pun.
" huh.. Aku harus membuat senjata baru. Jika aku menggunakan senjata yang sama seperti identitas Sasuke, maka orang yang mengenalinya akan curiga."
Leo sekarang memutuskan untuk segera keluar dari kota Mainter terlebih dahulu.
__ADS_1
Dengan skill Full Assasin miliknya, ia bisa melesat lebih cepat dari pada menunggangi kuda. Apa lagi dirinya sekarang menggunakan kecepatan penuh.
Dengan melewati rute yang sama dengan yang ia tempuh dengan Guild Master saat misi penaklukan phoenix, ia memutuskan untuk berhenti di sebuah desa yang pernah ia singgahi.
Namun saat dirinya hendak sampai, ia hidungnya mencium bau yang cukup menyengat.
"bau darah! Arahnya dari desa di depan. Sepertinya ada sebuah masalah."
Mengetahui itu Leo kembali mempercepat pergerakannya.
Di desa Iron, terjadi sebuah keributan besar.
Tampak adanya puluhan bandit sedang melakukan penjarahan bahkan pembunuhan kepada para warga.
" cepat kumpulkan semuanya! Uang, senjata, dan wanita jangan sampai ada yang tertinggal."
Seeorang dengan tubuh lebih besar dari yang lain menjadi pemimpin dari kelompok bandit ini.
"baik bos!"
Anak buahnya dengan senang hati menuruti perintah dari pemimpin kelompok. Dalam pengarahan tersebut mereka tidak segan-segan untuk menyakiti siapa pun. Tak peduli muda dan tua.
"hahahah... Hari ini kita dapat panen besar! Malam ini kita akan berpesta."
Mereka menjadi tambah bersemangat dalam membuat kerusuhan.
Para warga tidak bisa berbuat apa-apa. Para suami harus rela untuk membiarkan istri mereka dibawa dan para orang tua harus rela menyerahkan anak perempuan mereka untuk bisa selamat.
Karena beberapa orang sebelumnya sudah melawan namun berakhir tewas karena kalah jumlah.
Semua rumah di geledah bahkan di rusak untuk dicari barang berharga. Mereka melakukan itu tanpa mengetahui jika Leo sudah sampai dan mengawasi pergerakan mereka dari tempat tertinggi.
"huh.. Entah kenapa aku tidak merasa kasihan sama sekali melihat para warga diperlakukan seperti itu. Namun aku merasa marah, kesal, dan ingin membunuh para bandit itu. Terutama pria gendut itu."
Namun Leo tidak langsung bertindak. Ia segan menghitung jumlah anggota dari para bandit dengan teliti.
Tak lama para bandit sudah berkumpul kembali bersama pemimpin mereka. Dengan membawa puluhan barang serta makanan dari para penduduk.
Akhirnya Leo bisa memastikan jumlah dari anggota mereka.
"hemm... 40 anggota ya! Bagaimana caraku untuk bisa mengalahkan mereka?"
Setelah memastikan jumlah musuh, Leo memikirkan metode yang akan ia gunakan. Dengan beberapa metode mulai dari pembunuhan satu persatu atau menghadapi 40 orang secara langsung.
Namun melihat dari segi kekuatan, para bandit ini tidak lebih dari petualang rank C dan pemimpin mereka rank B. Ini terlalu lemah jika harus berhadapan dengan Leo.
__ADS_1
"huh.. Hadapi saja langsung. Toh mereka tidak akan bisa mengalahkanku. Jika pun ada yang kabur, anggap saja mereka beruntung."