Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
64. Akhir penyerangan.


__ADS_3

Jack, Sylf, Elena, dan Brock yang menjaga perbatasan menghadapi beberapa anggota Black Guild.


Bahkan beberapa dari mereka dengan rank B dan A sempat bertarung dengan mereka. Namun dengan mudah mereka hadapi.


Beberapa kali juga Jack bertemu dengan petualang yang berasal dari guild lain. Namun Jack tidak serta merta membiarkan mereka pergi begitu saja. Ia memeriksa setiap leher dari mereka karena ia juga menemukan beberapa anggota Black Guild yang menyamar menjadi petualang guild lain.


Hingga cahaya matahari pagi menyinari malam berdarah di kota Kenji.


Itu menandakan jika penyerangan kota Kenji telah berakhir. Jack dan yang lain memutuskan untuk masuk ke kota Kenji yang sudah tidak berpenghuni lagi.


Terlihat beberapa bangunan terbakar habis. Bahkan asap dari arang masih membimbing tinggi. Mayat-mayat bergelimpangan. Dengan berbagai kondisi yang mengenaskan.


Phinix yang masih berada di atas bangunan, melihat Jack dan ia mulai turun untuk berkumpul kembali.


"Phinix! Mana tuan Leo?" Jack penasaran kenapa Phinix hanya sendiri yan pa tuan Leo di sampingnya.


Sebelum Phinix menjawab pertanyaan Jack, Leo datang dengan keadaan tubuh berlumuran darah.


"ada apa?" Leo dengan santai berjalan menghampiri anggota Korps Leonardo.


Mereka terkejut bukan main melihat tuan mereka sedang berlumuran darah. Mereka mengira jika Leo terluka oleh ketua Black Guild.


"tuan! Apa yang terjadi pada anda?"


"bagaimana ini bisa terjadi?"


"apa anda baik-baik saja?"


"bagian mana yang terluka?"


"ho..?"


Berbagai pertanyaan mereka lontarkan karena khawatir dengan keadaan Leo yang cukup mengerikan.


"aku tidak apa-apa!"


Leo menggunakan sihir air untuk membersihkan tubuhnya yang berpikiran darah. Lalu menggunakan sihir angin untuk mengeringkannya.


"lihat! Aku tidak terluka sama sekali."


Melihat keadaan Leo yang lebih baik, mereka menghela napas lega.


Leo tersenyum senang karena bawahannya mengkhawatirkan dirinya. Namun ia segera beralih ke masalah mayat yang berserakan.


"apa yang akan kita lakukan dengan mayat mereka?" Jack mengajukan pertanyaan tentang solusi mereka untuk mengurus mayat yang jumlahnya kurang lebih 1000 orang tersebut.


Leo sebenarnya ingin mengubur mereka dengan layak. Itu jika ia masih Leo yang dulu. Leo yang sekarang sudah merasa tidak peduli lagi dengan mayat musuhnya setelah melakukan pembunuhan semalam.

__ADS_1


Beberapa mayat yang tewas terbakar oleh api Phinix, mengeluarkan bau daging matang. Tentu yang lain juga mencium bau yang sama. Setelah itu solusi berada di otak Leo.


Leo menarik napas dalam lalu mengeluarkannya. "apa kau mau memakan mereka? Sepertinya mereka sudah matang!"


Tanpa perasaan bersalah Leo menunjuk ke arah mayat yang sedikit gosong.


Jang dan yang lain tentu tidak mau melakukan itu. Mereka bukanlah makhluk rendahan yang menjadi kanibal di hadapan daging matang.


Namun berbeda dengan Phinix yang berasal dari ras Phoenix kuno. Ia merasa tertarik dengan rasa dari daging yang ia bakar semalam.


"tentu saja kami tidak mau."


"kalau begitu, berikan kepada yang mau memakan mereka!" Leo menatap hutan kematian tempat para monster hutan tingkat tinggi tinggal.


Mereka semua mengerti dengan apa yang Leo pikirkan. Dan akhirnya mereka setuju untuk membuang mayat para anggota Black Guild ke hutan kematian.


" kalau begitu, kalian urus mayat mereka. Sementara aku akan menyiapkan sarapan." Leo memberikan 5 cincin spasial untuk memudahkan mereka dalam hal mengumpulkan mayat itu.


Meski sebenarnya, cincin spasial tidak bisa membawa makhluk hidup karena terdapat kekuatan ruang dan waktu. Namun sekarang mereka telah menjadi daging bakar dan daging potong. Jadi bisa di simpan di cincin spasial.


*


Sementara itu, para petualang yang sebelumnya berada di kota Kenji, kembali ke guild mereka untuk melaporkan situasi kota Kenji.


Dimana mereka melaporkan jika seluruh anggota Black Guild telah di bantai habis dalam semalam.


Ditambah, mereka juga melihat Jack dan mantan anggota Twin Tea Party juga menggunakan lambang yang sama.


Berita tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi perbincangan panas di seluruh kerajaan. Hal itu membuat Korps Leonardo menjadi sangat terkenal. Bahkan tidak sedikit orang ingin bergabung dengan pasukan mereka.


Apa lagi Leo sebagai pemimpin Korps, menjadi idola di seluruh kerajaan. Bahkan ketenarannya hampir menyamai pangeran mahkota.


Hingga berita tersrbut sampai di telinga para bangsawan kontra. Mereka menjadi sangat marah dan kesal kekuatan rahasia mereka dihancurkan oleh Korps Leonardo.


Sebelumnya mereka masih pasif menunggu pergerakan Leo. Namun mereka tidak menyangka jika Leo akan secara langsung menghancurkan 1000 pasukan dari Black Guild.


Hal itu tentu menyebabkan kekuatan para bangsawan kontra menjadi menurun drastis.


Karena itu mereka segera melakukan pertemuan dengan bangsawan kontra lainnya.


Sementara di istana, lebih tepatnya di ruang singgasana. Yang Mulia Raja merasa puas dengan hasil yang diberikan oleh Leo.


Dan sesuai hadiah dalam misi penaklukan, Leo akan diangkat menjadi bangsawan bergelar Baron dan menerima wilayah kota Kenji sebagai kekuasaannya.


Namun setelah di pikir kembali, berita ini juga bisa menjadi pedang bermata dua. Jika sekali saja Leo mengalami konflik dengan kerajaan, maka kerajaan tidak akan mampu untuk bertahan.


Raja kembali mengingat sensasi saat dirinya melihat sihir tingkat legenda milik Leo. Membayangkan jika serangan Leo di rujukan kepada istana kerajaan membuat bulu kuduk raaj berdiri.

__ADS_1


"sepertinya aku harus menambah hadiah untuknya."


*


Kembali ke kota Kenji.


Jack dan yang lain sudah selesai mengumpulkan jasad dan membuangnya di kedalaman hutan kematian.


Lalu mereka segera kembali saat melihat awan mendung dan akan segera turun hujan.


Mereka mengikuti Phinix yang mengetahui keberadaan Leo.


Sampai mereka di sebuah bangunan yang merupakan penginapan sekaligus rumah makan yang sebelumnya di kelola oleh Black Guild.


"tuan! Kami sudah selesai mengurus jasad mereka."


Jack dan yang lain masuk lalu mencium bau lezat dari masakan Leo.


"duduklah!"


Mereka duduk di depan meja bar yang telah terisi oleh banyak makanan.


"saya tidak menyangka jika anda juga ahli dalam memasak!"


Sylf memuji keahlian Leo dalam memasak melihat makanan yang tersaji di meja.


Leo yang dari dapur, menuju ke tempat bartender dengan membawa wajan yang berisi arang dan jaring besi. Tak lupa dengan potongan daging sapi yang ia temukan di dalam ruang penyimpanan.


Ia lantas menggunakan sihir api untuk membakar arang di dalam wajan.


Leo melihat ke arah bawahannya yang masih belum makan sebelum menerima perintah darinya. "kenapa kalian belum makan? Makan saja!"


Mereka makan makanan yang dibuat oleh Leo dan rasanya tidak kalah dari makanan dari restoran terkenal.


Sementara Leo membakar daging sapi dengan santai sambil menikmati minuman keras.


Mereka terkejut saat melihat Leo minum arak dengan santainya.


Itu karena Leo masih di bawah umur dan takutnya ia tidak kuat dan mabuk dalam sekali teguk.


Namun mereka membiarkan itu karena tahu jika Leo sudah cukup lelah dan membiarkannya untuk bersantai.


Dan akhirnya Leo mabuk setelah meminum lima botol arak.


Phinix yang menyadari jika tuannya telah mabuk, mengantarnya menuju kamar di lantai dua.


Lalu giliran Jack dan yang lain untuk minum dengan santai.

__ADS_1


__ADS_2