Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
66. Persiapan Membangun.


__ADS_3

"tunggu sebentar!" Leo masih meneruskan gambar desain dari kediamannya.


Jack dan yang lain dengan sabar menunggu Leo selesai. Hingga tak berselang lama, Leo akhirnya menyelesaikan kegiatannya.


"selesai! Hehehe.." Leo merasa sangat puas dengan hasil kreativitasnya.


"baiklah! Mana laporannya?" Leo meminta Elena dan Sylf untuk memberikan data diri para rombongan di luar.


Laporan data diri yang semua di bawa oleh Elena, langsung ia berikan kepada Leo.


"silahkan tuan!"


Leo mengambil kertas berisi data diri para rombongan yang di kirim oleh kakeknya.


Leo membaca laporan tersebut dengan sangat teliti. Lalu ia mengelompokkan nama dari data tersebut untuk mempermudah ia memberi tugas.


"Elena, Sylf, dan Phinix. Kalian akan mengurus bagian konsumsi. Ajak orang yang ada di catatan ini."


Leo memberikan satu lembar kertas berisi nama-nama orang yang memiliki keahlian memasak.


Elena menerima kertas tersebut.


"Jack dan Brock. Kalian bawa mereka untuk memperbaiki tembok kota. Aku tidak ingin ada kasus penyerangan oleh para monster."


Jack mengambil dokumen dari Leo lalu membacanya bersama Brock.


Leo masih memiliki satu kertas dokumen.


"lalu anda bagaimana?" Sylf penasaran dengan apa yang akan Leo lakukan.


Leo menunjukkan isi kertas yang sedang ia pegang. "aku akan mengurus kediamanku!"


Daftar yang Leo pegang adalah orang-orang ahli dalam bidang pembangunan. Juga beberapa orang yang akan membantu secara fisik.


Mereka saling menatap heran dengan kelakuan Leo. Lalu tak lama mereka tertawa karena mereka baru ingat jika tuan mereka masihlah seorang anak kecil.


"kalau begitu kami pergi dulu tuan!" mereka membungkuk lalu pergi melakukan tugas mereka.


Leo tersenyum sembari melihat Jack dan yan lain pergi.


Ia lantas kembali memeriksa desai dari kediaman miliknya.


"hehe.. Jika mansion ini di cat warna putih, pasti akan sangat mirip dengan gedung putih di Amerika! Meski hanya bagian luarnya saja."


Mengingat jika desain yang ia buat adalah tiruan dari komplek White House. Meski ia tidak tahu bagian dalam dan belakang dari White House.


"sebaiknya aku segera mulai mengerjakan ini!" Leo memutuskan untuk segera mengerjakan kediamannya.


Leo keluar dan pergi menuju tempat para rombongan pekerja. Lebih tepatnya di tempat perkemahan.

__ADS_1


Hal itu karena para pekerja wanita menempati bangunan-bangunan asli dari kota Kenji untuk istirahat. Sementara pekerja pria harus mengalah dan mendirikan tenda darurat.


Leo berjalan santai dengan perasaan bahagia. Dari kejauhan ia melihat para pekerja yang sudah ia catat dalam kertas. Tampaknya mereka sudah menunggu kedatangan Leo.


Mereka berkumpul setelah Jack dan Elena mengambil sebagian dari mereka untuk melakukan tugas masing-masing. Dan hanya memisahkan mereka saja.


Melihat Leo sudah datang, mereka segera berdiri menyambut kedatangan Leo.


"selamat siang tuan Leo!" seorang perwakilan menyambut Leo dengan hormat.


"selamat siang! Apa semuanya sudah hadir?" Leo memastikan tidak ada orang yang belum datang. Supaya semua berjalan dengan baik.


"Sudah tuan!"


"baiklah! Kita akan mulai bekerja sekarang. Tugas kita adalah membangun mansion utama. Itu akan menjadi kediamanku di masa depan.


Karena itu aku memilih kalian yang berguna dalam pembangunan. Namun, aku tidak akan memimpin kalian secara langsung.


Karena aku harus menjaga keselamatan kalian dari musuh yang menyerang. Karena itu, jika ada di antara kalian yang mampu memimpin pembangunan, angkat tangan kalian."


Mendengar ucapan Leo, beberapa dari mereka yang pernah memimpin pembangunan, merasa ragu dengan keahlian mereka.


Bukan karena merendahkan diri. Melainkan takut jika hasil yang mereka berikan sangat burung. Mengingat yang akan mereka bangun adalah sebuah mansion. Sekaligus kediaman langsung tuan Leo.


Namun tak lama, seorang pria paruh baya mengangkat tangan. "saya tuan!"


Semua orang menoleh kearah pria tersebut.


"bagus kemarilah!" Leo menyuruh pria tersebut untuk maju ke depan.


Pria tersebut maju namun dengan agak takut.


"siapa namamu?" Leo ingin tahu apakah pria ini sudah ada dalam Catatannya atau belum.


"nama saya Ferman tuan!"


Leo segera memeriksa Catatannya.


"maaf! Tuanku!" pria tersebut secara tiba-tiba meminta maaf.


Leo merasa heran dengan sikap pria paruh baya tersebut.


"kenapa kau meminta maaf?"


Mendengar pertanyaan Leo, pria tersebut memberanikan diri untuk menjawab.


"sebenarnya saya hanya pernah memimpin pembangunan untuk rumah biasa. Bukan untuk kediaman mewah seperti yang akan anda bangun. Jadi, saya tidak akan mampu jika nantinya di beri tanggung jawab untuk membangun kediaman anda tuan!"


Pria tersebut menjawab dengan perasaan takut. Itu karena ia sudah sering berhubungan dengan para bangsawan yang tidak menganggap rakyat kecil.

__ADS_1


" Apa pekerjaanmu sebelumnya?" Leo penasaran dengan profesi asli dari pria tersebut.


" saya adalah tukang bangunan tuan. Saya sudah melakukan pekerjaan ini mulai dari saya kecil. Hingga saya akhirnya mengabdi untuk tuan Mainter."


Leo tidak menyangka jika pria yang berada di depannya adalah salah satu kiriman dari Marquis of Rean Mainter.


Leo hanya tersenyum kecil lalu kembali bersuara. "apa ada lagi?"


Leo kembali mencari orang yang bisa memimpin pembangunan.


Lalu satu orang lagi mengangkat tangan. "saya tuan!"


"kemari!"


Pria tersebut maju ke depan. Leo tidak menyangka jika pria tersebut, masihlah muda.


"siapa namamu?"


"saya Rien tuanku!" Rien membungkuk dengan hormat hampir seperti seorang bangsawan.


Melihat sikapnya itu, Leo menduga jika Rien adalah kiriman khusus dari bangsawan gustaf.


"sepertinya kau sudah terbiasa berhadapan dengan kamu bangsawan. Siapa yang mengirimmu?"


"yang mengirim saya adalah tuan Gustaf. Lebih tepatnya, kepemilikan saya sudah beralih kepada anda."


Leo bingung dengan maksud ucapan Rien.


"apa maksudmu?"


Rien menjelaskan "sebenarnya saya adalah seorang budak sejak saya masih kecil. Hingga sekarang saya telah dirawat oleh tuan Gustaf dan belajar berbagai jenis pembangunan.


Namun sekarang, tuan Gustaf telah memberikan kepemilikan saya kepada anda!"


Leo sekarang mengerti dengan apa yang Rien maksud.


"jadi, kebanyakan dari kalian adalah orang yang tak mampu dan seorang budak!" Suara Leo kembali terdengar di telinga para pekerja.


Mereka mengangguk pelan menandakan jika tembakan Leo benar.


"jadi, kalian kemari karena tuan kalian sebelumnya telah memberikan kalian untuk aku gunakan?"


Mereka kembali mengangguk pelan.


Melihat para pekerja muali sedikit takut, Leo menghentikan tingkahnya agar tidak terlalu membebani pikiran mereka. Ia lantas memberi ucapan untuk meningkatkan semangat bekerja mereka.


" kalian tenang saja. Setelah kita selesai membangun kembali kota ini, aku akan menghapus perbudakan. Jadi kalian akan menjadi orang merdeka dan tentunya dengan status warga kota Kenji."


Mereka terkejut mendengar ucapan Leo. Suatu harapan mereka bisa menjadi orang merdeka dan bisa melakukan apa yang rakyat biasa lakukan.

__ADS_1


Namun tak sedikit yang merasa ragu. Mengingat memiliki banyak budak akan mempermudah semua urusannya. Ditambah lagi fakta jika Leo juga seorang bangsawan.


__ADS_2