
'heh.. Jadi begitu!' Leo tersenyum karena menyadari maksud dari aturan asosiasi tentang dirinya.
Karena aturan yang di rujukan kepada Leo memiliki tujuan di dalamnya. Dimana dengan kekuatan Leo, asosiasi memiliki dukungan dari penyihir tingkat legenda seperti dirinya.
Tentu mereka akan mempertahankan keberadaan Leo di asosiasi. Mereka tidak ingin Leo merasa di lelang dan memutuskan untuk melepas statusnya sebagai anggota.
Apa lagi dirinya adalah penguasa sebuah kota. Yang tidak mungkin bisa melakukan perintah asosiasi setiap bulan.
"aku mengerti! Lalu dokumen yang ke dua?"
"dokumen yang kedua adalah surat penugasan ke ibu kota. Ini adalah tugas pertama anda. Tentu dengan hak istimewa anda, anda bisa menolak surat ini tanpa pinalti sama sekali."
Leo membaca surat penugasan tersebut. Dimana ia di beri tugas untuk pergi ke akademi akhir di ibukota untuk memberi penjelasan tentang sihir.
"memberikan pelatihan sihir? Memang materi apa yang harus saya sampaikan?"
"sebelumnya saat pelantikan anggota di akademi awal, seorang pengajar sihir tertarik dengan kemampuan anda dalam sihir tanpa mantra. Jadi mereka ingin anda untuk memberikan sedikit ilmu anda kepada para murid di sana."
Leo berpikir tentang sihir tanpa mantra yang ia gunakan. Malahan Leo menjadi bingung karena sejak awal ia memang tidak pernah menggunakan mantra. Hingga dirinya tidak paham cara kerja mantra.
"huh.. Akan aku pikirkan itu. Karena sejujurnya aku tidak mengerti cara kerja mantra. Selama ini aku tidak pernah menggunakan mantra apa pun. Bahkan aku sendiri terkejut saat mengetahui jika para penyihir menggunakan mantra setiap menggunakan skill sihir."
Ketua Andrew terkejut mendengar pernyataan Leo. Dimana selama ini para penyihir memang selalu menggunakan mantra. Bahkan role lain sekalipun juga memiliki skill pamungkas yang membutuhkan pengucapan mantra sebelum menggunakannya .
"pembacaan mantra sangat penting dalam penggunaan sihir. Sejak dulu para penyihir memang selalu menggunakan mantra. Bahkan iji pertama kalinya saya mendengar ada yang bisa menggunakan sihir tanpa mantra.
Mungkin anda memang terlahir dengan bakat luar biasa."
Mendengar itu, Leo menjadi penasaran karena tidak menyadari. Apakah ibunya membaca mantra atau tidak. Karena selama ia berlatih bersama ibu, ia tidak memperhatikan hal tersebut.
Namun ia lupakan pemikiran tersebut. Ia fokus pada surat tugas yang ia pegang.
"aku bisa saja memberikan pelatihan. Namun aku butuh waktu untuk bisa memahami cara kerja mantra."
"jika hal itu anda bisa mempelajarinya selama berada di akademi akhir. Anda akan diberikan hak untuk bisa mengikuti kelas sihir sampai anda menyelesaikan tugas anda."
Leo kembali berpikir. Ia memprediksi apakah dirinya sanggup untuk bisa memahami cara kerja mantra atau tidak selama waktu yang ditetapkan.
Tak lama ia berpikir dan menjadi yakin jika dirinya mampu memahami cara kerja sihir.
"baiklah! Saya akan menerima tugas ini. Lagi pula saya juga akan pergi ke istana kerajaan."
Ketua Andrew sangat senang karena Leo tidak menolak penugasan ini.
"terima kasih tuan Leonardo. Anda bisa menanyakan rincian tugas pada kepala akademi nantinya."
Leo mengangguk mengerti lalu menanyakan hal lain yang mungkin ingin di bicarakan oleh asosiasi.
"apa ada hal lain? Jika tidak ada, saya akan pergi!"
"untuk hari ini hanya itu saja! Anda bisa melanjutkan aktifitas anda tuan!"
Leo berdiri dan berjalan pergi.
"Sampai jumpa!"
__ADS_1
Setelah Leo pergi, ketua Andrew merasa lega.
"huh.. Akhirnya. Aku masih tidak terbiasa dengan kekuatan milik tuan Leonardo. Meski telah menyembunyikannya, namun bayangan kekuatan besarnya masih teringat di kepalaku."
Leo uang berjalan keluar dari kantor asosiasi penyihir melihat arah matahari tenggelam.
"sudah sore! Lebih baik aku kembali dengan cepat."
Leo melesat dengan kecepatan penuh. Dengan tujuan kediaman keluarga meiter.
Menyusui gang, atap, dan jalan tanpa berhenti. Bahkan beberapa orang menyadari pergerakan Leo yang sangat cepat.
Seorang wanita merasakan sekilas pergerakan Leo. Ia menoleh ke arah jejak Leo yang lewat atas atap.
"ada apa nyonya?" ucap pengawal.
Pengawal tersebut merasa aneh dengan gerak-gerik nyonya tersebut.
Nyonya tersebut masih memperhatikan jejak aura yang ia rasakan. Ia berpikir jika aura tersebut cukup membuatnya tertarik. Namun ia tidak yakin dengan keberadaan aura tersebut. Karena hanya sekilas dan cepat.
Akhirnya ia memutuskan untuk melupakan apa yang ia rasakan sebagai halusinasi.
"tidak ada."
Sementara itu Leo melesat dan sampai di gerbang kediaman.
Penjaga yang melihat kedatangan Leo langsung memberi hormat.
"selamat datang kembali tuan muda!"
Leo berjalan masuk dengan pelan.
Sampai di depan pintu masuk, Leo sudah disambut oleh ayahnya.
"akhirnya kamu pulang juga!"
Melihat ayah yang tidak biasanya menyambut kedatangan Leo, membuat Leo merasa curiga dengan kelakuan ayah.
"ada apa?"
"hehehehe..."
Senyum aneh muncul di wajah ayah. Membuat kecurigaan Leo menjadi besar.
'huh.. Latihan nih!'
Ayah berjalan lalu memeluk Leo.
"sudah lama kita tidak berlatih pedang. Bagaimana jika kita pergi ke lapangan pelatihan dulu!"
"tidak!"
Namun tanpa mendengarkan penolakan Leo, ayah sudah berjalan dengan Leo berada di gendongannya.
"sudah aku bilang aku tidak mau!"
__ADS_1
Leo berusaha memberontak namun tanpa menggunakan kekuatan mana.
Namun seakan tuli, ayah tetap berjalan dengan mengangkat Leo menuju lapangan.
"huh.. Terpaksa deh!"
Sampai di lapangan, Leo diturunkan dan diberikan sebuah pedang kayu.
"kau siap?"
Ayah memegang pedang kayu dengan ukuran yang sama.
Leo dengan pedang kayu di tangannya, mengambil posisi kuda-kuda.
"siap!"
Mendengar itu, ayah langsung mendekat dengan kecepatan tinggi ke arah Leo.
"thak..."
Ayah melancarkan serangan dengan target kepala Leo. Namun masih bisa ditangkis.
"heh.. Rupanya kamu sudah mampu menghentikan serangan ayah!"
Menyadari jika Leo berhasil menahan serangan ayah, ia segera menambah kekuatan untuk bisa menekan Leo.
Merasa tekanan yang ia rasakan semakin besar, Leo segera memiringkan pedang dan mengarahkan pedang ke arah samping.
Mendapat kesempatan melakukan serangan, Leo langsung dengan sangat cepat menyerang tubuh ayah. Namun senyum ayah membuat Leo ragu.
Akhirnya ayah berhasil menarik pedangnya dan menahan serangan Leo.
"thak.."
Senyum muncul di wajah Leo. Tidak mungkin Leo bisa mengalahkan ayah jika hanya menggunakan keahlian pedang murni. Jadi ia memutuskan untuk menggunakan skill Full Assasin.
Leo menghilang dan muncul di belakang ayah.
Ayah terkejut dengan apa yang Leo lakukan. Ia tidak menyangka jika Leo mampu berpindah tempat dengan sangat cepat.
"Akselerasi!"
Ayah menggunakan skill untuk bisa bergerak melebihi kemampuan tubuhnya.
Tiba-tiba ayah sudah berhadapan dengan Leo.
"thak..."
Ayah berhasil menahan serangan Leo.
"kau terlalu meremehkan aku Leo!"
Menyadari jika serangannya tidak berhasil, Leo segera mundur untuk menjaga jarak.
'apa yang harus aku gunakan untuk bisa mengalahkan ayah?'
__ADS_1