Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
39. Jubah Identitas.


__ADS_3

Keesokan harinya Leo dan guild master bertemu untuk sarapan bersama. Bukan bersama keluarga Duke melainkan sarapan di salah satu guild cabang kota Argus. Kebetulan di gedung guild juga membuka restoran untuk para petualang makan.


"jadi, kapan kita berangkat?" selagi makan guild master bertanya kepada Leo.


Leo yang masih makan diam tak menjawab pertanyaan guild master. Ia masih fokus dengan makanannya.


Diabaikan oleh Leo saat makan, guild master sedikit kesal. Namun ia memaklumi kelakuan Leo mengingat Leo juga keturunan bangsawan. Ia berpikir jika memang ini sifat para bangsawan saat makan.


Namun hal tersebut salah. Mungkin hanya Leo saja yang tidak akan berbicara saat makan. Karena memang itulah yang diajarkan oleh guru di Indonesia.


Guild master kembali meneruskan makannya.


Setelah selesai makan, Leo kembali memastikan pertanyaan guild master. "jadi, apa yang anda tanyakan tadi?"


"kapan kita akan berangkat?" guild master kembali mengulang pertanyaannya.


"kita bisa berangkat besok pagi. Karena kau ingin melakukan sesuatu hari ini." Leo memiliki rencana untuk hari ini.


"baiklah! Aku akan ikut denganmu!" guild master memutuskan untuk ikut dengan Leo karena kemarin ia ditinggal sendiri di kediaman Duke Gustaf seharian.


"tentu!" Leo menyetujui keputusan guild master untuk ikut. Karena yang akan ia lakukan juga bukan rahasia besar.


Setelah membayar biaya makan, mereka pergi keluar gedung guild. Tujuan mereka saat ini adalah toko pakaian.


Leo berencana untuk memesan pakaian yang akan menjadi identitas diri. Agar dirinya semakin dikenal meskipun dengan identitas ganda.


Sampai mereka di sebuah toko pakaian terbaik kota Argus. Leo dan guild master masuk disambut oleh pelayan toko.


"selamat datang di toko pakaian Wamar Putih. Ada yang bisa saya bantu?" sambutan ramah dari pelayan toko wanita.


"saya ingin memesan beberapa pakaian." Leo mengungkapkan tujuan ia datang kemari.


Mendengar ucapan Leo, pelayan tersebut mempersiapkan untuk Leo menunggu disaat dirinya sedang pergi memanggil manajer toko. "Kalau begitu tunggu sebentar. Akan saya panggilkan manajer toko."


"baiklah!" Leo lalu berkeliling untuk melihat berbagai jenis pakaian yang mungkin membuatnya tertarik.


Selama berkeliling, Leo tak sadar jika dirinya sampai di arena pakaian dalam wanita. Hingga ia tak sengaja memegang pelindung gunung.


"hemmm... Anda memiliki hobi yang unik!" secara tiba-tiba seorang pria muncul dari samping Leo.

__ADS_1


Kemunculan pria tersebut membuat Leo terkejut karena sekarang ia sedang tidak menggunakan kemampuan deteksinya.


"ah.. Ini tidak seperti yang anda kira!" Leo merasa malu karena ia terciduk karena sedang memegang pelindung gunung.


"ahhahahah... Tidak apa-apa. Itu sudah biasa untuk anak kecil memegang hal semacam ini!"


Leo semakin malu meski ia sudah sering memegang bahkan menghisap dada ibunya. Dan ingatan tersebut sangat jelas di otaknya.


"jadi anda ingin memesan pakaian?" pertanyaan manajer toko membuat Leo sadar kembali dan fokus pada tujuannya.


"iya! Aku ingin memesan beberapa pakaian!"


"pakaian seperti apa yang ingin anda pesan?"


Sambil berjalan menuju ke meja kasir Leo menjelaskan jenis pakaian yang akan ia pesan.


"jubah panjang dengan warna hitam. Jenis bahannya yang mudah untuk bergerak dan tahan lama."


Manajer toko mulai menggambar desain yang seperti Leo maksud. Setelah selesai menggambar, ia menunjukan hasilnya kepada Leo. "seperti ini?"


Leo melihat desain buatan manajer toko. Desain dengan gambar yang sangat jelas Leo lihat dan sesuai dengan apa yang Leo pikirkan.



Manajer toko melihat desain yang Leo gambar. "tentu. Namun itu akan membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Apa lagi dengan bahan khusus."


"untuk biaya tidak masalah. Yang terpenting adalah hasilnya yang sesuai." Leo tidak khawatir dengan biaya yang akan keluar. Karena ia memiliki cukup dana di cincin spasialnya.


"kalau begitu kita mulai mengukur!" manajer toko mengeluarkan tali yang digunakan untuk mengukur.


Namun Leo menolak untuk mengukur tubuhnya. Melainkan menggunakan ukuran dari tubuh manajer sendiri.


Manajer toko terkejut jika ukuran dari jubah yang dipesan tidak menggunakan ukuran dari tumbuh pelanggannya. Melainkan ukuran tubuh orang lain.


Namun manajer tetap menurut karena ini permintaan dari pelanggan.


Leo memesan 12 pakaian. Ia berencana untuk memberikan jubah tersebut sebagai identitas ksatria kepada anak buahnya.


"setelah aku total, anda bisa membayar uang muka sebesar 30%. Totalnya adalah 36 koin emas."

__ADS_1


Leo mengeluarkan koin emas sesuai dengan yang diberitahukan.


"atas nama siapa pesanan anda?"


Karena itu akan menjadi identitas dari Leo, ia menjawab "atas nama Leonardo Donovan."


"baiklah!" manajer langsung mengurus dokumen transaksi lalu memberikan sebuah kwitansi kepada Leo. "ini untuk digunakan saat pengambilan!"


Leo menerima kwitansi dan memasukkan kedalam cincin spasial. "berapa lama pengerjaannya?"


"karena kebetulan sepi pesanan, semua ini akan siap dalam satu minggu. Namun jika pengambilan bisa dilakukan sebelum satu bulan. Jika lebih dari satu bulan, maka pesanan akan dianggap batal dan akan kami jual secara biasa." manajer memprediksi kemungkinan selesai pesanan Leo.


" baiklah! Kalau begitu sampai bertemu lagi dalam satu minggu. " Leo hendak pergi meninggalkan toko namun teringat sesuatu.


" oh iya. Karena ini pesanan, jangan pernah membuat pakaian dengan desain logo sama. Karena ini pesan dari seorang bangsawan."


"tentu! Hanya nama tuan Leonardo Donovan saja yang bisa memesan pakaian khusus ini!" sesuai dengan visi toko yang tidak akan memproduksi pakaian yang sama setelah dipesan.


Leo pergi dengan guild master yang sudah melihat-lihat pakaian di toko.


Sekarang mereka menuju ke toko sihir. Dimana Leo membutuhkan beberapa potion untuk jaga-jaga.


Sampai di toko setelah berkeliling dan bertanya kepada beberapa orang. Sebuah bangunan dengan hiasan botol dan tongkat sihir.


Leo masuk dan disambut oleh seorang penyihir tingkat menengah. Hal tersebut bisa Leo ketahui dengan merasakan aliran mana dalam tubuh.


Leo lalu memesan dua potion dengan efek mengurangi suhu panas. Mengingat jika dirinya akan berhadapan dengan Phoenix dengan elemen api. Namun potion tersebut bukan untuk dirinya. Melainkan untuk orang lain yaitu guild master.


Setelah itu dengan total bayar 10 koin emas ia beli.


Setelah selesai dengan persiapan, mereka menghabiskan waktu selama seharian dengan pergi ke beberapa tempat yang ingin dikunjungi oleh guild master.


Hingga malam tiba dan mereka kembali ke kediaman Duke Gustaf untuk memberitahu tentang kepergian mereka esok hari.


Mendengar hal tersebut, nona Rosa menjadi sedikit sedih karena tidak akan bertemu lagi dengan Leo untuk waktu yang lama.


Menyadari perasaan nona Rosa, Leo memberi semangat kepadanya untuk tidak bersedih. Dengan alasan bahwa dirinya akan dapat dicari dengan mudah dimasa depan.


Mereka akhirnya istirahat lebih awal untuk menjaga stamina dalam perjalanan menaklukkan Phoenix.

__ADS_1


__ADS_2