Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
70. Yang Terjadi Semalam.


__ADS_3

Leo terbangun dari tidur dan merasakan kalau badannya terasa agak berat. Otot-ototnya kaku lalu ora melakukan peregangan di atas ranjang.


"ah..."


"krek.. Krek..."


Lalu is merasakan sesuatu yang cukup aneh di tangannya.


"hemm.. Apa ini?"


"poing..."


Leo meremas benda tersebut dan merasa jika benda tersebut sangat lembut.


"gulp.."


Leo menelan saliva seakan tahu benda apa itu.


Perlahan Leo menoleh dan terkejut.


Dan seperti yang ia pikirkan, ia melihat Phinix sedang tidur tanpa pakaian.


Merasa ada yang menyentuh dadanya, Phinix terbangun dan melihat Leo sedang duduk sambil memegang salah satu gunung.


"selamat pagi tuan!" dengan mata sayup ia menyapa Leo.


Lalu Phinix melihat kearah dada yang sedang di pegang oleh Leo.


Leo yang masih terkejut, segera tersadar saat di sapa oleh Phinix.


"ah.. Selamat pagi!"


Namun Leo masih belum melepaskan pegangan hidupnya.


Phinix merasa malu dan wajahnya mulai memerah. Ia sangat ingin segera pergi dan melupakan apa yang terjadi. Namun disaat yang sama, ia juga ingin melakukan lebih dari yang sekarang.


Tanpa sadar, Leo kembali meremas gunung yang ada di genggamannya.


"poing..."


"ahh..."


Seketika suara desah keluar dari mulut Phinix.


Leo melihat wajah Phinix yang tampak malu, segera melepaskan genggamannya. Apa lagi setelah mendengar suara desahan Phinix yang terdengar sangat menggoda.


Dengan sedikit darah keluar dari hidungnya, Leo mencoba untuk tenang dari keadaan ini.


"huft.. Cepatlah pakai pakaianmu. Ada yang perlu kita bicarakan."


Leo memalingkan wajahnya lalu menurunkan kakinya dari ranjang. Ia lantas duduk membelakangi Phinix agar ia tidak terlalu lama melihat pemandangan surga.


Phinix yang merasa kecewa, ia lantas turun dari ranjang dan segera memakai pakaian.


Meski dengan keadaan perasaan yang kurang puas di bagian bawah, ia tetap menuruti keinginan Leo.


Sementara Leo kembali menenangkan diri dan menahan nafsunya.

__ADS_1


Apa lagi bagian pistolnya sudah cukup aktif.


'tahan Leo. Tenang! Kau masih dibawah umur. Jadi tahan dulu. Setelah umur 15 tahun, kau bisa melakukan itu sepuasnya.'


Phinix yang sudah selesai berpakaian, segera merapikan rambutnya. Lalu memberitahu Leo.


"Sudah tuan!"


Mendengar itu, Leo segera menoleh ke arah Phinix tanpa pindah dari tempatnya.


Itu dilakukan agar dirinya tidak malu saat Phinix melihat bagian tubuhnya yang tidak singkron.


"apa yang terjadi semalam? Aku tidak bisa mengingat apa pun!"


Leo penasaran dengan apa yang menimpanya.


Phinix dengan tenang menjelaskan kepada Leo. Apa yang terjadi saat mereka selesai minum.


"semalam, tuan mabuk setelah minum bersama Jack dan Brock. Dan tuan sudah tidak kuat untuk berjalan normal.


Jadi saya memutuskan untuk mengantar anda ke kamar."


Phinix terdiam untuk berpikir. Apakah ia akan menjelaskan kejadian setelah ia mengantar Leo apa tidak.


Namun Leo malah tidak sabar untuk mendengar penjelasan setelah itu.


" lalu apa yang terjadi? "


Mendengar Leo untuk melanjutkan ceritanya, Phinix dengan sedikit gugup kembali bercerita.


Namun anda malah memegang tangan saya dan menarik saya ke ranjang. Dan..."


Phinix kembali ragu untuk melanjutkan.


Sementara Leo sudah tidak sabar mendengar cerita Phinix. Apa lagi mengingat jika ia terbangun dan Phinix telanjang disampingnya.


Pasti ada kejadian lain dalam hal itu.


" lanjutkan! " Leo mendorong Phinix untuk melanjutkan ceritanya.


Dengan malu-malu Phinix kembali melanjutkan ceritanya.


"lalu anda menyuruh saya untuk melepaskan seluruh pakaian saya. Dan anda memainkan kedua dada saya. Hingga kita tertidur bersama."


"hanya itu saja?" Leo merasa bersalah karena telah melakukan hal tidak senonoh kepada Phinix secara langsung.


Phinix menggangguk.


Leo berdiri dan mendekat ke Phinix. Ia lantas memeluk Phinix. "maaf! Aku melakukan sesuatu yang memalukan. Tapi aku akan bertanggung Jawab.


Namun bukan sekarang. Jadi tunggu hingga aku berumur 15 tahun. Disaat itu aku akan menikahimu."


Mendengar ucapan Leo, Phinix menjadi senang dan terharu. "apa tuan yakin? Saya hanyalah seorang budak! Bahkan saya tidak mengerti etika seorang bangsawan. Saya takut jika saya hanya bisa membuat anda malu."


Leo melepas pelukannya. Ia berjalan mundur beberapa langkah dan berkata.


"kau tenang saja. Dimasa depan, tidak akan ada yang berani membuat aku tersinggung. Dan aku memiliki aturan sendiri. Jika tidak mematuhi aturan tersebut, maka akan aku buat mereka menyesal. Jadi kamu tenang saja saat nanti menjadi istriku!"

__ADS_1


Leo sangat yakin dengan pengaruh dan kemampuannya.


Mendengar ucapan yang terdengar sangat percaya diri dari Leo, Phinix mulai tenang dan sedikit tertawa.


Leo yang juga melihat Phinix tersenyum juga ikut tersenyum. Karena ia senang bisa melihat wajah cantik Phinix dalam senyuman.


Lalu Leo teringat untuk menanyakan kepada Phinix masalah tentang kelakuannya semalam.


Leo mendekat "apa kau yakin jika aku tidak melakukan hal yang terlalu jauh?"


Phinix dengan wajah tersenyum menggelengkan kepalanya.


"apa tuan ingin melakukannya? Saya siap jika anda ingin menggunakan tubuh saya!"


Mendapat tawaran langsung namun Leo menolak "tidak! Aku ingin kita melakukannya saat malam pertama kita!"


Phinix mengangguk mengerti.


"kalau begitu kita cepat keluar. Sepertinya Jack dan yang lain sudah menunggu kita." Leo merasakan kehadiran dari Jack dan Brock di lantai satu.


"iya!"


Mereka keluar dan turun ke lantai satu untuk menemui Jack dan Brock.


"selamat pagi tuan! Akhirnya anda keluar juga." Jack menyapa Leo dengan senyum lebar.


"selamat pagi! Dan ada apa dengan senyumanmu itu?" Leo merasa curiga dengan senyuman Jack.


"ah.. Memang kenapa dengan senyuman saya? Apa kah terlihat aneh?" Jack tidak merasa aneh dengan senyuman di wajahnya.


Leo yang tidak biasa melihat Jack tersenyum tentu saja merasa sangat aneh. Bahkan Phinix juga merasakan hal yang sama.


Leo menatap Brock untuk meminta penjelasan. Namun Brock hanya mengangkat bahu tidak tahu dengan apa yang terjadi pada Jack.


"hah... Dimana Elena dan Sylf?"


Leo menanyakan keberadaan Elena dan Sylf yang tidak terlihat bersama mereka.


"mereka sedang berada di dapur darurat. Juga makanan sudah siap. Jadi saya disuruh mereka untuk bertanya kepada anda. Apakah anda ingin makan bersama atau makan sendiri? Jadi mereka bisa menyiapkan makanan anda."


"kalau begitu aku akan makan bersama pekerja saja." Leo berniat untuk lebih dekat dengan para pekerja.


Sementara Phinix yang mendengar Leo tidak akan makan sendiri, merasa kecewa. Ia berniat untuk sarapan bersama dengan Leo. Hanya berdua.


"silahkan tuan."


Jack memberi jalan untuk Leo pergi lebih dulu.


Lalu di ikuti Phinix, Jack, dan Brock.


Dalam perjalanan, Leo sempat bertanya tentang menu makan hari ini.


"apa menu makan hari ini?"


"untuk menghemat pengeluaran makanan, mereka hanya memasak bubur saja. Namun dengan sedikit tambahan daging." ini jawab Jack.


Leo mengangguk setuju dengan pengaturan mereka. Memang Leo ingin mengajukan penghematan untuk makanan. Namun sudah dilakukan lebih dulu.

__ADS_1


__ADS_2