
Sebuah keris terlihat tertancap di tengah altar. Leo merasakan kekuatan yang amat besar dari keris tersebut.
Leo mencoba mendekat berniat mengambil keris tersebut. Ia memegang gagang keris namun rune pada altar secara tiba-tiba aktif.
Aliran mana di tubuh Leo mengalir keluar dengan paksa. Aliran yang sangat deras dimana jika penyihir pada umumnya, mereka tidak akan bertahan selama 10 detik.
Dalam tekanan mana, Leo berusaha keras menarik keris tersebut. Hingga ia berhasil menarik keluar dari altar.
Dengan tercabutnya keris, rune penarik mana berhenti aktif.
Leo memeriksa keris yang ia dapat. Sekilas tampak biasa dari bentuk keris. Namun terdapat berbagai rune sihir yang tertanam di satu senjata.
Hal itu membuat Leo sangat kagum. Meski dengan pengetahuan dari Dewa Semar, Leo masih tidak mungkin untuk membuat satu senjata dengan rune yang cukup banyak sekaligus.
Bahkan pedang dengan bahan dari adamantium miliknya tidak akan bisa menahan rune sihir lebih dari tujuh.
Namun keris ditangan Leo sangat kuat. Dengan belasan rune sihir yang terpasang, pondasi keris itu sendiri masih sangat kuat. Bahkan tidak terlihat jika akan mengalami kerusakan.
'hahahah... Setidaknya aku mendapatkan jackpot yang sangat bagus. Aku jadi penasaran dengan sosok teman Dewa Gatotkaca.'
Leo tersenyum bahagia. Dengan apa yang ia temukan. Meskipun ia masih ragu jika keris ini adalah keris Pasopati. Karena dalam legenda Indonesia, tidak di jelaskan wujud dari keris ini.
"selamat tuan! Atas harta berharganya!" Phinix melihat Leo dengan perasaan bahagia.
Leo menoleh ke arah Phinix "terima kasih!"
Leo kembali fokus untuk memeriksa keris di tangannya. Ia mengalirkan mana masuk menuju keris.
Hingga ia merasa mendapat sebuah ingatan.
*
Tampak seorang pria dewasa dengan sebuah pedang di punggungnya sedang berjalan di dalam hutan.
Beberapa kali ia bertarung dengan iblis tingkat tinggi bahkan legenda. Namun ia bisa mengalahkan mereka seorang diri dengan kemampuan berpedangnya.
Kekuatan pria tersebut sangat kuat. Ia bisa mengangkat beban puluhan ton dengan mudah.
__ADS_1
Hingga ia sampai pada sebuah kastil kuno dengan berbagai jenis pasukan yang berjaga.
Pria tersebut menyerang kastil dan membantah jutaan iblis tanpa sisa. Hingga dirinya masuk ke dalam ruangan singgasana.
Di atas tempat duduk singgasana, terlihat seorang iblis dengan enam sayap hitam. Itu adalah raja iblis pertama Azazil.
"Sudah lama aku menunggu kedatanganmu! Pahlawan!" suara berat menggema di seluruh ruangan.
Pria yang ternyata adalah seorang pahlawan menatap tajam ke arah Azazil. "aku tidak peduli berapa lama kau menantikan pertemuan kita! Kau sudah terlalu kejam menghancurkan perdamaian di dunia ini! Dan hari ini aku akan mengakhiri semua itu!"
Azazil tertawa sangat keras. "ahhahahah.. Perdamaian? Itu adalah kata paling membosankan yang pernah aku dengar! Aku hanya mengubahnya menjadi hal yang lebih menarik!"
Pahlawan menggertakkan giginya kesal. Mengingat semua kekejaman yang dilakukan bangsa iblis kepada bangsa lainnya. "jika menurutmu seperti itu, berarti kau sudah benar-benar terjatuh terlalu dalam Azazil! Aku berfikir kau masih memiliki perasaan baik mengingat jika dirimu dulunya adalah seorang malaikat. Namun sepertinya itu hanya pemikiran egoisku!"
Pahlawan mengangkat pedangnya dan mengarahkannya kepada Azazil. "hari ini, dengan pedang suci ini aku akan mengakhiri kekejamanmu!"
Melihat ia di todong dengan pedang suci, Azazil kembali tertawa! "hahahaha... Kau pikir dengan pedang suci bisa mengalahkan aku? Meski sudah menjadi raja iblis, aku masihlah seorang malaikat. Pedang suci tidak mungkin bisa mengalahkan aku!"
Tanpa menanggapi perkataan Azazil, pahlawan langsung menyerang Azazil yang sedang berada di kursi singgasana!
" aku berharap bisa bertarung dengan serius melawanmu pahlawan. Namun sepertinya kemampuanmu tidak akan membuatku menggunakan seluruh kekuatan untuk bisa mengalahkanmu."
Azazil mengeluarkan senjatanya berupa tongkat trisula.
Pahlawan kembali melakukan serangan dan dengan mudah di tahan oleh Azazil. Pertarungan berlangsung cukup sengit.
Berbagai jenis skill di keluarkan oleh pahlawan. Namun masih belum bisa mengalahkan Azazil.
"sebaiknya kau menyerah saja pahlawan. Kau tidak akan pernah bisa mengalahkan aku seorang diri!"
Dengan napas terengah-engah pahlawan berkata. "huh.. Huh.. Aku tidak akan pernah menyerah! Berbagai macam tantangan telah aku lewati hingga aku bisa berhadapan denganmu! Dan hari ini adalah hari kematianmu!"
Pahlawan menggunakan skill terakhirnya. "Last hit."
Tiba-tiba pahlawan sudah berada di depan Azazil dan pedang pahlawan berhasil menancap di dada Azazil.
"aku mengorbankan hidupku untuk mengakhiri hidupmu! Azazil!" pahlawan sudah hampir setengah sadar.
__ADS_1
"skill dengan menggunakan nyawa untuk memberikan serangan terakhir pada lawan? Aku tidak menyangka kau bisa menggunakan skill ini! Namun usahamu sia-sia pahlawan. Aku tidak akan mati hanya karena mendapat serangan dari pedang suci."
Pahlawan menyeringai mendengar ucapan Azazil. "haha.. Maaf! Sepertinya aku salah menyebut jenis pedangku. Ini bukanlah pedang suci. Melainkan pedang Dewa."
Setelah mendengar hal tersebut, Azazil baru menyadari jika semakin lama mana di tubuhnya semakin terkuras. Bahkan vitalitas dan ingatannya semakin kabur.
Azazil semakin panik menyadari jika pahlawan bukanlah manusia terpilih. Melainkan adalah utusan para dewa.
Azazil mencoba memberontak namun ia tidak bisa melepaskan pedang yang bersarang di dadanya.
Pahlawan yang tak bergerak sudah meninggalkan dunia. Dirinya gugur dalam pertarungan terakhir melawan sang raja iblis.
Namun pengorbanan dirinya tak sia-sia. Azazil yang tubuhnya tertancap pedang Dewa, lama kelamaan semakin lemas karena kekuatannya terkuras habis. Pikirannya semakin menghilang dan tubuhnya semakin kering tak tersisa.
Pahlawan dan sang raja iblis tewas dalam pertarungan ini. Lalu datang seorang pria perkasa. Ia adalah Dewa Gatotkaca.
Dewa Gatotkaca mendekati tubuh pahlawan lalu menyentuhnya! "terima kasih! Kawan!"
Tubuh pahlawan bersinar dan perlahan menjadi butiran cahaya dan terbang mengikuti angin.
Lalu Dewa Gatotkaca mendekat ke arah Azazil dan menyentuh keningnya.
Azazil yang sudah mengering hanya meninggalkan tulang yang diselimuti kulit mulai hancur menjadi abu. Lalu abunya terbang dan menghilang seutuhnya meninggalkan pedang dewa.
Dewa Gatotkaca mengangkat pedang itu tanpa menyentuhnya. "aku tidak menyangka jika kau bisa membuat senjata dewa seperti ini!"
Dewa Gatotkaca menggunakan kekuatannya dan menyegel kemampuan dari pedang buatan pahlawan. Pedang tersebut berubah bentuk menjadi lebih kecil hingga menjadi sebuah keris.
Hal tersebut dilakukan karena Dewa Gatotkaca tidak bisa membawa pedang tersebut kembali bersamanya. Ia menyegel yang menaruh ya di tempat yang paling berbahaya di seluruh dunia ini. Tempat tersebut adalah gunung Phoenix. Agar tidak digunakan oleh orang sembarangan.
*
"tuan.. Tuan.. Tuan.."
Panggilan seseorang wanita terdengar membangunkan Leo yang tak sadarkan diri.
Leo membuka mata dan mendapati dirinya terbaring dengan kepala berada di pangkuan Phinix.
__ADS_1