Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
61. Menuju kota Kenji.


__ADS_3

Suara tapak kuda terdengar jelas. Kuda Leo melaju dengan cepat menuju kota Kenji.


Hingga tak terasa mereka sudah sampai di perbatasan kota Kenji saat malam telah tiba.


"ini adalah perbatasan kota Kenji." Jack memberitahu jika mereka sudah sampai.


Dari atas tebing, Leo menatap tajam kota kenji. Ia tidak menyangka jika kota yang terkenal dengan para petualangnya ini masih sangat tertinggal. Mulai dari bangunan yang masih terbuat dari kayu serta tembok kota yang bahkan bisa hancur dengan mudah.


"kau yakin jika ini kota Kenji?" Leo memastikan jika Jack tidak salah tempat.


"benar tuan! Inilah kota Kenji." Jack sangat yakin jika ia tidak salah tempat. Karena ia sudah beberapa kali datang ke kota ini.


"bukankah ada banyak petualang yang berburu di wilayah ini? Seharusnya pendapat kota sudah cukup untuk memperbaiki kondisi kota bukan?" mengingat jika cincin spasial adalah barang yang cukup langka. Jadi kebanyakan para petualang akan menjualnya di kota terdekat.


Jack tidak mengerti apa yang Leo ucapkan. Karena ia tahu jika informasi semacam ini seharusnya sudah ada di laporan tentang kota Kenji.


"bukankah dilaporan sudah tercantum tentang dana mereka?"


"aku juga tahu masalah itu. Namun aku hanya tidak menyangka jika mereka bahkan tidak menyisahkan sedikit pun untuk pembangunan kota. Dan malah membiarkan kotanya seperti kota berhantu!"


Jack diam karena apa yang Leo katakan memang benar. Ia menatap Leo yang memakai ekspresi serius saat menatap kota Kenji.


Leo sangat menyayangkan pendapatan kota yang di korupsi oleh para bangsawan. Ia menjadi geram dan tidak sabar untuk menguasai kota yang memiliki luas sebesar wilayah ayahnya.


Hanya yang berbeda adalah wilayah ayah di huni oleh para petani. Jadi kebanyakan digunakan untuk bercocok tanam.


Sementara kota Kenji adalah wilayah khusus untuk para petualang.


"huh... Kita istirahat untuk malam ini. Besok pagi buta, kita akan langsung menyerang sesuai dengan apa yang kita rencanakan."


Semuanya setuju dan akhirnya mereka istirahat setelah makan.


*


Di dalam kota Kenji.


Di gedung Black Guild. Terdapat pesta miras yang sangat meriah. Mereka memang sering melakukan pesta saat malam tiba.


Bahkan beberapa ada yang membawa wanita hasil penculikan untuk di nikmati.


Lalu di ruang guild master terdapat tiga orang yang sedang berbicara.


"bagaimana pengaturan para bangsawan itu?" Ucap Phanter yang merupakan guild master. Sekaligus petualang Rank S. Dengan penampilan badan kekar serta wajah sangar yang memiliki beberapa luka sayatan.


"mereka menunda rencana karena berita tentang kembalinya seorang penyihir kuat!" orang yang menjadi tangan kanannya menjawab.


Ia adalah Thear. Seorang assasin yang sangat ahli dalam menyelinap. Namun ia memiliki rank B dalam sistem guild.

__ADS_1


"mereka terlalu takut hanya karena seorang penyihir? Bukankah para bangsawan itu menjadi seorang pecundang?" sekarang seorang wanita ikut dalam pembicaraan.


Ia adalah Fanny. Seorang pel*cur sekaligus wanita favorit dari Phanter.


"memang apa yang mereka takut kan dari seorang penyihir?" Phanter penasaran alasan para bangsawan menunda rencana hanya karena kemunculan satu orang penyihir.


"menurut berita, penyihir ini sangat kuat. Namun umurnya masih berusia sekitar 10 tahun!"


Phanter terkejut mendengar jawaban Thear. Ia tidak menyangka jika para bangsawan sampai menunda rencana hanya karena seorang bocah.


"Sudah kubilang bukan? Mereka menjadi seorang pengecut. Bahkan hanya karena seorang bocah mereka sampai menunda rencana." Fanny masih bersikap manja di pangkuan Phanter.


"kau benar. Huh... Namun biarkan saja mereka mengatur semuanya. Kita hanya perlu mengerahkan pasukan kita saat waktunya tiba." Phanter tidak peduli dengan pengaturan para bangsawan.


Phanter lalu berciuman dengan Fanny dengan sangat intens. "umm...umm.."


Thear yang telah selesai memberi laporan bahkan sampai diabaikan oleh Phanter segera pergi agar tidak mengganggu kegiatan ketuanya. "Kalau begitu saya pergi dulu!"


Tanpa tanggapan Phanter yang sudah tidak peduli dengan sekitar, Thear segera menghilang pergi.


Meninggalkan kedua pasangan itu dalam kegiatan rutin mereka.


Aktivitas mereka menjadi panas dan kain yang menutupi tubuh Fanny lepas satu per satu.


" sayang! Apa kita akan melakukannya di sini lagi?" Suara menggoda Fanny bercampur dengan napas yang memburu.


"baiklah!" Fanny mengangkat pinggangnya hingga Phanter bisa melihat bagian milik Fanny.


Dan mereka melakukan aksi tanpa peduli ada yang mengganggu.


"ah...."


*


Keesokan paginya, Jack dan Brock membangunkan Sylf dan Elena.


"Sylf! Elena! Bangun!"


"Ho.. Ho.."


Sylf dan Elena terbangun dan melihat kalau hari masih gelap.


"ada apa? Kenapa kau membangunkan kami malam-malam begini?" Sylf yang baru setengah sadar penasaran dengan alasan. Jack membangunkan mereka.


"apa maksudmu malam?"


Elena yang juga terbangun melihat sekitar namun tidak melihat Leo dan juga Phinix.

__ADS_1


"mana tuan Leo dan nona Phinix?"


"mereka sudah pergi ke kota Kenji."


Jawaban Jack membuat mereka menjadi terkejut. "apa! Kenapa tidak membangunkan kami?"


"lah! Ini aku membangunkan kalian bukan? Sudah! Cepatlah keposisi kalian. Kami akan pergi lebih dulu."


Jack dan Brock pergi lebih dulu karena sudah bangun lebih awal.


Elena dan Sylf langsung bersiap untuk pergi ke perbatasan sesuai rencana mereka.


Sementara itu, Leo dan Phinix telah berhasil menyelinap kek kota Kenji. Mereka melompat dari gedung satu ke gedung lainnya. Lalus mereka melihat suasana kota cukup ramai dengan para petualang yang sedang berpesta bersama Party masing-masing. Namun tidak sedikit yang berada di penginapan untuk beristirahat.


Tujuan Leo dan Phinix sekarang adalah gedung Black Guild.


Dengan sangat cepat mereka sampai di salah satu bangunan.


"kau siap Phinix?" Leo memastikan kesiapan Phinix dalam operasi kali ini.


"siap kapan pun itu tuan Leo!"


"kita mulai acar ini!"


Leo yang sudah melakukan pembicaraan dengan Phinix, menggunakan strategi dua orang. Yaitu strategi yang Phinix sebagai penyerang utama dan Leo sebagai pembersih nyawa.


Phinix turun dari atap bangunan menuju ke depan pintu masuk Guild. Ia lantas mengulurkan tangan dan berkonsentrasi untuk mengatur pergerakan mana dalam tubuhnya.


Sebuah percikan api muncul di tangan Phinix lalu membesar hingga terbentuk menjadi seekor burung api.


"Phoenix! Fire!"


Burung api dari skill Phinix menjadi hidup lalu terbang menuju pintu masuk guild.


"swush... Brack...... "


Burung api menghancurkan pintu masuk dan meledak saat berada di dalam.


"duarr..."


Ledakan keras terjadi dan membuat semua pasukan keamanan Black Guild segera mendatangi lokasi.


Phinix segera kembali ke tempat Leo untuk memastikan kondisi dari Phanter. Karena target awal dan utama dari penyerangan ini adalah ketua Black Guild.


Dari serangan Phinix menyebabkan hampir semua anggota Black Guild yang sebelumnya berpesta di ruangan utama tewas. Dan hanya menyisakan beberapa orang saja yang sanggup menahan serangan Phinix.


Namun, efek ledakan sangat besar hingga membuat gedung guild hancur dan rata dengan tanah dalam kobaran api.

__ADS_1


__ADS_2