Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
77. Ulang Tahun Leo.


__ADS_3

"selanjutnya!"


Antrian berikutnya maju ke depan.


"saya!"


"Pekerjaan seperti apa yang kau inginkan?" Elena.


"saya ingin menjadi tentara."


"jika kau menjadi tentara, kau akan mendapatkan banyak sekali tunjangan. Namun tidak mudah untuk diterima. Akan ada pelatihan awal untuk menentukan kelulusan dari setiap anggota. Tentu pada saat itu, akan mendapatkan gaji. Namun saat kau tidak diterima di militer, datanglah lagi untuk mendapatkan pekerjaan." Elena menjelaskan tentang syarat untuk menjadi tentara.


Pendataan terus berlanjut hingga mereka mendapatkan pekerjaan.


Sementara Leo sedang berada di ruang kerjanya. Letaknya berada di lantai 3 ruang tengah.


Ia duduk di kursi dengan memandangi surat dari Yang Mulia Raja.


Ia membuka surat tersebut lalu membacanya. Dalam isi surat tertulis sebuah perintah untuk Leo menghadap kepada Yang Mulia Raja untuk pemberian gelar bangsawan.


"aku lupa jika aku juga mendapatkan gelar. Huh.."


Leo berpikir tentang apa saja yang perlu ia siapkan untuk pergi ke ibukota.


Tentunya tentang kota saat ini yang masih perlu kepemimpinan dirinya.


Leo segera membuat daftar urusan yang akan ia tinggalkan untuk Jack dan yang lain.


Namun suara Phinix terdengar dari balik pintu.


"tuan! Tuan Donovan dan nyonya Liana datang!"


Leo terkejut mengetahui kedua orang tuanya datang. Ia langsung meninggalkan pekerjaannya dan segera menemui ayah dan ibu.


"mereka dimana?"


"mereka berada di ruang tamu tuan!"


Phinix mengantar Leo ke ruang tamu untuk menemui ayah dan ibu. Mereka berjalan dan sampai tak lama.


"ibu! Ayah! Kenapa tidak memberitahuku jika ingin datang?"


Leo berlari dan memeluk ibu dan calon adiknya.

__ADS_1


"ibumu yang memaksa ayah untuk datang kemari. Padahal sudah ayah larang karena ibumu akan lahiran. Tapi dia malah tidak peduli. Bagaimana jika ibumu melahirkan di jalan. Itu sangat berbahaya!"


Ayah sangat merasa khawatir dengan keadaan ibu. Ibu sudah memasuki 8 bulan yang bisa kapan saja melahirkan.


" itu benar ibu! Kenapa ibu nekat ingin kemari?"


Lalu ibu mengusap rambut Leo dengan lembut. "apa kamu lupa? Hari ini hari apa?"


Leo berpikir sejenak. "hari ulang tahunku!"


"kamu benar! Jadi ibu ingin merayakannya di sini!"


"Tapi kenapa ibu yang malah datang? Jika ibu menyuruhku untuk pulang, aku juga akan kembali." Leo kembali memperlihatkan sikap bocahnya.


"jadi, kamu tidak mau ibu datang kemari?" ibu menunjukkan wajah sedih kepada Leo.


Tentu Leo tidak ingin melihat ekspresi itu. "ah.. Tidak! Bukan itu maksudku! Ibu kan sedang hamil! Dan sebentar lagi juga akan melahirkan. Jadi ibu harus lebih banyak beristirahat! Bukannya melakukan perjalanan jauh kemari!"


Ibu tersenyum melihat tingkah Leo yang khawatir dengan keselamatan ibu dan bayinya.


" hehe... Iya! Ibu akan banyak beristirahat! "


Phinix yang melihat Leo bersama orang tuanya, merasa sangat bahagia. Namun di sisi lain, ia juga merasa sedih. Entah kenapa ia menjadi teringat dengan keluarganya yang telah lama tiada.


Dalam kesedihan itu, ia dikejutkan oleh panggilan Leo.


Leo memberi isyarat kepada Phinix untuk ikut bergabung dengannya.


Dengan cepat Phinix menghilangkan pemikirannya tentang keluarga yang telah tiada. Karena ia sekarang telah memiliki keluarga baru.


Phinix bergabung dengan Leo, ayah, dan ibu. Mereka bersama-sama memotong kue yang ayah bawa untuk ulang tahun Leo.


Senyuman indah menghiasi mereka sampai Leo melupakan tentang perintah Yang Mulia Raja.


Keesokan paginya, di ruang kerja Leo, banyak orang berkumpul untuk membahas perjalanan Leo menuju ibukota.


Mereka adalah Korps Leonardo.


"hari ini aku meminta kalian kemari adalah untuk membahas kepergianku ke ibukota. Aku mendapat surat dari Yang Mulia Raja.


Dimana aku harus datang ke istana kerajaan. Gunanya untuk melakukan pelantikan gelar bangsawan. Sekaligus untuk mencari supplier makanan kota kita. Jadi kita bicarakan apa saja yang harus kalian lakukan selama aku tidak ada!"


Semua orang mendengarkan Leo dengan sangat teliti.

__ADS_1


Leo mengeluarkan beberapa catatan dan membagikan kepada semua orang.


" ini adalah daftar rencana untuk apa saja yang perlu kalian lakukan selama aku pergi."


Mereka melihat daftar yang diberikan Leo.


"eee... Ini, membangun sekolah di wilayah penduduk? Apa ini memang diperlukan?" Elena penasaran maksud dari pembangunan sekolah. Dimana sangat jarang ada warga biasa yang menjadi seorang siswa sekolah.


Bukan karena tidak ada minat. Melainkan karena masalah ekonomi dan pembulian yang dilakukan oleh siswa keturunan bangsawan.


" iya! Aku ingin semua warga di kota ini wajib bisa membaca dan berhitung. Dan untuk guru, kalian cari orang yang bisa mengajari mereka. Untuk biaya sekolah, semuanya gratis dan ditanggung pemerintah kota."


Rasa penasaran mereka masih terasa. Namun mereka tetap mengikuti perintah Leo sesuai rencana.


"lalu untuk gedung berukuran besar di zona perdagangan?" sekarang Jack yang bertanya tentang fungsi dari bangunan tersebut.


Leo mengeluarkan sebuah kertas lagi. Kertas tersebut berisi desain dari bangunan yang harus dibangun di zona perdagangan.


"bangunan itu nantinya untuk kita melakukan pelelangan. Jadi posisinya sebisa mungkin harus tepat dan strategis. Setidaknya harus melewati jalur dagang."


Semua orang penasaran dengan apa yang Leo maksud dengan pelelangan.


Lalu Phinix mengangkat tangan.


"tuan! Apa itu pelelangan?"


Leo terkejut karena melihat ekspresi yang lain juga tidak mengerti.


'seperti dugaanku. Di dunia ini tidak ada yang namanya pelelangan.'


"Itu adalah tehnik penjualan dengan produk yang lebih langka dan mahal. Dimana calon pembeli akan saling menawar dengan harga yang lebih tinggi dari lawan. Bisa dibilang, ini adalah perang harga. Namun tentunya barang yang akan dilelang adalah barang yang spesial.


Untuk barang yang akan dilelang, sudah aku persiapkan. Jadi kalian hanya harus menyelesaikan pembangunan gedung lelang setidaknya sebelum 4 bulan.


Dan selama aku berada di ibu kota, aku akan menyebarkan berita ini. Jadi kemungkinan akan adanya penyerangan di kota cukup besar.


Meski kekuatan tempur kita sudah cukup untuk menjaga wilayah, namun tentu saja akan terjadi kerugian di pihak kita. Sebelum itu terjadi, aku harap unit tempur kita sudah siap untuk di terjunkan."


Jack yang bertanggung jawab di pasukan militer berpikir apakah pasukan akan siap pada saat itu.


"mungkin jika untuk satu bulan, pasukan masih belum siap untuk diterjunkan. Tapi jika diberi waktu dua bulan, saya bisa menjamin kalau seluruh pasukan sudah bisa dikerahkan. Namun tidak dengan pembagian tugas di kedua instansi. Sebab kita akan sangat kekurangan anggota.


Kita juga belum memerdekakan budak yang baru datang. Namun saya bisa melihat jika diantara mereka ada yang memiliki bakat di militer. Jadi kita bisa merekrutnya langsung."

__ADS_1


Semua orang mengangguk setuju dengan ucapan Jack.


" tidak masalah jika masih belum bisa di bagi. Kita bisa bentuk unit itu saat kita memang benar-benar membutuhkan. "


__ADS_2