Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
85. Pengakuan.


__ADS_3

Leo mendekat dengan wajah tersenyum dan tangan yang memegang pisau.


Assasin tersebut menjadi sangat ketakutan. Dimana ia tidak ingin merasakan apa yang pemimpinnya rasakan.


"tunggu! A.. Aku akan memberitahumu apa yang ingin kau ketahui."


Mendengar itu Leo menjadi ragu.


"benarkah?"


"iya! Aku akan menjawab semua yang ingin kamu ketahui. Asalkan bebaskan aku. Aku tidak ingin berakhir seperti ketua!"


"hemm... Baiklah!"


Leo menyimpan kembali pisau miliknya.


"pertanyaan pertama! Siapa kau dan dari kelompok mana kalian?"


"namaku Lao dan aku dari organisasi Bulan Sabit."


Leo tidak pernah mendengar tentang organisasi tersebut. Jadi ia tidak tahu apa pun yang berkaitan dengan mereka.


"seperti apa organisasi Bulan Sabit?"


"organisasi Bulan Sabit adalah organisasi yang di dalamnya adalah para pembunuh dari dunia bawah. Sekaligus kelompok penjahat terbesar di kerajaan nusantara."


"berapa jumlah dari anggota organisasi?"


"Aku tidak tahu jumlah pastinya. Namun kurasa kurang dari 100 anggota. Meski jumlahnya sedikit, jika dibandingkan dengan tentara kerajaan kami jauh lebih unggul. Karena setiap anggotanya adalah pembunuh yang sangat ahli."


Leo berpikir jika organisasi Bulan Sabit bukan kelompok biasa. Kemungkinan kelompok inilah yang berada di posisi pertama dalam dunia bawah.


"lalu siapa yang mengirim kalian untuk membunuhku? "


Lao agak ragu untuk memberikan identitas dari pengirim. Namun mengingat siksaan yang Leo berikan, ia lebih memilih untuk memberi tahu Leo.


"orang yang mengirim kami adalah Marquis of Gordon. Penguasa kota Kraquen."


Setelah memberikan informasi tersebut, terjadi perubahan terhadap tubuh Lao.


Tubuhnya menjadi membengkak semakin besar.


Leo yang menyadari itu sedikit mundur karena khawatir atas perubahan tersebut.


"apa yang terjadi?"


Lao merasakan jika tubuhnya menjadi semakin sesak. Rasa sakit dan perih menyelimuti kulitnya.


"to.. Tolong!"


Tubuh Lao semakin membesar hingga menjadi bulat.


Mengetahui jika tubuh Lao akan meledak, Leo segera keluar dari penghalang.


"sial!"


Leo keluar dan tubuh Lao meledak dengan sangat keras.

__ADS_1


"duar..."


Tanah menjadi bergetar saat ledakan terjadi. Bahkan Leo bisa merasakan adanya sedikit retakan pada penghalang yang ia buat.


Penghalang kubus yang seharusnya tembus pandang dari luar, kini menjadi dinding darah yang mengalir.


"huh.. Aku tidak menyangka jika organisasi Bulan Sabit ini bahkan memberikan segel pada anggotanya."


Leo berbalik dan melihat anggota Catatan Armor yang termenung menyaksikan apa yang Leo lakukan.


Tak lama beberapa dari mereka segera pergi menjauh dan mengeluarkan apa yang mereka makan pagi tadi.


" huek.. "


Anthony mendekat kepada Leo dengan perasaan ngeri.


"kenapa mereka?" tanya Leo.


Dengan tubuh gemetaran Anthony mengangkat bahunya.


Lalu Anthony menoleh ke arah kubus penghalang.


Leo juga melihat apa yang Anthony lihat. Dan akhirnya ia tahu apa yang membuat anggota Catatan Armor terlihat ketakutan.


Leo mendekati kubus dan membatalkan sihir penghalangnya.


Seketika penghalang menghilang dan darah yang menempel pada dinding penghalang jatuh ke tanah.


Leo melihat apa yang terjadi setelah ledakan namun apa yang ia lihat membuatnya terkejut.


"ini benar-benar sangat kejam." ucap Anthony.


Yang mereka lihat sekarang adalah genangan lumpur darah dan daging. Bahkan Leo tidak bisa membedakan organ apa yang ia lihat.


Dari pengetahuan Leo, ia tahu segel jenis apa yang ia lihat sekarang. 'ini seperti segel ledakan beruntun!'


Segel ledakan beruntun adalah jenis segel yang membuat target meledak sesuai keinginan dari pembuat. Dan ledakan itu juga akan mengaktifkan segel yang sama di sekitarnya. Karena itu Leo sudah tidak melihat tubuh dari pemimpin assasin.


Namun Leo tidak menyangka jika segel jenis ini di aplikasikan pada manusia.


"huh.."


Leo menggunakan sihirnya dan mengeluarkan api birunya untuk membakar habis sisa-sisa tubuh mereka.


Api berkobar sangat besar dan Leo berbalik untuk memberikan pidato penutup atas pelatihan introgasi ini.


"itu tadi sedikit cara untuk melakukan introgasi. Gunakan dua sandra. Satu untuk penyiksaan fisik. Dan satu lagi untuk siksaan mental. Semoga kalian bisa mengerti apa yang aku lakukan tadi!"


Leo pergi meninggalkan lokasi dan masuk ke goa.


Sementara itu, pandangan para anggota Catatan Armor menjadi berbeda setelahelihat cara Leo melakukan introgasi.


"gulp.. Setan!"


Di dalam goa, Leo berjalan dengan di ikuti oleh Anthony.


"jadi ini markas pelatihan Catatan Armor?"

__ADS_1


"benar tuan!"


"Lalu bagaimana dengan markas utama kalian? Tidak mungkin kalian menyimpan semua data di toko bukan!"


Leo penasaran dengan markas utama dari kelompok ini.


"tentu saja tuan. Namun markas utama kami memang tidak pernah ada."


"maksudmu?"


"sayalah markas utama kelompok ini."


Anthony menunjukkan sebuah kalung dengan bandul kristal di lehernya.


Namun Leo melihat ada beberapa rune yang terdapat pada kristal tersebut.


Leo mendekat untuk bisa melihat rune tersebut.


"rune ini!"


Anthony menjadi bersemangat karena tampaknya Leo tidak mengetahui soal rune ini. Ini kesempatan untuk Anthony membuat Leo kagum.


"ini adalah rune kuno untuk memperkuat kemampuan kristal ruang."


"aku juga tahu soal itu."


Jawaban Leo membuat Anthony kecewa.


"Jadi berapa ukuran dari ruang yang dihasilkan oleh kristal ini?"


"ukurannya cukup untuk menyimpan tiga toko sekaligus!"


Leo cukup terkejut dengan ukuran yang bisa dimuat oleh kristal milik Anthony. Biasanya cincin spasial dengan kristal ruang hanya memiliki kapasitas satu rumah. Dan cincin spasial biasa hanya berkapasitas 2 meter kubik.


Leo penasaran dari mana Anthony bisa mendapatkan kalung tersebut.


"dari mana kamu bisa mendapatkan kristal seperti itu?"


"ini saya dapat dari warisan keluarga. Sudah sangat lama keluarga kami menyimpan barang rahasia ini. Bahkan hanya anda saja yang mengetahui tentang kristal ini."


Yah.. Sejujurnya Leo juga menginginkan barang seperti itu. Namun karena peninggalan keluarga, Leo tidak bisa berbuat apa-apa. Lagi pula cincin ruangnya sudah sangat cukup untuk menyimpan semua barang-barangnya.


"jadi semua dokumen informasi kamu bawa semua?"


"iya tuan! Karena itu saya selalu berada di tempat aman!"


"baiklah! Jadi kita tidak perlu kembali ke toko untuk membahas masalah ini."


Anthony mengarahkan Leo untuk masuk ke ruangan pribadinya. Meski hanya ada dua kursi panjang dan satu meja saja. Namun itu sudah cukup bagi Leo untuk melakukan pembicaraan.


Leo duduk di kursi dan berhadapan dengan Anthony.


" jadi, apa yang ingin anda bicarakan? "


Anthony memulai pembicaraan.


"Yang pertama tentu masalah assasin sebelumnya. Salah satunya mengaku sebagai anggota dari organisasi Bulan Sabit. Dan yang mengirim mereka adalah Marquis of gordon. Jadi jelaskan apa saja yang kamu ketahui tentang mereka."

__ADS_1


Anthony masih teringat dengan siksaan yang Leo lakukan terhadap mereka. Ia mencoba melupakan apa yang ia ingat dan fokus dalam informasi yang Leo inginkan.


__ADS_2