
"hah.. Baiklah."
Raja hanya bisa percaya dengan kemampuan Leo dan Korps Leonardo. Meski mereka jelas kalah jumlah.
"tok, tok, tok."
Darwin mendengar suara ketukan pintu lalu pergi dan membukanya.
"tuan! Ini teh hangat untuk yang mulia!" seorang pelayan mengantarkan cangkir dan teko berisi teh hangat.
Darwin yang cukup waspada dengan apa yang raja konsumsi, menggunakan sihir deteksi untuk memeriksa teh. Apakah ada racun atau tidak.
Tanggan Darwin di arahkan ke teko lalu bercahaya. Bersamaan dengan itu, teko yang masih ada di atas nampan juga ikut bercahaya.
Pelayan yang memegang nampan cukup terkejut dengan apa yang Darwin lakukan. Ia tidak mengetahui apa yang dilakukan oleh Darwin.
Setelah selesai mendeteksi dan tidak ditemukan racun dalam teh tersebut, Darwin langsung menuangkan secangkir teh lalu meminumnya.
Ia lalu mengambil nampan yang pelayan bawa. "terima kasih!"
Darwin masuk dan menutup kembali pintu.
Nampan ditaruh di atas meja dan Darwin menuangkan teh ke dua cangkir. Satu untuk Yang Mulia Raja dan satu untuk Leo.
"silahkan!"
"terima kasih!" Yang Mulia Raja menerima teh dari Darwin.
"terima kasih!" Leo juga menerima teh dari Darwin.
Setelah itu Darwin menuangkan teh lagi untuk dirinya. Dan mereka berhenti sejenak untuk menyesap secangkir teh.
Dalam kenikmatan minum teh, Yang Mulia Raja mengingat satu hal yang juga ia pikirkan sebelumnya.
"oh iya Leo! Apa kau mau menikah dengan putriku?" raja langsung ke inti tanpa basa-basi.
Leo yang mendengar itu langsung terkejut dan menyemburkan minumannya. "apa maksud anda?"
"ayolah! Kau tidak mungkin tidak paham dengan apa yang aku bicarakan. Aku ingin kau menjadi menantuku."
"anda tahu sendiri bukan, saya masih kecil dan tidak mungkin saya menikah hanya karena anda meminta saya melakukan itu!" Leo mencoba tenang dari keterkejutannya.
"kenapa tidak mungkin? Meski putriku masih berumur 10 tahun, ia sangat imut dan saat dewasa ia juga akan menjadi sangat cantik!" raja meyakinkan Leo agar ia tertarik untuk menikahi putrinya.
__ADS_1
Lalu raja mendekat ke Leo dan menyuruh Leo mendekatkan telinga. "dan juga, semua wanita di keluarga ibunya punya dada yang besar. Pasti dia saat dewasa juga mengalami pertumbuhan dibagikan itu!"
Leo terkejut dengan apa yang raja bisikan.
"ehem..." Darwin batuk dengan sengaja untuk menghentikan tingkah raja.
"oh.. Dan ibunya adalah saudari dari Darwin. Bagaimana? Kau mau?"
"ee... Saya tidak mau memikirkan itu untuk sekarang. Karena mungkin dimasa depan saya bertemu dengan orang yang saya sukai. Dan malah akan mengecewakan Yang Mulia." Leo mengeluarkan alasan agar dirinya tidak terlalu terpaku dengan perjodohan. Apalagi dengan keluarga kerajaan.
"kalau begitu kalian bisa bertunangan terlebih dahulu. Lagi pula, jika kau berhasil dalam misi dan menjadi bangsawan, kau bebas melakukan poligami. Dan tentu saja putriku tidak akan keberatan." raja kembali menekan Leo.
"tid.." Leo hendak menjawab namun dihentikan oleh raja.
"apa kau tidak suka dengan yang berdada besar?"
Mendengar pertanyaan raja, Leo menjawab dengan suara pelan. "suka!"
"kalau begitu kita sepakat. Kau akan menjadi calon menantuku!"
"Tapi,.." Leo yang hendak membuka suara kembali dihentikan oleh Yang Mulia Raja.
"tidak ada tapi-tapian. Aku akan membicarakan masalah ini dengan orang tuamu."
Leo hanya bisa menghela napas berharap jika masa depannya tidak menjadi kacau.
" huh... Baiklah! "
Mendengar jawaban Leo, raja menjadi senang karena akan memiliki menantu seorang penyihir tingkat legenda.
Darwin yang merupakan paman dari putri raja juga merasa senang. Mengingat keponakannya akan menikah dengan seorang pria yang sudah jelas masa depannya.
Namun ia juga senang dengan sikap raja yang selalu memaksakan kehendaknya. Dan dia sudah terbiasa dengan itu.
"baiklah! Hanya itu saja yang ingin aku bicarakan denganmu. Jika tidak ada lagi yang ingin kau bicarakan, kau bisa kembali menemui orang tuamu. Mereka pasti sudah menunggumu. Atau kau mau sekalian saja aku membahas tentang pertunanganmu."
Leo yang tidak ingin membahas tentang masalah pertunangan memutuskan untuk segera pergi.
" kalau begitu saya undur diri. "
Leo pergi meninggalkan Yang Mulia Raja dan Darwin.
Darwin yang memperhatikan Leo pergi, dan memastikan jika Leo sudah tidak ada. Ia lalu berbicara kepada raja. "sepertinya anda tidak menikahkan keponakanku hanya karena Leonardo adalah orang yang pantas."
__ADS_1
"kau benar. Aku melakukan itu hanya untuk mengikat Leonardo dengan keluarga kerajaan. Namun tentu saja! Dia adalah pemuda yang cocok untuk putriku."
*
Di suatu ruangan, terlihat seorang bangsawan sedang duduk dan memeriksa berbagai dokumen. Lalu datang seorang pria dengan pakaian rakyat biasa.
"bagaimana hasilnya?" Ucap bangsawan itu.
Pria yang baru saja datang memberikan laporan. "tuan! Penyihir yang bernama Leonardo Donovan, ia bahkan masih sangat muda. Namun ia sudah bisa menggunakan sihir tingkat legenda."
Bangsawan itu menjadi geram dengan hasil laporan pria ini.
"apa kau sudah mencari tahu tentang kelemahannya?"
"maaf tuan. Penjagaannya terlalu ketat. Bahkan ia juga memiliki petualang rank S di pasukannya."
Bangsawan itu semakin kesal. Ia tidak menyangka jika rencana yang telah ia susun bertahun-tahun harus ditunda hanya karena kemunculan seorang bocah rendahan.
Pria yang memberi laporan, hendak menagih janji dari bangsawan tersebut. Dimana sebelumnya bangsawan itu menangkap istri dan putrinya. Ia berjanji akan melepaskan mereka jika pria ini melakukan tugas yang bangsawan itu berikan.
"tuan.! Saya sudah melakukan apa yang anda perintahkan. Kapan anda akan melepaskan istri dan putri saya?"
Dalam keadaan hati yang kurang baik, bangsawan yang di tagih janjinya semakin buruk. Ia berdiri dan berjalan menuju ke suatu ruangan. "ikuti aku!"
Pria yang istri serta anaknya disandra, mengikuti bangsawan tersebut dengan perasaan senang. Ia mengira jika istri dan anaknya akan dilepaskan.
Hingga mereka sampai di sebuah ruangan di belakang kediaman bangsawan.
Pria yang akan bertemu dengan istri dan putrinya menjadi semakin senang akan bertemu dengan keluarganya yang sudah cukup lama tidak bertemu.
Namun terdengar suara beberapa pria dari dalam ruangan.
Bangsawan membuka pintu.
Pria yang sudah tidak sabar bertemu dengan keluarganya melihat sesuatu yang menyayat hatinya. Ia terkejut, marah, sedih, dan tidak percaya dengan apa yang ia lihat.
Didalam, istri dan putrinya sedang di nikmati oleh lima orang pria sekaligus.
Menyadari ada yang membuka pintu, kedua wanita itu melihat ke arah pintu dan mendapati dua orang pria. Salah satunya adalah suami dan ayah mereka.
Namun bukannya berhenti dan meminta tolong kepada pria tersebut, kedua wanita itu malah meneruskan kegiatannya dengan senyum di wajah mereka yang telah berlumuran cairan lengket.
Pria tersebut sangat terpukul melihat apa yang terjadi dengan istri dan putrinya.
__ADS_1
Bangsawan itu melihat ke arah pria yang ia bawa sedang menangis. Ia lantas mendorong pria tersebut masuk hingga terjatuh. Lalu ia menutup pintu dan kembali ke kediamannya.