Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
72. Hilang.


__ADS_3

Pintu terbuka dan Leo akhirnya dapat melihat isi dari ruangan tersebut dengan jelas.


Leo melihat berbagai jenis mineral tingkat tinggi. Bahkan cukup langka jika mencarinya di ibukota sekalipun.


"ini benar-benar definisi harta yang sebenarnya."


Leo masuk dan mengecek bagian dalam. Dan ternyata benar saja. Ia menemukan berbagai peralatan yang sangat berkualitas. Bahkan jika dijual, bisa untuk membangun kota ini menjadi kota menengah.


Berbagai pedang dan Armor dengan bahan adamantium ada di sini. Bahkan equipment sihir juga dengan kualitas terbaik ada.


"aku tidak bisa membayangkan. Dari mana mereka mendapatkan ini semua."


Leo berspekulasi jika Black Guild telah melakukan sangat banyak perampokan dan pencurian. Karena tidak mungkin jika mereka memiliki blacksmith tingkat tinggi.


"atau mereka memang memilikinya?"


Namun Leo menghentikan pemikirannya.


Leo berpikir sejenak untuk menentukan Apakah ia akan menjual semua ini atau menyimpannya. Karena ia tidak tahu asal dari benda-benda ini.


"hemm.. Jika ini barang curian, ketika aku menjualnya pasti akan ada pemilik yang mengenalinya."


Leo kembali berpikir apa yang akan ia lakukan.


Lalu sebuah ide licik muncul di kepala Leo.


"hehehe.... Cara terbaik untuk menjual benda ini tanpa diketahui oleh pemilik aslinya adalah dengan mengubahnya."


Leo segera melakukan rencananya. Ia mengambil semua barang tersebut dan mulai membongkar mereka satu per satu.


Semua senjata yang ada, ia gabungan dan ia ubah menjadi sebuah Armor. Dengan tehnik penempatan yang ia lakukan hingga ia melupakan waktu di luar.


Seharian ia berada di dalam toko peralatan tanpa diketahui oleh orang lain. Hingga menyebabkan Jack dan yang lain panik mencari Leo.


Namun Leo disini dengan santai dan wajah semangat melakukan kegiatannya.


Hingga akhirnya ia berhasil mengubah semua barang berharga itu menjadi tujuh Armor. Namun tidak dengan peralatan sihir yang sangat langka. Dimana ia hanya akan menyimpannya saja. Tanpa harus menunjukkan itu kepada orang lain.


"hehehe.. Akhirnya selesai juga!"


Ia lantas melihat kearah jendela dan menyadari jika hari sudah mulai gelap.


"astaga! Sudah mulai gelap. Mereka pasti khawatir mencariku! Sebaiknya aku segera kembali."


Leo dengan cepat menyimpan semua barang tersebut dan kembali.


Saat ia keluar dari toko, ia bertemu dengan Sylf.


"Sylf! Kamu sedang apa?"


Merasa mendengar suara Leo, Sylf segera melihat sekitar dan melihat Leo sedang berdiri dengan ekspresi tanpa dosa. Karena membuat semua orang merasa was-was.


"tuan! Darimana saja anda? Semua orang sangat khawatir mencari anda!"


Sylf segera mendekat kepada Leo.


"ahahaha.. Maaf! Aku lupa waktu saat sedang menempa tadi."

__ADS_1


Akhirnya mereka kembali berkumpul karena Leo sudah ditemukan.


Semua orang segera berkumpul untuk memastikan jika Leo memang telah hadir. Namun ada satu orang yang masih belum kembali.


"Dimana Jack?"


Semua orang baru menyadari jika Jack masih belum kembali.


Lalu seorang pria yang sempat melihat Jack pergi, mengangkat tangan.


"tadi saya sempat melihat tuan Jack pergi menuju wilayah hutan kematian. Namun saya masih belum melihat beliau kembali."


Leo tahu Jack pasti akan mencarinya di hutan kematian. Namun karena itu jack, maka Leo tidak akan khawatir.


"ya sudah! Kalian bubar dan istirahat saja. Sebentar lagi ia juga akan kembali."


Mereka langsung bubar dan kembali ke kegiatan mereka sebelum istirahat. Sementara Leo, Phinix, Sylf, Elena, dan Brock kembali ke penginapan. Tempat biasa Leo untuk minum.


*


Di dalam hutan kematian, seorang pria tampak dengan sangat khawatir mencari keberadaan tuannya. Ia bahkan tidak tanggung-tanggung membantai semua monster yang ia lihat.


Bahkan sampai menyebabkan beberapa monster segera menjauh untuk menghindari pembantaian yang dilakukan oleh orang tersebut.


"Dimana tuan berada? Kenapa sampai sejauh ini aku masih belum menemukan tanda-tanda keberadaannya?"


Jack terus menyusui hutan untuk mencari keberadaan Leo. Ia sangat khawatir sampai tidak bisa berpikir dengan jernih.


Lalu ada seekor beruang besar mendekat ke arah Jack. Hingga sampai di belakang tubuh Jack, beruang tersebut mengaung keras.


"grahhh..."


"diam kau sialan!"


Jack langsung memotong kepala beruang tersebut tanpa Perlawanan.


"hah.. Hari sudah semakin gelap! Sebaiknya aku segera kembali saja. Semoga saja tuan Leo sudah ditemukan.


Namun jika masih belum ketemu, maka aku akan membantai semua monster di dalam hutan ini. Dan mencari beliau di setiap sudut hutan."


Akhirnya Jack memutuskan untuk kembali.


Meski masih merasa khawatir dengan keberadaan Leo yang menghilang tanpa kabar.


Saat kembali ke kota, Jack segera menuju ke tempat biasa ia, Leo, dan Brock minum dengan santai.


Dengan perasaan khawatir, ia bahkan tidak membalas sapaan seseorang saat bertemu dengannya.


Ia masuk ke dalam dan duduk di kursi biasanya.


Dengan wajah yang murung dan khawatir, ia bahkan tidak melihat siapa saja yang sedang berada di dalam sana.


"mau minum apa?"


"tolong arak satu!" Jack merasa sangat malas saat akan minum. Dan akhirnya ia memesan minuman paling keras.


"silahkan!"

__ADS_1


Minum Jack sudah datang dan ia melihat orang yang memberikan minuman tersebut.


"terima kasih!"


"sama-sama!" Leo tersenyum.


Lalu Jack kembali murung dan menunduk tanpa semangat.


Tak lama ia menyadari sesuatu.


'tunggu! Bukankah itu tuan Leo?'


Jack melirik ke arah Leo yang sedang tersenyum.


Jack terkejut dan langsung berdiri mendapati jika Leo sudah ketemu.


"tuan Leo!"


"iya?" Leo masih tersenyum tanpa merasa bersalah.


Jack segera menaruh minumannya dan meraih Leo mendekat. Ia lantas memeriksa wajah, rambut, telinga dan mencubit pipi Leo.


"apha ahpa han kou inih!" Leo tidak bisa berbicara dengan jelas disaat pipinya ditarik oleh Jack.


Jack hampir tidak percaya jika Leo sudah kembali.


"ini benar-benar anda?"


"tentu saja! Memang siapa lagi yang punya wajah tampan Seperti ku?"


Leo menyentuh pipinya yang merah karena cubitan Jack.


Akhirnya Jack bisa menghela napas lega.


"syukurlah anda tidak apa-apa! Saya sangat khawatir saat mendengar jika anda hilang tadi!"


Jack kembali duduk dan mengeluh dadanya.


Leo menciptakan es untuk membuat minumannya dingin. Lalu meminumnya.


"apa yang kau khawatir kan? Memang siapa yang bisa membuat aku dalam bahaya?"


"yah.. Meski itu benar, anda masihlah sangat kecil untuk tidak di khawatirkan."


Elena dan Sylf tertawa kecil di meja makan bersama Phinix.


"entah kenapa aku merasa kesal saat kau bilang kalau aku masih kecil. Meski jika itu memang benar!"


Jack menoleh kearah Elena dan Sylf yang sedang tertawa. Lalu ia mengingat tentang hubungan Leo dan Phinix.


Jack mendekat kepada Leo lalu berbisik.


"lalu bagaimana hubungan anda dan juga Phinix?"


Jack bertanya dengan ekspresi anehnya.


Melihat ekspresi Jack, Leo merasa jijik dan menjauhkan wajah Jack dari depan mukanya.

__ADS_1


"kami akan menikah saat aku sudah berumur 15 tahun."


__ADS_2