Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
47. Hamil?


__ADS_3

Di dalam ruang kerja masih terdengar suara perbincangan. Tak lupa Leo memperkenalkan Phinix yang menjadi anggota ksatria baru.


"Phinix akan menjadi asisten pribadiku."


Diantara anggota Twin Tea Party tidak ada yang keberatan. Mengingat jika dalam cerita Leo, Phinix adalah budak yang telah menyelamatkan Leo.


Lalu Leo membagikan seragam ksatria miliknya.


"jubah ini akan menjadi identitas dari pasukan khusus milikku. Yang nantinya dikenal dengan nama 'Korps Leonardo'."


Jack, Sylf, Elena, dan Brock mencoba memakai jubah tersebut. Sempat mereka merasa aneh dengan ukuran jubah yang sama. Namun setelah mereka memakai jubah Korps, mereka langsung terkejut dengan kemampuan menyesuaikan ukuran dari jubah tersebut.


Mereka memberi hormat kepada Leo "terimakasih tuan!"


"sama-sama!"


Leo memutuskan untuk beristirahat di kamar. Karena besok ia juga akan menjadi cukup sibuk dengan perencanaan penyerangan kota Kenji.


Sementara Phinix berada di kamar yang berbeda dengan Leo.


Phinix mengunci pintu kamar agar tidak ada yang mengganggu istirahatnya. Apalagi ia tidur tanpa memakai sehelai kain.


Karena kontrak budak yang Leo gunakan juga bisa menghubungkan indra antara dirinya dan budak, Leo bisa melihat tubuh Phinix dari persepsi Phinix pribadi.


Hal itu membuat Leo kesulitan untuk tidur. Akhirnya ia menonaktifkan penglihatannya dari Phinix.


Keesokan paginya Leo terbangun berdua. Dirinya dan bagian dirinya yang lain. "kenapa kau juga ikut bangun? Ini masih belum waktunya kamu untuk bertindak."


Leo berusaha tenang agar bagian dirinya yang terbangun, kembali pada mode terlemahnya.


Kegiatan paginya masih sama. Ia keluar kamar dengan jubah Korps namun dengan tambahan pangkat tertinggi di pundaknya. Pada pangkatnya, terdapat gambar 3 bintang dan tanda strip di ujung. Itu adalah bayangan Leo tentang pangkat tertinggi di militer bumi.


Ia berjalan menuju ruang makan yang telah diisi oleh banyak orang. Termasuk ayah dan ibunya.

__ADS_1


"akhirnya kau bangun Leo. Jika kau bangun lebih lambat, aku akan menyiramkan air agar dirimu bangun." ayah merasa rindu dengan hari-hari ia melatih Leo dan Alex saat masih kecil.


"kau sudah sering malakukan itu ayah. Jadi aku sudah terbiasa agar tidak menjadi target dari kejahilanmu itu!"


"hahahaha ..."


Semua orang tertawa menyaksikan interaksi dari ayah dan anak itu.


"Sudah! Ayo cepat duduk. Nanti keburu makanannya dingin!" Ucap ibu.


Sebelumnya Leo tisak terlalu memperhatikan bentuk tubuh ibu. Namun sekarang ia melihat ada yang berbeda dengannya.


"ee... Ibu terlihat semakin gemuk!"


Semua orang tersenyum karena Leo masih belum mengetahui berita terbaru tentang ibunya.


"oh... Itu karena adikmu masih belum mau keluar!"


"adik?" otak Leo masih cukup mengalami lag karena bangun tidur.


"apa? Jadi ibu hamil! Hahaha.. Akhirnya kerja kerasmu membuahkan hasil ayah!" Leo menyindir ayah yang dari dulu selalu melakukan hubungan sampai larut malam akhirnya sekarang berhasil.


"apa maksudmu ha?" ayah kesal karena merasa dirinya di remehkan oleh anaknya sendiri.


"Sudah! Ayo cepat makan!" ibu menghentikan pertengkaran ayah dan anak itu.


"hahahaha.. Sudah lama tidak ada keributan seperti ini! Ini membuat suasana di kediaman ini menjadi lebih hidup. Aku memang tidak salah memilihmu menjadi menantuku Donovan." kakek merasa senang dengan kehidupan mereka yang penuh dengan interaksi. Apa lagi mengingat jika umurnya sudah tidak muda lagi.


Semua orang di ruang makan bahagia melihat Diego Meiter tertawa lepas. Sudah sangat lama sejak dirinya menjadi kepala keluarga meiter.


Setelah selesai makan, Leo pergi dengan Phinix, Sylf, dan Elena. Tujuannya adalah untuk membuat mereka akrab satu sama lain. Juga untuk mendapatkan kebutuhan Phinix yang bukan menjadi keahlian Leo dalam memilih pakaian.


"kalian temani Phinix untuk berbelanja. Gunakan koin emas ini untuk membeli apapun kebutuhan Phinix." Leo memberikan sekantong koin emas berjumlah 30 keping.

__ADS_1


"baiklah tuan!" mereka berangkat menuju kota untuk berbelanja. Sementara Leo menuju ke markas kelompok Catatan Armor.


Saat ia sampai di toko, ia disambut oleh Anthony langsung. "Selamat datang di toko ini tuan Leonardo! Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda untuk pertama kalinya."


Anthony tidak tahu jika ia sebenarnya sudah pernah bertemu dengan Leo. Namun dengan identitas berbeda.


"beberapa bulan yang lalu, aku mengirim Jack dan Sasuke untuk kemari. Apakah semua yang Sasuke minta sudah siap?" Leo langsung menuju ke inti permasalahan.


"tentu tuanku. Semua susah siap! Silahkan lewat sini untuk melihat hasil kerja keras kami."


Anthony mengantar Leo ke sebuah ruangan. Didalam ruangan tersebut, terdapat banyak dokumen tentang hasil pengumpulan informasi rahasia.


Leo duduk di sebuah kursi dan Anthony mengambil dokumen yang cukup tebal. Berisi semua informasi dari kota Kenji sesuai dengan apa yang Sasuke perintahkan sebelumnya.


"ini adalah semua informasi tentang kekuatan tempur di kota Kenji. Serta hubungan mereka dengan orang luar. Bahkan ada beberapa yang berkoalisi dengan bangsawan kontra kerajaan. Kami berhasil mendapatkan informasi ini setelah pengorbanan nyawa dari beberapa anggota kami. "


Leo senang dengan hasil pekerjaan mereka yang sangat rapi dan jelas. Bahkan bisa sampai mendapatkan informasi tentang hubungan mereka dengan bangsawan kontra.


Namun ada yang membuat Leo marah dengan laporan misi ini. "melakukan pengorbanan untuk menyelesaikan misi memang bagus! Namun aku tidak suka mengorbankan anggota sendiri. Segera benahi kesalahan seperti ini. Aku ingin anggota kelompok ini menjadi lebih memperhatikan nyawanya. Dan untuk misi lain, aku ingin misi berhasil tanpa adanya korban jiwa dari pihak kita."


Anthony terkejut dengan keinginan tuan Leo. Ia tidak menyangka jika bangsawan satu ini masih memikirkan nyawa bawahannya. Dalam hidupnya, baru pertama kali ini ia bertemu dengan bangsawan seperti ini.


Leo berjalan menuju ke sebuah meja dengan kertas dan pena untuk menulis sesuatu.


Setelah selesai menulis, ia memberikan kertas tersebut kepada Anthony.


"ini adalah program latihan untuk para anggota kita. Aku ingin kau melatih mereka menjadi individu yang kuat dan bisa mempertahankan diri sendiri."


Anthony melihat daftar progam latihan di daftar. Ia tidak menyangka jika dalam latihan ini, semua hal akan diatur bahkan sampai makan dan tidur sekalipun.


'aku ingin melihat. Apakah progam latihan militer ini akan mendapat hasil yang sesuai. Meski ragu karena kemampuan di dunia ini lebih besar dengan adanya kekuatan mana, namun kedisiplinan dan mental para anggota masih bisa di latih. Seharusnya ini akan bekerja. '


"maaf tuan! Saya kira progam latihan ini terlalu keras. Bahkan dengan makan dan tidur yang diatur, itu akan membuat para anggota mengajukan protes!" Anthony ragu untuk menerapkan sistem latihan ini. Mengingat jika para anggotanya merupakan orang yang keras kepala.

__ADS_1


" jika ada yang protes, suruh saja mereka untuk bertarung dengan Jack. "


Mendengar solusi dari Leo, Anthony paham dengan maksudnya. Memang siapa yang mau melawan petualang rank S seperti Jack?


__ADS_2