
"bagaimana tuan?" Phinix bertanya kepada Leo yang berada di salah satu bangunan untuk mengawasi pergerakan Phanter.
Leo menunjuk seseorang yang sedang dikerumuni oleh banyak orang.
Phinix melihat kearah yang Leo tunjuk. Ia melihat Phanter sedang marah kepada beberapa orang.
Namun Phinix juga melihat beberapa petualang dari guild lain. Bukan dari Black Guild.
"tuan! Ada beberapa petualang dari guild lain. Apa yang harus kita lakukan jika kita salah mengira mereka adalah anggota Black Guild?" Phinix takut jika ia membunuh orang yang salah!
"kau tenang saja. Semua anggota Black Guild memiliki tato yang sama. Di leher mereka tato berbentuk pisau patah bisa terlihat dengan jelas! Jadi bunuh saja semua orang yang memiliki tato yang sama. Biar aku yang mengurus Phanter!" Leo memberi penjelasan menurut laporan dari Anthony.
"baiklah! Bisa kita mulai?" Phinix ingin segera menyelesaikan penyerangan ini.
Leo berdiri lalu memakai topeng dari identitas Sasuke! Tak lupa dengan pedang ganda buatannya.
Ia tersenyum sari balik topengnya. "kita mulai perburuannya!"
Leo mengaktifkan skill Full Assasin lalu menghilang dari pandangan.
*
"siapa yang berani menyerang markas Black Guild!" Phanter marah besar dengan insiden yang menimpa markasnya.
Semua orang terdiam mendengar amarah Phanter. Bahkan para petualang dari guild lain.
Phanter semakin marah saat tidak ada diantara anggotanya yang menjawab pertanyaannya.
Namun disaat amarahnya memuncak, ia merasakan hal aneh. Dengan sangat cepat, Phanter menebaskan pedangnya ke arah belakang.
"ting..."
Benturan pedang besar Phanter dan pedang ganda Leo menimbulkan percikan api.
Karena fisik dan berat pedang Phanter beradu, Leo terdorong ke belakang disaat kaki Leo tidak menyentuh tanah.
Leo terlempar sejauh tiga meter dan saat kakinya menyentuh tanah, Leo kembali menghilang.
"Ho... Sepertinya ada yang berani mencari masalah dengan Guild ku." Phanter tersenyum menyadari keberanian musuhnya.
"kuat!" Leo merasakan kekuatan langsung dari Phanter yang tak kalah dari Jack.
Dengan cepat otak Leo bekerja dan ia menargetkan anggota Black Guild yang berada di sekitar Phanter.
"crat.. Crat... Crat..."
"ahhhh..."
__ADS_1
Satu persatu kepala anggota Black Guild terjatuh ke tanah oleh tebasan Leo.
Phanter terkejut menyadari musuhnya sangat cepat dalam membunuh anggotanya.
"sialan...!" Phanter segera menyalakan suar ke langit untuk menyuruh semua anggota Black Guild berkumpul.
Dengan cepat semua anggota berkumpul di depan gedung guild yang terbakar habis.
Sementara para petualang dari guild lain memutuskan untuk tidak ikut campur dengan masalah Black Guild dan pergi ke tempat aman.
Leo yang menyadari kehadiran semua anggota Black Guild menjadi semakin bersemangat. Namun ia juga sangat terkejut mengetahui jumlah dari anggota Black Guild yang sangat banyak.
Di perkirakan ada lebih dari seribu anggota. Rata-rata memiliki rank C dan B. Puluhan rank A dan satu orang rank S yang merupakan ketua dari Black Guild itu sendiri.
"lebih baik kau menyerah saja! Mustahil kau bisa selamat setelah menyinggung Black Guild." teriakan Phanter terdengar lantang.
Namun Leo tidak peduli dengan peringatan yang diberikan Phanter.
Leo terus menerus membunuh anggota mereka dengan sangat cepat. Dimana anggota yang menjadi target Leo berada di posisi yang saling berjauhan.
Hal itu membuat Phanter bingung. Seakan musuh berjumlah lebih dari satu.
Phanter menggerakkan giginya. Ia menjadi geram setelah peringatannya tidak di pedulikan.
"semuanya! Berkumpul menjadi satu!" perintah Phanter membuat para anggota bergerak mendekat satu sama lain.
Namun Leo tidak kurang akal. Ia masih memiliki Phinix yang mengawasi dari atas.
Dengan indra Leo yang terhubung setelah melakukan sihir budak, ia dapat melihat apa yang Phinix lihat.
Leo masih bisa mendapatkan target yang masih belum berkumpul.
Hingga semua anggota telah saling berdekatan hingga memenuhi halaman depan guild.
"tunggu!" dari kejauhan, terlihat ada seorang remaja berlari menuju kerumunan anggota guild.
Phinix yang melihat itu tentu tidak membiarkannya begitu saja. Dengan mata tajamnya, Phinix memeriksa leher orang tersebut dan terlihat tato dengan bentuk pisau patah.
Leo tersenyum mendapati satu anggota lagi yang bisa ia bunuh.
"maaf! Aku terlambat!" pria tersebut berlari namun tiba-tiba kepala pria tersebut jatuh.
"cling!"
Para anggota Black Guild yang melihat itu melelan salivanya. Mereka tidak menyangka jika assasin yang menyerang mereka sangat hebat. Bahkan mereka tidak bisa melihat bayangan sedikit pun.
Mereka menjadi waspada dengan gerakan apapun dna tidak berani untuk berpisah dari anggota yang lain.
__ADS_1
Leo menyebarkan mananya untuk mendeteksi jika ada orang lain di sekitar. Namun tampaknya tidak ada orang pun selain para anggota Black Guild.
"Phinix! Gunakan sihirmu sekarang." Leo mengirim telepati kepada Phinix.
Phinix tersenyum "Sudah saatnya untukku membuat bangga tuan Leo!"
Phinix mengulurkan tangan ke depan. Lalu tepat di atas para anggota Black Guild, tercipta bola api berukuran kecil.
Di tengah gelapnya langit, mereka bisa dengan jelas melihat cahaya yang berasal dari atas kepala mereka. Para anggota Black Guild menengok ke atas dan melihat sebuah bola api.
Mereka penasaran dengan bila api itu namun perubahan pada bola api tersebut membuat mereka menjadi panik.
Perlahan bola api berubah menjadi semakin besar. Hingga ukurannya cukup besar untuk meratakan semua anggota guild yang berkumpul.
Phanter yang melihat itu tentu merasa cemas. "menghindar!"
Teriakan Phanter membuat anggotanya berhamburan lari untuk menyelamatkan diri.
Melihat itu, Phinix tidak menjatuhkan bola api miliknya. Melainkan membuat bola itu meledak di udara.
"duar..."
Pecahan-pecahan dari bola api berjatuhan.
"indah!" Leo menikmati cahaya api berjatuhan seperti petasan.
Namun tidak dengan anggota Black Guild. Mereka merasa jika dunia sudah kiamat. Idaman mereka di jatuh dengan jutaan api yang bisa menghancurkan mereka bersamaan.
Efek dari ledakan itu membuat ratusan anggota terbakar. Bahkan bangunan di sekitar tidak luput dari efek api itu.
Setelah menggunakan sihir api, Phinix kembali fokus untuk memperhatikan situasi. Hingga ia melihat jika Phanter berniat untuk melarikan diri.
"kamu urus yang lainnya." Leo yang juga melihat dari mata Phinix, segera mengejar Phanter. Dan selama pengejaran, Leo masih sempat untuk membunuh beberapa anggota dalam kekacauan.
Phanter yang panik mempercepat langkahnya. Ia tidak menyangka jika anggota guildnya akan berhadapan dengan musuh yang sangat merepotkan.
"ahh.." Suara teriakan anggotanya terdengar.
Phanter menoleh ke belakang untuk melihat apa yang terjadi dengan mereka. Namun ia hany melihat anggotanya yang ikut kabur bersamanya tewas dengan bagian tubuh yang terpisah.
Phanter semakin panik. Ia lebih mementingkan diri sendiri untuk bisa selamat. Ia sudah tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan para anggotanya.
"aku tidak boleh mati disini. Aku harus kabur!"
Namun tak lama langkah Phanter terhenti. Ia sudah dihadang oleh Leo tepat didepannya.
Leo mengacungkan pedangnya untuk menantang Phanter duel. "satu lawan satu! Disini! Hanya kita!"
__ADS_1