
"kami akan menikah saat aku sudah berumur 15 tahun."
Pernyataan Leo sontak membuat semua orang terdiam. Mereka terkejut dan bahkan Elena dan Sylf yang baru mendengar berita ini membuka mulutnya lebar.
Sementara Phinix merasa sangat malu dan menutup mukanya.
"kenapa kalian?" Leo merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan oleh mereka.
Lalu suara teriakan Elena membuat semua orang tersadar dari keterkejutannya mereka.
"tunggu dulu! Kenapa aku baru mengetahui hal ini!"
Elena tidak terima saat menyadari jika Phinix belum cerita soal masalah ini kepadanya.
Phinix hendak menanggapi ucapan Elena.
"ini..."
Namun sebelum Phinix menjelaskan, dirinya langsung diseret oleh Elena yang sudah tidak sabar ingin mendengar kejadian langsung dari mulut Phinix.
"ikut aku! Kita harus bicara empat mada soal ini!" Elena sangat bersemangat saat membahas hubungan Phinix dengan Leo.
"enam mata! Kita harus bicara enam mata. Aku juga ingin mendengar ceritanya!"
Sylf ikut nimbrung dalam pembicaraan Elena.
"iya iya! Enam mata. Jadi ikut kami Phinix."
Akhirnya Phinix di ajak untuk pergi keluar oleh Elena dan Sylf.
Tampak wajah Phinix yang merasa sangat malu disaat dirinya dipaksa untuk menceritakan kejadian itu.
Sementara Leo, Jack, dan Brock hanya bisa melihat Phinix yang dipaksa untuk mengikuti keinginan mereka berdua.
Lalu Jack dan Brock melihat kearah Leo dengan ekspresi tak percaya.
Dan Jack langsung mengubah ekspresinya menjadi haus akan informasi.
"bisakah anda juga menceritakan kronologinya?"
"Ho..!"
Mereka berdua sangat penasaran dengan kejadian ini.
Namun Leo tidak ingin bercerita apapun.
"tidak!"
"kumohon!"
"tidak!"
Brock dan Jack merasa kecewa karena tidak dapat mengetahui cerita dibalik keputusan Leo untuk menikah dengan Phinix.
__ADS_1
"apa orang tua tuan mengetahui masalah ini?"
Jack ingin tahu seperti apa ekspresi yang di perlihatkan oleh Donovan saat dirinya mendengar pernyataan Leo.
"hanya kalian saja yang mengetahui masalah ini. Lagi pula ini adalah urusan masa depanku! Jadi hanya aku dan Phinix yang memutuskan semuanya."
Jack menjadi senang karena ia masih memiliki kesempatan untuk melihat ekspresi terkejut Donovan.
"apa anda bisa pertimbangkan untuk bercerita tentang keputusan anda?" Jack masih penasaran dengan cerita Leo.
"tidak!"
Leo menolak menceritakan kejadian semalam. Hingga ia memutuskan untuk mengubah topik pembicaraan.
"Brock! Aku punya tugas untukmu!"
Brock langsung menjadi serius karena mendapat tugas dari Leo.
Leo mengeluarkan satu cincin spasial dan memberikannya kepada Brock.
"didalamnya terdapat koin emas dan daftar bahan yang perlu kau beli di kota. Jika kesulitan, maka kau bisa meminta bantuan kakek."
Brock segera mengeluarkan kertas daftar barang. Ia meneliti bahan apa saja yang perlu ia beli. Namun semuanya tidak ada bahan khusus. Hanya bahan untuk pembangunan dan bahan makanan saja.
Brock mengangguk mengerti dan sanggup mengemban tugas ini.
" juga jangan lupa untuk mengunjungi keluargamu. Jika bisa ajak saja mereka untuk tinggal di kota ini."
Brock memang sudah cukup rindu dengan keluarganya. Bahkan ia sempat ingin meminta ijin untuk kembali dan melepas rindu dengan mereka.
Dengan ekspresi terharu, Brock merasa senang memiliki tuan yang sangat peduli pada dirinya. Ia rasa memang tepat ia mengikuti Jack untuk bergabung dengan pasukan Leo.
Mereka kembali menikmati minuman dan sebelum mabuk, Leo berhenti dan menuju ke kamarnya.
Jack dan Brock juga ikut pergi untuk beristirahat.
Sementara Phinix masih di tekan oleh Elena dan Sylf untuk menceritakan kejadian dengan sedetail-detailnya.
Keesokan harinya, Leo terbangun dengan keadaan yang cukup prima. Karena ia tidur dengan cukup nyenyak. Tanpa gangguan sama sekali.
Ia bangun lalu pergi menuju kamar mandi.
Setelah mandi, ia kembali mengenakan jubahnya dan keluar dari kamar.
Ia membuka pintu dan didepan pintunya, terlihat Phinix yang sedang berdiri menunggu Leo keluar.
"selamat pagi!" Leo menyapa Phinix lebih dulu.
"selamat pagi tuan!" Phinix menunjukkan senyuman kepada Leo agar membuat Leo senang.
Itu adalah apa yang di ajarkan oleh Elena dan Sylf. Meskipun mereka berdua tidak pernah berhubungan dengan laki-laki.
Melihat Phinix tersenyum, Leo juga ikut tersenyum.
__ADS_1
"Jack dan yang lain sudah menunggu anda di bawah."
Leo juga menyadari jika mereka sudah berkumpul. Karena mereka akan mengantar Brock dalam perjalanan membeli bahan pembangunan kota.
Leo dan Phinix berjalan turun ke lantai satu dan melihat jika Elena dan Sylf sudah duduk menunggu kedatangan Leo. Sementara Jack berdiri di pintu untuk mengawasi Brock yang bersiap dengan kudanya.
"bagaimana persiapan Brock?"
Jack yang dari tadi mengawasi Brock, menjawab pertanyaan Leo.
"Brock sudah siap dengan kudanya. Ia bisa berangkat kapan saja."
Leo keluar dan melihat Brock sedang memasang pelana.
"kau yakin akan pergi sendiri Brock?"
Leo kembali bertanya untuk memastikan jika Brock benar-benar akan pergi sendiri tanpa ditemani oleh siapapun.
Brock mengangguk lalu ia sudah selesai memasang pelana.
Ia lantas naik ke atas kuda untuk memastikan ia memasang pelana dengan benar.
Setelah selesai, ia mengangguk kearah Leo lalu melambaikan tangan.
"hati-hati Brock." Leo membalas lambaian Brock dan Brock pun pergi.
Mereka melihat Brock pergi hingga tak terlihat lagi.
"hari ini, apa yang akan anda lakukan?" Jack bertanya kegiatan Leo hari ini untuk menghindari kejadian yang sama seperti kemarin.
Leo berpikir sejenak lalu menjawab.
"aku akan pergi untuk mengurus kediamanku. Karena sebentar lagi akan siap. Apa lagi kami masih belum mendapat bahan untuk perabotan. Jadi Ferman akan segera mengerjakannya hari ini."
Jack yang mendengar itu, menjadi penasaran dengan bentuk dari kediaman tuan Leo. Ia jadi ingin melihat kediaman tersebut. Namun pekerjaannya untuk pembangunan tembok belum selesai. Jadi ia hanya akan berkunjung jika ada kesempatan.
"kalau begitu saya akan kembali ke pembangunan tembok. Jadi saya undur diri!"
Jack pergi ke tempat pekerjaannya.
"kami juga akan pergi kembali ke dapur darurat." Elena dan Sylf pergi. Namun mereka meninggalkan Phinix bersama Leo.
Leo menghadap Phinix. "apa kamu tidak ikut mereka?"
Phinix dengan sedikit malu berkata. "mereka tidak terlalu membutuhkan bantuan saya. Jadi saya memutuskan untuk mengikuti anda mulai dari sekarang."
Leo mengerti maksud dari tujuan Phinix melakukan ini. Ia hanya ingin menjadi lebih dekat dengan Leo.
Meski Leo curiga jika ini adalah rencana dari dua orang wanita yang mengintip mereka dari kejauhan.
" kalau begitu ikutlah. Kita lihat rumah masa depan kita nantinya!" Leo pergi menuju lokasi pembangunan mansion.
Mendengar ucapan Leo, Phinix menjadi sangat senang. Ia lantas mengikuti Leo dari belakang. Ia juga sudah tidak sabar ingin melihat dimana ia dan Leo akan tinggal dimasa depan.
__ADS_1