Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
35. Menuju Toko Pandai Besi.


__ADS_3

Duke Gustaf menghentikan duel. Dengan Leo sebagai pemenangnya.


Leo mengulurkan tangan untuk membantu Erfan berdiri. Erfan pun menerima bantuan Leo lalu berdiri.


"aku cukup terkejut dengan kemampuanmu. Aku tidak menyangka jika kau bisa membuat serangan semacam itu di umurmu yang masih muda." Erfan memuji Leo.


Erfan mengulurkan tangannya memberi selamat kepada Leo. "selamat ya! Jika berkenan, aku ingin tahu namamu yang telah berhasil mengalahkanku."


Leo menerima ukuran tangan Erfan dan bersalaman. "namaku Sarutobi Sasuke. Sasuke adalah namaku dan Sarutobi adalah margaku."


"baiklah Sasuke. Aku harap bisa melihat masa depanmu yang cerah." Erfan menjadi kagum dengan Sasuke yang merupakan Leo sendiri.


"hahah... Inilah anakku. Meski memalukan karena kalah dari anak kecil, namun kau bisa menerimanya dengan lapang dada. Bagaimana Sasuke! Apakah kau tertarik untuk menjadi ksatria di kediaman Gustaf? Dan meninggalkan Leonardo Donovan." Duke Gustaf bangga dengan sifat anaknya. Ia bahkan sampai menawarkan Leo untuk beralih mengabdi kepada Duke Gustaf.


" mustahil untuk saya menghianati tuan Leonardo. Jadi tawaran tuan Gustaf harus saya tolak." tentu Leo menolak tawaran Duke Gustaf.


" juga karena kamu sudah menyelamatkan Rosa, aku akan mengabulkan beberapa permintaan milikmu. Tentu saja selama aku masih sanggup melakukannya. " Duke Gustaf menawarkan permintaan kepada Leo.


" Setelah pertarungan menyelamatkan nona Rosa, senjata saya rusak berat. Jadi saya ingin meminta kepada anda untuk meminjamkan ruang pandai besi untuk saya membuat pedang." Leo ingin membuat pedang sendiri dan membuat Duke Gustaf kagum dan mulai memperhatikan sosok Leonardo Donovan dengan karya tempaannya.


" hahah... Hanya itu? Itu terlalu mudah. Tapi apa kau juga bisa menempa sendiri?" Duke Gustaf meragukan kemampuan Leo dalam menempa senjata. Karena dari segi umur, Leo mustahil memiliki pengalaman untuk menempa. Karena membutuhkan keahlian khusus dalam hal menempa.


" tuan Gustaf tenang saja. Karena saya sudah sering membuat senjata saya sendiri." Leo percaya diri dengan keahlian dirinya dalam menempa. Meski sebenarnya ia belum pernah melakukannya, namun dengan pengetahuan yang ia dapat tidak ada yang tidak mungkin baginya.


Duke Gustaf semakin bersemangat untuk mengetahui keahlian Leo dalam menempa. Ia pun setuju dan mengajak Leo untuk pergi ke salah satu bisnis milik keluarga Duke Gustaf.


Meninggalkan lapangan latihan beserta para prajurit yang masih tertegun karena kekalahan pemimpin mereka.

__ADS_1


Leo dan Duke Gustaf bersiap untuk pergi menggunakan kereta kuda. Letak dari toko pandai besi berada di pinggir kota. Cukup jauh mengingat luas dari kota Argus yang hampir sama dengan ibu kota.


Namun nona Rosa ingin ikut dengan kakeknya untuk melihat keahlian dari Leo. Duke Gustaf pun menginginkan nona Rosa untuk ikut. Bahkan anak dari Erfan juga mau ikut namun Duke Gustaf tolak untuk menghindari terlalu ramai.


Mereka segera berangkat sebelum tengah hari karena Duke Gustaf memiliki urusan dengan pemerintahan.


Dalam perjalanan nona Rosa memperhatikan Leo terus menerus. Wajahnya menjadi semakin merah saat ia memikirkan apa yang ingin ia lakukan.


Nona Rosa pun membuatkan tekat untuk berbisik kepada Duke Gustaf. Duke Gustaf yang dibisiki oleh cucunya hanya diam mendengarkan.


Dalam bisikan nona Rosa, ia memberitahu kepada Duke Gustaf tentang perasaan dirinya terhadap Leo. Ia bahkan membuat permintaan kepada kakeknya untuk menjodohkan dirinya dengan Leo. Agar dirinya bisa hidup bahagia bersama Leo.


Mendengar pernyataan nona Rosa, duke Gustaf awalnya enggan untuk memikirkan hal tersebut. Namun mengingat kemampuan Leo yang sangat tinggi, ia memikirkan kembali keputusannya karena Leo tentu memiliki masa depan yang cerah.


Duke Gustaf mengangguk mengiyakan permintaan cucunya. Ia pun memikirkan cara untuk menjodohkan nona Rosa dengan Leo yang ia kenal sebagai Sasuke. Namun ia harus membicarakan lagi hal ini dengan ayah nona Rosa.


Duke Gustaf tersenyum melihat sikap malu cucunya. Meski ia enggan kalau cucunya menikah.


Tentu Leo mendengar apa yang nona Rosa bahas kepada Duke Gustaf. Dengan indranya yang telah diperkuat dengan sihir, ia mendengar dengan sangat jelas meski sedikit terganggu dengan suara laju kereta yang berisik.


Tak berselang lama mereka akhirnya sampai di toko pandai besi milik keluarga Gustaf.


Sebuah bangunan besar dengan aksesoris senjata dan pelindung menghiasi setiap sisi toko. Kedatangan Duke Gustaf tentu mengundang perhatian publik.


Beberapa warga penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pemimpin kota di toko pandai besi. Meski mereka sudah tahu jika toko ini merupakan properti milik keluarga Gustaf.


Mereka turun lalu masuk dan disambut oleh beberapa pelayan yang terkejut dengan kedatangan pemilik toko. Bukan hanya pelayan. Semua pengunjung juga terkejut dengan kedatangan Duke Gustaf.

__ADS_1


Para pelayan serta pengunjung memberi hormat secara bersamaan kepada penguasa kota Argus. Duke Gustaf lalu mengisyaratkan menerima hormat mereka.


Lalu datanglah seorang pria yang merupakan manager di toko ini. "Selamat datang di toko tuanku. Ada yang bisa saya bantu?"


"Sudah lama aku tidak berkunjung kemari. Ini ada ksatria dari seorang bangsawan. Ia ingin membuat senjata sendiri. Jadi ijinkan dia untuk menggunakan semua bahan dan alat yang diperlukan di toko ini. Jika ada yang tidak dimiliki oleh toko ini." Duke Gustaf menunujuk Leo.


Manager toko penasaran dengan sosok bertopeng yang di tunjuk oleh Duke Gustaf. Ia menelisik mulai dari atas hingga bawah. Sempat ia meragukan kemampuan Leo dalam menempa. Namun karena ini perintah langsung dari pemilik toko, ia tidak bisa menolaknya.


"baiklah. Mari ikuti saya." manager toko menunjukan tempat para pandai besi menempa. Diikuti oleh Leo, Duke Gustaf, dan nona Rosa.


Setelah Duke Gustaf pergi, suasana di dalam toko kembali seperti sedia kala. Namun masih dengan pembicaraan tentang Duke Gustaf dan sosok anak bertopeng yang bersama dengannya.


Sampai di dalam ruangan penempaan, dapat dilihat jika beberapa pandai besi sedang bekerja. Mereka membuat berbagai pelindung dan senjata.


Dengan kedatangan dari Duke Gustaf, mereka langsung menghentikan kegiatan untuk memberi hormat kepada Duke Gustaf.


Lalu seorang pria yang merupakan pemimpin para penempa mendekat untuk menyambut Duke Gustaf. "maaf tuan! Tempat ini terlalu kotor dan berdebu untuk menjadi tempat kunjungan seorang bangsawan. Apakah ada alasan khusus sampai anda mengunjungi tempat seperti ini?"


"seseorang yang aku kenal ingin membuat senjata sendiri. Jadi siapkan semua alat dan bahan yang ia perlukan." Ucap Duke Gustaf.


"baiklah!" pemimpin para penempa mengiyakan keinginan Duke Gustaf.


"kau bisa mulai sekarang. Apapun yang kau butuhkan hanya perlu meminta kepada mereka untuk mendapatkannya." Duke Gustaf mempersilahkan Leo untuk memulai penempaan.


____________________________________________________


Jangan lupa like dan komen.

__ADS_1


See you next chap! 😁


__ADS_2