
Akhirnya mereka sampai di dapur darurat.
Terlihat jika Elena dan Sylf sudah mulai membagi akan makanan.
Dan para pekerja sudah mengantri untuk mengambilnya.
Leo mendekat dan hendak menyapa Elena dan Sylf. Namun mengurungkan niatnya karena dapat mengganggu mereka yang sedang sibuk.
"tuan! Apa saya boleh ikut membantu mereka?" Phinix berencana untuk membantu Elena dan Sylf.
"tentu saja."
"kalau begitu, saya permisi."
Phinix berjalan menuju Elena dan Sylf. Ia lalu membantu mereka.
Sementara Leo, Jack, dan Brock juga segera mengambil makanan.
Salah satu pekerja melihat Leo tuan mereka merasa terkejut. Ia tidak menyangka jika Leo akan makan bersama dengan para pekerja.
"hei! Bukankah itu tuan Leo? Kenapa ia makan disini?"
"entahlah! Namun jika dilihat, makanan yang tuan makan juga sama seperti milik kita."
Pembicaraan para pekerja terus terdengar tentang kedatangan Leo.
Sementara Leo, Jack, dan Brock sudah mengambil makanan dan duduk di kursi untuk makan.
Setelah selesai makan, mereka kembali melakukan aktivitas mereka.
Leo sengarang sudah berada di tempat dimana ia mengakhiri menggali parit.
Ia kembali menggunakan sihirnya dan sampai siang ia menggali sampai tempat para pekerja membangun gerbang.
Dari jauh, para pekerja dan Jack merasakan getaran tanah.
"apa yang terjadi? Kenapa tanahnya sedikit bergetar?"
Para pekerja merasa sedikit panik menyadari getaran di tanah. Mereka takut jika getaran tersebut menjadi lebih kuat hingga menyebabkan pembangunan gerangan menjadi gagal.
Namun Jack yang mengetahui jika getaran ini disebabkan oleh Leo, mencoba untuk menenangkan para pekerja.
"kalian tidak perlu khawatir. Getaran ini disebabkan oleh tuan Leo yang sedang membuat parit. Jadi tidak akan mengganggu pengerjaan gerbang."
Mendengar ucapan Jack, para pekerja menjadi tenang. Mereka kembali melanjutkan pekerjaan mereka.
Sementara Jack melihat kearah Leo dari kejauhan. Leo dengan cepat bergerak sambil menggali parit dengan sihirnya.
Hingga sampai di lokasi para pekerja.
__ADS_1
Para pekerja kembali menghentikan pekerjaan mereka untuk melihat keahlian Leo dalam sihir.
Sementara Leo juga ikut berhenti untuk melihat hasil dari pembangunan.
Ia melihat jika gerbang kota sudah hampir selesai. Hanya perlu melakukan sedikit kerapian untuk menunjukkan wujud gerbang sesungguhnya.
Leo tersenyum dengan hasil pengerjaan mereka yang sangat cepat. Ia tak menyangka jika pekerjaan mereka sudah hampir selesai hanya dalam dua hari saja.
"tuan! Bagaimana hasilnya?" Jack datang menyapa.
"aku tidak menyangka jika pengerjaannya sangat cepat. Meski baru bagian intinya saja."
"benar! Mereka sangat bersemangat dalam pembangunan kota. Apa lagi mengingat jika mereka juga akan menjadi warga bebas setelah pembangunan kota ini selesai. Membuat mereka semakin bersemangat." Ucap Jack.
Leo melihat sekeliling mencari keberadaan Brock. Karena biasanya, ia akan selalu bersama dengan Jack.
" dimana Brock? "
" Brock pergi ke tempat penyimpanan. Karena kami juga sedikit kekurangan bahan. "
Leo mengerti dan ia melanjutkan pekerjaannya.
#
Satu minggu berlalu.
Leo sudah selesai membangun parit. Bahkan sudah dialiri oleh aliran sungai.
Semua berjalan dengan sangat lancar. Dan sekarang Leo berada di depan kediamannya yang juga hampir siap.
Leo menatap kediamannya dengan perasaan kagum.
"bagaimana menurut anda tuan?" Rien mendatangi Leo untuk meminta pendapat.
"aku cukup puas dengan modifikasi kalian. Aku bahkan tidak menyangka jika kamu bahkan sampai membuat ukurannya sangat besar. Namun apakah bahannya cukup?"
Leo merasa kagum dengan ukuran kediamannya yang dua kali lebih besar dari yang ia rencanakan. Meski dengan bentuk yang hampir sama dengan desain awal.
Namun disisi lain, ia juga merasa khawatir dengan jumlah bahan yang mereka gunakan. Apakah cukup dengan pembagian bahan untuk tembok pertahanan.
"semua sudah kami bicarakan dengan kelompok pembangunan tembok. Dengan bahan yang saat ini, masih cukup bahkan mungkin akan tersisa. Namun jika janda juga akan membangun seluruh kota, maka tentunya bahannya akan sangat kurang." jelas Rien.
Leo mengerti dengan apa yang dikatakan Rien. Lagi pula Leo memang sudah mengira jika bahan bakunya kurang.
" aku akan mengirim orang untuk meminta kakek mengirim bahan dan pekerja baru. Jadi selesaikan dulu pekerjaan kalian. "
" baiklah tuan!"
Lalu Leo melihat sekitar untuk mencari keberadaan ferman si tukang kayu.
__ADS_1
"Dimana ferman?"
"ferman sedang berada di dalam bangunan untuk mulai membuat perabotan untuk kediaman anda tuan! Apa anda ingin saya untuk memanggilnya?"
"Tidak perlu!"
Leo tidak ingin mengganggu pekerjaan ferman. Jadi ia memutuskan untuk pergi dan mencari orang untuk ia kirim menuju ke kediaman kakeknya.
'hem... Siapa yang harus aku kirim?'
Leo berpikir keras tentang orang yang bisa ia kirim.
Hingga ia mengingat jika Brock sudah menikah. Dan keluarganya berada di kota Mainter.
"lebih baik aku kirim saja Brock."
Leo akhirnya menemukan orang untuk ia kirim. Namun ia tidak langsung mencari Brock. Melainkan menunggu saat malam hari.
Ia sekarang menuju tempat dimana ia menemukan toko peralatan. Namun bukan peralatan yang ada di toko yang Leo incar. Karena peralatan disana kualitasnya sangat buruk. Melainkan mengincar dapur penempaan.
Hingga ia sampai di toko tersebut. Dan ia masuk kedalam. Meski tidak tertarik dengan peralatan di toko tersebut, namun Leo tetap memeriksanya yang mungkin ia mendapatkan barang bagus. Namun setelah memeriksa, Leo tidak menemukan barang bagus apapun.
Ia lantas menuju ke ruang belakang. Dan didalam, Leo melihat satu dapur penempaan. Juga satu pintu yang di kunci cukup erat.
Leo mendekati pintu tersebut dan mencoba membukanya.
Namun tidak bisa karena adanya gembok yang berukuran besar.
"kenapa ruangan ini dikunci?"
Leo sangat penasaran dengan isi dari ruangan tersebut. Jadi ia memutuskan untuk pergi mencari kuncinya.
Leo mencari kunci yang berukuran besar seperti lubang kunci di gembok tersebut. Mulai dari ruangan toko, kamar, dapur, hingga toilet Leo telusuri. Namun ia tidak menemukan kunci yang sesuai.
Malahan ia menemukan sekantong koin emas. "hehe.. Lumayan."
Akhirnya Leo memutuskan untuk kembali dan membuka gembok tersebut dengan paksa.
Ia mengambil palu berukuran besar dan sebuah anvil. Diletakkan anvil tepat dibawah gembok.
Dengan gembok yang berada di atas anvil, serta Leo dengan palu besarnya, tidak mungkin jika gembok tersebut tidak hancur.
Dengan sekuat tenaga Leo mengangkat palunya. Dan... "teng... Krak..."
Gembok tersebut hancur dan pintu berhasil terbuka.
Leo segera memindahkan anvil dan menyimpan palunya. Ia lantas segera membuka pintu tersebut dengan perlahan.
Pintu terbuka sedikit dan Leo mengintip untuk melihat keadaan. Namun terlihat ruangan tanpa jendela atau penerangan. Menyebabkan ruangan tersebut sangat gelap dan mustahil untuk Leo melihat isinya.
__ADS_1
Leo hendak menggunakan sihir apinya. Namun tidak jadi kerana takut jika isi dari dalam ruangan adalah bahan yang mudah terbakar.
Jadi ia memutuskan untuk langsung membukanya.