
Dari kejauhan Leo dapat melihat jika para prajurit sudah tidak mampu melakukan perlawanan. Tampaknya mereka hanya bisa mengukur waktu agar bantuan bisa datang. Hingga kehadiran Leo dan guild master disadari oleh para prajurit yang memberikan mereka harapan agar tuan mereka bisa selamat.
Semakin cepat Leo dan guild master mendekat ke area pertarungan. "tolong jaga kudanya." Leo menyerahkan kendali kudanya kepada guild master.
Ia melompat dalam keadaan kuda masih berlari. Dengan skill Full Assasin ia dapat dengan cepat masuk ke pertempuran.
Ia mendarat tepat di antara para prajurit dan gerombolan serigala. Melihat kehadiran Leo, para prajurit merasa lega karena mendapat bantuan. Namun setelah diperhatikan dengan seksama, orang yang membantu mereka adalah anak kecil.
Mereka sempat ragu dengan bantuan dari anak kecil di depan mereka. Namun semua keraguan itu hilang setelah melihat kemampuan Leo.
#
'tiga puluh ekor serigala. Meski hanya jenis serigala biasa, namun jumlahnya terlalu banyak jika hanya menjadi satu kelompok.'
Para serigala mulai waspada dengan kehadiran Leo. Namun setelah menyadari ukuran tubuh Leo lebih kecil dari para prajurit, secara insting mereka langsung menyerang tanpa tahu kekuatan dari lawannya.
Leo mengeluarkan dagger yang ia bawa dari toko Catatan Armor untuk melawan gerombolan serigala.
Tiga serigala membuka serangan. Dari tiga arah yang berbeda, serangan dilancarkan.
Leo yang sudah mengaktifkan skill Full Assasin dapat dengan jelas melihat arah serangan. Dalam pandangannya, serangan dari tiga serigala menjadi lambat.
Dengan kuda-kuda Leo bersiap melancarkan serangan. Ia memperhatikan posisi dari serigala yang mulai sejajar. Lalu dengan satu tebasan horizontal ia berhasil menebas ke tiga serigala dengan rapi.
Darah segar berhamburan di tanah. Lalu dilajut serangan berikutnya. Bukan dari serigala. Namun serangan dari Leo memburu mereka. Satu per satu serigala terbunuh oleh dagger Leo.
Prajurit yang melihatnya menjadi tertegun. Mereka tidak menyangka jika seorang anak kecil mampu mengalahkan para serigala dengan mudah. Bahkan tanpa terluka sedikit pun.
Serangan demi serangan Leo lancarkan memburu para serigala. Meski dapat serangan dari belakang, dapat dengan mudah Leo halau dengan gerakan berputar.
__ADS_1
'tinggal sepuluh lagi serigala yang tersisa. Ini terlalu mudah untukku bahkan tanpa menggunakan sihir elemen.'
Sepuluh serigala terakhir menyerang Leo dengan bersamaan. Tentu dengan mudah Leo menghadapi mereka. Leo menghilang dari kepungan para serigala lalu muncul di diluar kepungan. Tebasan demi tebasan Leo lancarkan dengan sangat cepat bahkan sangat sulit di ikuti oleh mata.
Hingga dimana serigala terakhir yang tersisa Leo tebas namun tidak semulus sebelumnya. Meski begitu serigala tersebut tetap mati dengan kondisi tubuh yang terbuka.
Leo melihat daggernya yang ternyata tampak sudah tumpul. 'sepertinya aku butuh senjata baru.'
Selesai Leo berhasil membunuh semua serigala yang menyerang para prajurit. Leo membersihkan pakaian yang tampak terdapat bercak darah dari korbannya.
Sesaat Leo memeriksa kondisi dari para prajurit yang tampak sudah terluka. Luka dari cakaran dan gigitan terlihat sangat parah. Bahkan ada yang sudah kehilangan anggota tubuhnya.
Total yang bertahan hanya 2 orang yang masih hidup dan keadaan lukanya masih bisa disembuhkan. Dan satu orang yang telah kehilangan satu tangan kiri.
Pandangan Leo beralih ke guild master yang membawa dua kuda mendekat. Lalu kembali beralih ke kereta kuda yang tampak cukup besar. 'sepertinya ini kereta kuda dari seorang bangsawan. Apa lagi penjaganya adalah prajurit berseragam.
"terima kasih karena telah menyelamatkan kami tuan."
Leo mengangguk menerima ucapan terimakasih.
Guild master mengembalikan kuda Leo kepadanya karena susah jika harus mengatur dua kuda. "kalian dari pasukan mana?"
Pemimpin prajurit menjawab. "kami dari pasukan duke Artim." sambil menyembuhkan temannya yang terluka ia berbicara dengan sopan.
Leo melihat sekitar dan menemukan 7 mayat prajurit. "kenapa pasukan bangsawan duke hanya membawa 10 orang? Dan tampaknya yang berada di dalam kereta adalah sosok yang cukup berharga."
"awalnya kami memang berjumlah 10 orang. Ditambah juga dengan Party petualang rank C dengan 5 anggota. Namun saat peyergapan, mereka malah kabur tanpa memperdulikan klien mereka." prajurit mencoba membuka pintu di kereta yang telah ia perkuat akar tidak terbuka oleh serangan serigala.
" dengan bantuan petualang seharusnya aman untuk lewat pinggir hutan menengah. Namun sepertinya kasus peyergapan ini tidak biasa. "Leo berpendapat jika ada masalah dengan para serigala yang menyerang.
__ADS_1
" kau benar! Seharusnya dalam satu kelompok hanya ada sekitar sepuluh ekor. Bahkan yang paling banyak tercatat hanya 15 ekor. Namun jika sampai puluhan ekor, tampaknya ada sesuatu yang membuat mereka secara alami memperbesar jumlah per kelompok." guild master juga berpendapat hal serupa mengenai kasus melonjaknya jumlah anggota per kelompok serigala.
Prajurit akhirnya berhasil membuka pintu kereta. Ia memeriksa keadaan dari tuan mereka yang tampaknya masih belum tersentuh sama sekali.
3 orang keluar dari kereta kuda. Dua orang wanita dengan menggunakan pakaian pelayan dan seorang gadis cantik dengan gaun indah yang ia gunakan.
Dengan sedikit gemetar, gadis tersebut mendekat ke Leo yang sedang menggunakan topek kayu yang tidak karuan bentuknya. Hanya bagian mata saja yang memiliki lubang.
"terima kasih karena telah menyelamatkan kami." gadis tersebut membungkuk. Namun bukan kepada Leo. Melainkan kepada guild master yang sedang sibuk dengan kudanya.
Guild master yang memang tidak ikut ambil bagian dalam penyelamatan tentu tidak peduli dengan perkataan gadis kecil ini. Hanya Leo yang masih memperhatikan gadis cantik yang dari postur tubuhnya terlihat jika ia memiliki umur yang tidak jauh dari Leo.
Merasa di abaikan, gadis tersebut kembali tegap dan memperhatikan Leo. "Kalau boleh tahu kalian siapa?"
Leo tidak menjawab pertanyaan gadis tersebut dan pergi memeriksa mayat serigala.
Untuk kedua kalinya ia diabaikan membuat dirinya menjadi sedih. Baginya, ini pertama kalinya ia tidak dihormati oleh orang lain.
Menyadari hal tersebut, salah satu pelayan membiarkan sesuatu kepada gadis tersebut. "Nyonya! Itu tidak sopan. Anda harus memperkenalkan diri terlebih dahulu sebelum bertanya identitas orang."
"kamu benar!" menyadari dimana kesalahannya, ia memperbaiki sikapnya.
"nama saya Rosa Artim. Saya anak kedua dari bangsawan duke Artim."
Tanpa menoleh, Leo menjawab pertanyaan yang telah Rosa tanyakan. "aku seorang ninja. Dan dia hanya orang tidak penting!" sambil menunjuk ke guild master.
Guild master tidak peduli dengan ucapan Leo tentang dirinya. Lagi pula ia juga tidak ingin terlalu berurusan dengan bangsawan.
"karena aku telah menyelamatkan kalian, semua mayat serigala akan menjadi bayaranya. Aku akan mengambil semuanya." Leo langsung bernegosiasi untuk masalah uang. Apa lagi saat ini ia juga sudah tidak punya pedang untuk bertarung.
__ADS_1