Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
36. Menempa Pedang.


__ADS_3

Leo pun memulai pembuatan pedang miliknya. Bahan yang ia gunakan merupakan bahan yang sangat langka. "aku butuh adamantium dan Magic Dust. Tolong carikan aku bahan tersebut."


Para penempa terkejut mendengar nama bahan yang akan digunakan oleh Leo. Bahan tersebut sangat langka bahkan bagi toko milik keluarga Duke.


Meski mereka masih memiliki beberapa, namun untuk mengolahnya membutuhkan keterampilan yang sangat tinggi.


Mereka sempat ragu untuk mengeluarkan bahan tersebut. Namun karena ini juga perintah dari Duke Gustaf, mereka akhirnya mengeluarkan bahan tersebut.


Sementara untuk Magic Dust, toko mereka memiliki cukup persediaan.


Akhirnya kedua bahan tersebut dikeluarkan. Bagi para penempa, sangat disayangkan untuk bahan adamantium digunakan oleh anak kecil. Mereka khawatir jika bahan tersebut hanya akan berakhir sia-sia.


Setelah mendapatkan bahan tersebut, Leo menggunakan salah satu dapur pembakaran. Ia mulai penempaan dengan dengan memasukkan bahan adamantium kedalam pembakaran bersuhu tinggi.


Namun keren bahan ini sangat keras, suhu pada tungku tidak mampu melunakkan bahan tersebut.


Pada akhirnya Leo harus menggunakan sihir api miliknya. Dengan berkonsentrasi ia mengalirkan mana dalam jumlah besar untuk mendapatkan jenis api yang sangat panas.


"Blue Flame" api biru keluar dan membakar tungku pembakaran.


Semua orang terkejut melihat api yang keluar berwarna biru. Bagi mereka para penempa, api biru merupakan api terpanas setelah api hitam.


Suhu pada ruangan menjadi semakin panas. Bahkan Leo yang paling dekat dengan tungku masih merasakan suhu panas meski itu adalah sihir api miliknya sendiri.


Semua orang menjauh dari tempat Leo membakar adamantium. Hingga akhirnya adamantium berhasil terbakar dan menjadi agak lunak.


Logam merah menyala Leo keluarkan dari tungku pembakaran. Suhu yang sangat tinggi bahkan untuk alat yang ia gunakan.


Leo meletakkan logam tersebut pada sebuah anvil milik toko. Lalu ia mulai membentuk logam tersebut menjadi pipih.


Dengan tingkat kekerasan logam tersebut membuat Leo cukup kerepotan dalam membentuknya. Namun ia tidak menyerah dan terus memukul logam tersebut dengan palu besar.

__ADS_1


Dentingan suara logam beradu menggema di seluruh ruangan. Hingga membuat para pekerja berdecak kagum dengan tehnik Leo dalam menempa.


Biasanya para blacksmith langsung membentuk wujud dari barang yang mereka buat saat pertama pembakaran. Namun berbeda dengan Leo. Ia malah membuat logam tersebut berbentuk pipih menjadi lembar logam.


Setelah logam tersebut dipukul, suhu pada adamantium menjadi turun yang membuatnya menjadi kembali keras. Leo kembali memasukkan logam yang telah ia buat pipih masuk ke dalam tungku.


Ia kembali mengambil adamantium lain yang telah Leo panaskan bersaan. Lalu membuatnya menjadi pipih seperti loga pertama.


Hal tersebut Leo lakukan dengan baik tanpa ada kesalahan. Sampai menjadi beberapa lebaran pipih logam adamantium yang siap di bentuk.


Setelah mencapai logam yang ke tujuh, Leo mengambil logam pertama yang ia tempa.


Logam dengan bentuk persegi panjang dengan tipis satu centi Leo keluarkan. Ini adalah proses pembentukan kemampuan dari Blacksmith.


Potongan logam tersebut Leo bentuk menjadi dua lapisan. Ia melipat adamantium panas hingga menjadi bentuk huruf V. Lalu kembali memasukkan kedalam tungku.


Para Blacksmith memperhatikan proses Leo dalam menempa dengan seksama. Sebelumnya mereka meremehkan kemampuan Leo dalam menempa.


Namun sekarang, melihat Leo berhasil membentuk bahan terkuat adamantium membuat mereka merasa agak malu. Mereka tidak menyangka jika seorang anak kecil mampu membuat bahan adamantium menjadi lebaran pipih.


Setelah Leo selesai membentuk logam ke tujuh, Leo kembali mengambil dua logam secara bersamaan. Kedua logam tersebut disatukan dengan masuknya salah satu logam ke logam yang lain.


Kedua logam tersebut kembali ditempa hingga menyatu menjadi satu. Lalu kembali membentuknya menjadi pilih dan panjang. Tidak lupa ia juga membentuknya menjadi huruf V namun dengan sisi lain yang lebih panjang.


Lanjut ke logam ketiga dan keempat. Leo melakukan hal yang sama seperti logam pertama dan kedua. Kedua logam ia satukan menjadi satu dan membentuknya menjadi huruf V dengan sisi lain yang lebih panjang.


Logam kelima dan ke enam juga sama. Kecuali logam terakhir yang tidak Leo keluarkan.


Sekarang terdapat empat logam adamantium panas di dalam tungku.. Leo kembali mengambil dua logam lalu menyatukannya seperti sebelumnya. Namun sekarang logam ya menjadi lebih panjang.


Setelah menyatu dan menjadi lebih panjang, wujud pedang yang akan Leo buat sudah mulai terbentuk. Logam adamantium panjang dan panas Leo tempa untuk mendapatkan bentuk yang sempurna.

__ADS_1


Persegi panjang dan tipis bentuk logam sekarang. Hingga Leo menyatukan semua bagian logam menjadi satu.


Melihat tersebut dalam pemikiran para blacksmith Leo akan mulai membentuk pedangnya. Namun dugaan mereka salah.


Hari sudah siang dan sudah waktunya untuk Duke Gustaf pergi mengurus urusannya. Namun ia meninggalkan cucunya yang tampak antusias menyaksikan kehebatan Leo dalam menempa.


Kembali ke Leo yang tampaknya mulai membentuk bilah pedang. Namun bukan itu yang ia lakukan. Melainkan ia kembali melipat logam tersebut menjadi huruf V. Lalu menyatukan kedua bagian menjadi satu dan kembali panjang.


Sesekali Leo memasukkan adamantium kedalam tungku untuk kembali memanaskannya. Lalu kembali melipat logam menjadi dua bagian. Lalu kembali menyatukannya.


Para blacksmith penasaran tujuan Leo melakukan hal tersebut. Namun karena tidak ingin mengganggu, mereka menurunkan niat untuk bertanya.


Leo kembali mengulang proses pelipatan logam hingga beberapa kali sampai dirasa sudah cukup Leo mulai membentuk pedang seperti yang ia inginkan.


Logam dengan panjang 140 cm tersebut berhasil Leo ciptakan dengan bahan adamantium.


Para blacksmith yang menyadari ukuran panjang dari pedang yang Leo tempa terlalu panjang. Namun apa yang Leo lakukan selanjutnya menjadi jawaban atas keraguan para blacksmith.


Logam panjang yang Leo buat ia potong menjadi dua sama panjang. Dengan masing-masing panjang 70 cm. Sekarang Leo mulai membentuk bilah pedang.


Sedikit demi sedikit bentuk dari pedang Leo mulai terlihat. Dengan bentuk bilah pedang satu sisi ia tempa menjadi ninjato atau lebih terkenal sebagai pedang ninja. Mirip seperti katana namun lebih pendek dan lurus dibandingkan dengan katana yang panjang dan sedikit bengkok.


Setelah terbentuk bilah pedang dan menjadi semakin panjang, leo berhasil membuatnya dengan ukuran 55 cm pada bilah pedang dan 20 cm untuk gagangnya.


Ukurannya menjadi lebih panjang 5 cm setelah terbentuk menjadi pedang. Dengan ujung yang runcing dan tajam namun belum Leo asah.


Satu pedang berhasil Leo bentuk dan melakukan hal yang sama pada pedang yang satunya.


Dua pedang sudah siap ia asah untuk mendapatkan ketajaman dari pedang miliknya.


___________________________________________________

__ADS_1


Jangan lupa like dan komen untuk membantu saya dalam semangat membuat chapter yang lebih baik. Saran juga akan sangat diterima jika dalam penulisan memiliki kesalahan.


See you next chap...


__ADS_2