Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
27. Pertandingan.


__ADS_3

Keesokan paginya semua orang melakukan sarapan pagi seperti biasanya. Namun dengan tambahan dua orang yaitu pangeran mahkota dan mantan raja. Sambil berbincang-bincang hangat mereka memulai hari.


Setelah selesai makan, pangeran Tony mengajak Leo untuk berlatih pedang. Pangeran sering di ceritakan oleh Alex kalau adiknya yaitu Leo juga hebat dalam pedang. Meskipun ia terkenal dengan keahlian sihirnya.


Di sini lapangan berlatih tempat biasa pasukan keluarga meiter melakukan latihan. Leo dan Tony sudah siap dengan pedang mereka masing-masing. Pangeran Tony dengan pedang api miliknya. Dan Leo dengan pedang pemberian ayahnya.


Pedang milik pangeran Tony tampak berwarna hitam dengan corak merah seperti magma. Namun pedang tersebut termasuk golongan pedang sihir. Dimana pengguna mampu mengeluarkan kekuatan penuh dari pedang tersebut jika memiliki elemen dasar yang sama.


Sementara pedang Leo adalah pedang pemberian ayah saat Leo akan pergi berpetualang dengan Jack dan yang lain. Terlihat jika pedang tersebut memiliki bentuk seperti pedang pada umumnya. Namun yang membedakan adalah adanya segel mantra di bilah pedangnya.


Mereka sudah siap dengan Jack sebagai easitnya. Disaksikan oleh Warjo Diningrat dan keluarga Meiter. Mereka ingin lihat perkembangan kedua peserta karena pangeran juga terkenal akan keahlian pedang dan sihir apinya. Meskipun tak sehebat milik Alex yang dari kecil selalu babak belur karena ulah ayahnya.


Jack siap memulai sparing latihan pedang. "siap... ! Mulai..!" pertandingan pun dimulai.


Pangeran langsung menyerang Leo dengan kekuatan penuh namun masih belum menggunakan sihirnya. Karena ia tahu jika Leo bahkan memiliki keahlian sihir yang jauh lebih hebat.


Serangan vertikal lurus mengarah ke kepala Leo. Namun dengan mudah leo tahan dengan pedangnya.


Tidak sampai disitu, pangeran mundur satu langkah mengambil kuda-kuda untuk kembali menyerang. Satu serangan kembali pangeran lancarkan menargetkan kaki dari Leo. Namun lagi-lagi masih bisa dihindari dengan melompat ke belakang.


Tanpa menunggu, pangeran langsung menerjang Leo. Serangan mulai dari kepala, pundak, lutut, kaki, pangeran lancarkan. Namun masih bisa dengan mudah Leo hindari maupun tahan.


Hingga pangeran sudah mulai terbawa suasana ia melakukan gerakan tusukan mengarah kepada wajah Leo.

__ADS_1


Oleh Leo langsung di tangkis agar tidak terlalu berlebihan dalam berlatih. Menyadari kalau seranganya gagal, pangeran langsung menarik pedangnya lalu melakukan gerakan berputar untuk menyerang Leo dari sisi lainnya.


Dalam gerakan berputar pangeran, Leo menggunakan skill Full Assasin lalu menghilang. Pangeran merasa jika serangannya tidak mengenai Leo, ia membuka mata lebar saat memang tidak ada Leo di hadapannya.


Secara tiba-tiba, Leo muncul di belakang pangeran. Namun disadari oleh pangeran. Pangeran pun langsung kembali menggunakan gerakan berputar untuk menyerang Leo. Namun saat berhadapan dengan Leo, Leo kembali menghilang.


Hal tersebut membuat pangeran menjadi kesal. Namun Leo masih belum muncul juga. Dengan waspada pangeran mengecek sekeliling mencari keberadaan Leo. Namun tidak menemukannya sama sekali.


Para penonton bahkan sampai heran dengan kemampuan dari Leo. Mereka tidak menyangka kalau Leo juga mampu menghilang. Entah kemana perginya ia.


Secara tiba-tiba, Leo muncul di belakang tubuh pangeran. Dengan menggunakan pedangnya, Leo menyerang pangeran dari atas.


Namun karena reflek yang sangat baik dari pangeran, serangan diam-diam Leo berhasil di patahkan. Leo pun mulai serius menggunakan pedangnya.


Menghadapi serangan cepat Leo, pangeran mulai kesulitan menangkis serangan. Hingga Leo berhasil mengarahkan serangan pedang menuju ke arah leher. Tanpa pertahanan di lehernya, Jack memutuskan untuk menghentikan pertandingan dengan kekalahan milik pangeran.


"aku tidak menyangka kau bisa mengalahkan aku! Meskipun kamu menggunakan sihir sementara aku tidak!" dari ucapan pangeran, Leo mengerti kalau meski sudah kalah, pangeran tidak mau mengakuinya.


"hehehe... Aku kan masih 10 tahun. Jadi aku harus menggunakan sihir untuk mengantisipasi jarak perbedaan kekuatan tubuh." polos Leo masih menempel erat menghiasi wajahnya.


Warjo yang dari tadi hanya menonton, sekarang mendekat menuju ke tempat mereka bertanding. Ia berjalan sambil bertepuk tangan dan tersenyum senang. "hahahaha... Baiklah... Meski pertandingan ini tidak berlangsung lama, setidaknya aku sudah melihat kualitas dari anak muda jaman sekarang. Dengan keadaan dunia yang sudah damai, kemampuan seperti kalian sudah sangat menakjubkan. Hanya tinggal di poles sedikit saja kalian akan menjadi permata yang akan bersinar di seluruh kerajaan.


Dan untuk Leo, aku kagum dengan kecerdasan dan bakat sihir yang sangat luar biasa. Kamu bisa memanfaatkan semua itu untuk bisa menutupi kekuranganmu dalam pertandingan tadi. Meski memang tubuh anak 10 tahun masih sangat lemah jika dibandingkan dengan pangeran yang sudah berumur 15 tahun. "

__ADS_1


" tuan Warjo terlalu memuji. Saya juga masih harus banyak belajar untuk bisa mengalahkan kemampuan berpedang milik pangeran. Karena saya memang dari awal lebih tertarik dengan sihir ketimbang dengan pedang. "


" itu juga bagus untuk lebih memilih kemampuan yang ingin kamu kuasai. Namun tentu saja kamu harus menguasai kemampuan lain untuk bisa di gunakan jika keadaan tidak terkendali. " Warjo memberi motivasi kepada Leo yang masih sangat muda agar ia tidak salah mengambil jalan hidup.


" tentu! " Leo mengangguk menerima nasihat dari Warjo.


Lalu senyum licik Warjo muncul di wajahnya. "karena kamu yang memang, sekarang adalah pertandingan antara kamu dan aku."


Warjo melakukan peregangan di sela jarinya. Lalu lanjut ke punggung dan pundak.


Leo yang mengerti apa yang akan terjadi padanya menelan saliva.


Meski sudah berumur, namun Warjo juga seorang pendekar yang sangat kuat pada jamannya. Bahkan sampai sekarang masih banyak orang yang ingin berguru padanya.


Pangeran yang sudah menduga kalau kakeknya akan melakukan ini segera minggir ke tepi arena. Sekarang di atas arena terdapat Leo yang sedang gemetaran, lalu ada Warjo yang sedang bersemangat untuk mulai menghajar Leo, dan yang terakhir ada Jack yang tetap menjadi wasit meski ia hanya mengatakan mulai dan menyatakan pemenangnya.


"Baiklah! Kita mulai pertandingan kedua." Ucap Warjo yang sudah siap bertarung.


"Oi.. Oi.. Serius ini?" Leo gemetar bukan karena ia takut. Namun karena ia tidak bisa bertarung dengan serius jika lawannya adalah orang tua yang sangat terkenal. Apa lagi ini bukanlah pertarungan yang bisa ia menangkan hanya karena membunuh lawannya.


Leo melihat ke arah kakeknya yang masih setia menonton. Terlihat jika mereka sangat bersemangat dengan pertandingan Leo melawan Warjo.


Hingga suara Jack memulai pertandingan. "pertandingan.. Mulai!"

__ADS_1


Tanpa senjata apa pun, Warjo mulai menyerang Leo dengan satu pukulan. Namun belum sampai mengenai target, Leo menghilang lalu langsung berlari keluar arena dan pergi kabur.


__ADS_2