Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
24. Tes Kekuatan Serangan.


__ADS_3

Lalu kejadian berikutnya kembali membuat semua orang terkejut. Bukan hanya mereka yang dari awal memperhatikan Leo. Namun juga semua orang yang berada di lapangan menghentikan kegiatan mereka dan melihat ke arah Leo.


" Bommm...... "


Ledakan terjadi terhadap batu mana setelah batu mana berubah warna menjadi hitam.


Ketua cabang asosiasi hanya bisa melebarkan matanya. Karena kasus dimana batu mana hancur sangatlah tidak mungkin. Hal tersebut membuatnya bingung.


Sementara yang lain hanya membuka mulutnya tak percaya dengan apa yang terjadi.


Dengan santai Leo berjalan menuju ke arah Andrew. "Maaf! Aku malah menghancurkannya. Jadi, bagaimana nilainya?"


Ucapan Leo menyadarkan lamunan bingung Andrew. Tanpa pertimbangan apapun, ia langsung mengatakan nilai yang di dapat oleh Leo. "Sempurna"


"Yes..." Leo yang mendapatkan nilai sempurna menjadi senang dan melakukan selebrasi.


Sementara orang lain yang memperhatikan tingkah Leo langsung memiliki pemikiran yang sama "monster!"


Andrew lalu tersenyum melihat tingkah Leo. "meski memiliki kekuatan yang besar, ia tetaplah anak kecil berumur 10 tahun." pikirnya.


"jadi, bagaimana jika kita lanjut untuk tes yang kedua!" Leo mengingatkan Andrew untuk melanjutkan tesnya.


"baiklah. Untuk tes yang kedua, adalah kekuatan serangan." Andrew lalu menunjuk sebuah patung berbentuk orang yang sedang memegang sebuah tameng.


Leo pun menoleh kearah patung yang tingginya 2 meter. Menurutnya patung tersebut mirip dengan Brock saat dalam mode tembur lengkap dengan tameng dan armor.


"patung itu sudah dilengkapi dengan segel pertahanan sihir. Jadi tidak mudah untuk menghancurkannya. Aku akan menilai dari efek serangan dan kekuatan serangan yang diterima oleh patung."


Leo mengangguk mengerti dengan instruksi dari Andrew. Ia lalu menuju ke tempat tes ke dua.

__ADS_1


Posisinya sekarang berada di sisi lain dari lokasi patung berada. Jaraknya dari patung sepanjang 15 meter. Itu adalah jarak yang normal untuk menggunakan serangan sihir. Tidak terlalu jauh, dan tidak terlalu dekat.


"anda bisa memulai tes ya saat anda sudah siap!"


Semua orang yang berada di lokasi berkumpul di kejauhan untuk menyaksikan serangan Leo.


Leo menutup matanya lalu berkonsentrasi. Ini adalah pertama kalinya ia menggunakan sihir untuk menyerang dengan kekuatan yang besar. Jadi ia ingin mencoba sebuah serangan yang baru.


Leo mengulurkan tangan ke depan. Lalu dari ujung jarinya, muncul air yang cukup banyak. Air tersebut melayang dan semakin banyak.


Melihat air muncul dari tangan Leo, Andrew dan yang lain mengira jika elemen Leo adalah air. Namun ia penasaran dengan apa yang direncanakan oleh Leo. Menurutnya, air adalah elemen dengan kekuatan serangan yang sangat kecil. Bagaimana mungkin Leo akan menggunakan elemen air untuk menyerang target.


Lalu perubahan terhadap sihir air Leo mulai tampak. Air yang sudah cukup banyak tersebut mulai bergerak hingga membentuk sebuah kristal.


Lalu Leo menggunakan elemen angin untuk mendinginkan air tadi hingga membeku menjadi bongkahan es. Namun yang lain tidak menyadari jika Leo menggunakan elemen angin.


Dari pandangan Andrew, air yang di keluarkan oleh Leo tadi langsung membeku. Membuatnya sekarang mengira jika Leo juga mampu mengubah elemen air menjadi es.


Seperti milik Leo yang Andrew lihat. Dengan elemen dasar air, Leo mampu mengevolusinya menjadi es.


Lanjut ke Leo. Sekarang ia membuka matanya dan melihat bongkahan es sepanjang 1 meter. Ia sekarang siap untuk menyerang target.


Leo memposisikan sihirnya lurus ke arah target. Lalu dengan elemen angin, Leo mendorong bongkahan es dengan kecepatan tinggi.


Es melesat cepat hingga angin dari laju ya dapat dirasakan oleh penguji.


"swusttt...


"duarrrrr...

__ADS_1


Benturan keras menghantam target oleh sihir es milik Leo. Getarannya dapat dirasakan oleh semua orang termasuk yang berada di dalam gedung. Suara yang keras terdengar hingga keluar wilayah asosiasi.


Hal tersebut mengejutkan semua orang yang dapat merasakan efek dari serangan Leo. Sementara patung yang menjadi target Leo, menjadi retak sedikit karena memiliki segel pertahanan terhadap serangan sihir.


Kejadian ini tidak pernah terjadi di cabang asosiasi. Dimana patung yang menjadi target sangat kuat terhadap serangan sihir. Namun masih bisa memiliki kerusakan meski hanya terdapat sedikit retakan.


Semua orang kembali terdiam melihat serangan kuat dari Leo. Mereka hampir tidak percaya jika tadi itu termasuk serangan dari sihir. Tidak pernah terpikir sedikitpun dalam benak mereka kalau dimasa depan, mereka mampu menggunakan sihir sekuat itu. Meskipun mereka adalah keturunan dari keluarga penyihir.


Beda dengan orang lain yang merasa takjub, Leo malah merasa sedikit kesal dengan kekuatan serangannya yang bahkan tidak dapat menghancurkan patung tersebut. "tidak hancur? Sepertinya kekuatan yang aku kerahkan masih belum cukup untuk bisa menghancurkan patung dengan pertahanan sihir itu! Meski aku masih menahan diri. Yah.. Sudahlah."


Tidak mau ambil pusing, Leo berjalan menuju ke arah Andrew dan melihat jika Andrew dan yang lain masih terdiam melihat patung yang sudah sedikit retak tersebut.


Leo melambaikan tangan di depan muka Andrew untuk menyadarkan dirinya. Hingga Andrew tersadar dari keterkejutannya dan menoleh ke arah Leo.


"bagaimana nilainya?" Leo menanyakan hasil dari tes karena tidak sabar untuk melanjutkan ke tes berikutnya.


"Sempurna!" masih dengan jawaban yang sama seperti saat Leo melakukan tes pertama.


"yes..." Leo yang kembali mendapatkan nilai sempurna kembali melakukan selebrasi.


Namun di dalam pikiran Andrew, setelah menyadari serangan dari Leo, ia berharap agar Leo tidak menjadi musuh dari asosiasi maupun kerajaan di masa depan. Karena ia tidak tahu sekuat apa Leo saat dewasa kelak.


Apa lagi di tambah fakta kalau Leo masih belum terlihat merasa kelelahan yang menandakan kalau dirinya masih menahan diri. Entah sekuat apa jika Leo menggunakan kekuatan penuhnya.


"kalau begitu kita lanjut ke tes selanjutnya. Tes selanjutnya adalah tes tehnik." mengingat kemampuan Leo dalam pengendalian mana dan kekuatan serangan, Andrew memutuskan untuk tidak melakukan tes tersebut.


"sepertinya untuk tes ketiga, kita tiadakan saja mengingat kemampuan anda yang luar biasa. Jadi kita langsung ke tes yang terakhir. Yaitu tes pengetahuan. Mari ikuti saya!"


Andrew lalu pergi meninggalkan lapangan latihan menuju ke dalam gedung. Diikuti oleh Leo dan David untuk menemani Andrew.

__ADS_1


Hingga mereka sampai di sebuah ruangan dengan banyak kursi dan meja seperti ruang kelas. Sementara itu David membawa soal ujian untuk tes terakhir Leo dan menyerahkan kepada Andrew.


"ini adalah soal untuk tes terakhir. Anda hanya harus menjawabnya sesuai dengan apa yang anda ketahui. Waktu pengerjaan adalah 1 jam." Andrew menyerahkan soal ujian kepada Leo yang duduk di barisan paling depan karena memang hanya dia sendiri yang sedang melakukan tes.


__ADS_2