Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
33. Duke Gustaf.


__ADS_3

Mendengar pujian pemimpin prajurit membuat Leo semakin semangat untuk segera bertemu Duke Gustaf. 'ini menjadi semakin menarik saja.'


Setelah melalui jalan utama hingga sampai di pusat kota, dapat dilihat sebuah bangunan kastil yang sangat besar. Dengan penjaga yang cukup ketat dalam penjagaan di gerbang masuk kastil.


Sampai di gerbang, beberapa penjaga memeriksa kereta kuda. Pemimpin prajurit menghadap mereka untuk melapor mengenai kedatangan Rosa Artim.


Setelah itu mereka di ijinkan masuk. Gerbang dibuka dan kereta kembali berjalan. Leo yang berada di belakang kereta kuda, mendapat perhatian penuh dari para penjaga.


Mereka tampak waspada karena Leo memakai topeng. Namun karena sudah dijelaskan oleh pemimpin prajurit, mereka membiarkan Leo dan guild master memasuki kediaman.


Memasuki halaman luas depan bangunan utama kastil. Disambut oleh dua pelayan yang sudah menunggu kedatangan Rosa Artim.


Rosa keluar dari kereta kuda bersama pelayannya. Sementara Leo dan yang lain sudah lebih dulu turun.


"selamat datang nona Rosa. Tuan besar sudah menunggu kedatangan anda!" pelayan menunduk hormat karena kedatangan Rosa.


Rosa hendak masuk namun teringat kalau ia juga membawa orang lain. Rosa berbalik dan mengajak Leo dan guild master untuk ikut masuk menghadap Duke Gustaf.


" A... Anu. Mari masuk bersama! Aku akan memperkenalkan kalian dengan kakekku." Rosa gugup saat mengajak mereka. Apa lagi ia sudah memiliki rasa terhadap Leo.


Mendapat ajakan dari nona Rosa, Leo menerima ajakan Rosa namun hanya dirinya saja yang masuk.


"selesaikan urusanmu. Aku akan mengurus kuda kita." guild master menolak karena memiliki urusan yang lebih penting. Apa lagi ia tidak punya urusan dengan bangsawan Duke.


"baiklah!" Leo dan nona Rosa masuk bersama para pelayan.


Berjalan menyusuri koridor panjang dengan pemandangan taman bunga yang indah. Beberapa kali bertemu dengan pelayan yang langsung membungkuk hormat. Bahkan sempat berpapasan dengan bangsawan lain yang tidak Leo ketahui.


Hingga mereka sampai di sebuah ruangan. Para pelayan membukakan pintu berwarna putih. Pintu terbuka dan tampak jika sudah banyak orang duduk di setiap kursi dengan meja panjang.


Di atas meja tersaji makanan dan minuman ala bangsawan. Sangat mewah namun hanya dengan porsi sedikit.


'apa mereka bisa kenyang hanya dengan makan sedikit?' pemikiran Leo mengenai porsi makan.

__ADS_1


Menyadari ada yang datang, seorang pria paruh baya dan berdiri menyambut nona Rosa dan Leo.


"kakek!" nona Rosa berlari memeluk Duke Gustaf. Meninggalkan Leo yang berjalan pelan mendekati mereka.


"Rosa. Akhirnya kamu datang mengunjungi kakek. Kakek kira kamu sudah lupa dengan kakek. Karena sudah lama tidak berkunjung kemari." Duke Gustaf menyambut pelukan nona Rosa dengan hangat. Lalu mengusap rambutnya dengan lembut.


"mana mungkin Rosa lupa. Kakek adalah kakek Rosa yang paling Rosa sayang." Rosa menikmati belaian Duke Gustaf.


Semua orang tersenyum melihat kedatangan nona Rosa. Perasaan bahagia menyelimuti ruangan makan.


Duke Gustaf menoleh ke arah Leo dan penasaran dengan anak yang sedang memakai topeng. Ditambah kedatangannya bersama cucunya.


"Rosa! Siapa dia?" tanya Duke Gustaf kepada nona Rosa yang sedang asik menikmati pelukan kakeknya.


"ah.. Aku lupa memperkenalkan dia. Waktu perjalanan menuju kemari, rombongan kami di kepung oleh serigala. Lalu di datang dan menyelamatkan kami."


Leo membungkuk hormat ala bangsawan kepada Duke Gustaf. "saya adalah ninja utusan tuan Leonardo Donovan. Suatu kehormatan bisa berjumpa dengan tuan Gustaf."


" Oh.. Anda ksatria dari penyihir yang dirumorkan itu? Senang bertemu dengan anda. Saya harap saya bisa berjumpa dengan sosok yang telah menggemparkan kerajaan."


"tuan Leonardo pasti senang mendengar perkataan anda tuan Gustaf." Leo senang karena sosoknya sudah dikenal oleh seorang Duke. 'sepertinya ini akan lebih mudah kedepannya.'


"karena anda telah menyelamatkan cucu saya, saya harap anda berkenan untuk ikut makan bersama kami." Duke Gustaf mengajak Leo makan bersama dengan anggota keluarga.


"maaf! Saya hanya seorang ksatria. Tidak pantas untuk duduk sejajar dengan seorang bangsawan. Apa lagi saya membawa nama dari tuan saya." Leo tidak mau terlalu dekat dengan seorang duke dengan identitasnya sekarang.


Mendengar hal tersebut membuat Duke Gustaf kagum. Diluar sana banyak orang yang ingin duduk bersama di ruang makan dengan seorang Duke. Namun seorang ksatria dari bangsawan Baron memiliki kualitas yang melebihi bangsawan lain.


"ahahahhha... Kalau begitu anda perlu mendapat pelayanan yang layak semasa berada di kediaman kami.


Pelayan! Tolong layani anak ini dengan layak."


Seorang pelayan menghadap ke Duke Gustaf untuk menerima perintah. Lalu ia mengajak Leo untuk pergi ke ruangan yang lain sembari menunggu makan bersama selesai.

__ADS_1


" kalau begitu, silahkan ikuti saya tuan! " pelayan tersebut mengantar Leo keluar ruangan.


Leo dan seorang pelayan berjalan meninggalkan ruangan. Mereka berkeliling kediaman melewati koridor lain dan mendengar suara hantaman pedang.


"apakah disini ada pertarungan?" Leo penasaran dengan asal suara tersebut.


"suara itu berasal dari pelatihan prajurit. Apakah tuan ingin melihat mereka?" pelayan menawarkan Leo untuk berkunjung ke lapangan pelatihan.


"baiklah." Leo menyetujui tawaran pelayan karena ingin meningkatkan identitasnya sebagai ksatria Leo. Meski dia sendiri adalah Leo.


Pelayan mengantar Leo untuk berkunjung ke lapangan pelatihan. Terlihat jika terdapat banyak prajurit dengan seragam yang sama sedang berlatih pedang.


Dipimpin oleh seorang ksatria muda yang tampak sangat tegas dalam memberi arahan.


'pemimpinnya memang tegas. Namun pelatihan seperti ini kurang efektif untuk melatih sekelompok prajurit.' Leo berkomentar tentang metode pelatihan prajurit yang ia lihat.


Leo terus memperhatikan pelatihan mereka sampai mereka di datangi oleh Duke Gustaf dan nona Rosa. Serta beberapa anak kecil.


"bagaimana menurut anda mengenai para prajuritku? Apakah anda dapat mengalahkan mereka?" Duke Gustaf penasaran dengan kemampuan dari Leo. Mengingat dialah yang telah menyelamatkan cucunya.


"gaya bertarung saya berbeda dengan para prajurit anda. Namun dilihat dari metode pelatihannya, saya rasa saya masih sanggup jika harus bertarung dengan mereka." Leo percaya diri dengan kemampuannya. Apa lagi hanya melawan prajurit dengan pelatihan seperti ini.


" oho.. Bagaimana jika kita melakukan separing. " Duke Gustaf mendekat ke arah pemimpin prajurit yang sedang berlatih.


Menyadari kedatangan dari tuan mereka, pelatihan langsung berhenti dan mereka memberi hormat.


Duke Gustaf memberi tahu kepada pemimpin prajurit tentang separing yang ia bicarakan dengan Leo.


Pemimpin tersebut menoleh ke Leo dan terlihat jelas di wajahnya jika ia meremehkan Leo karena masih anak-anak.


Pemimpin tersebut lalu menyuruh para prajurit untuk menyiapkan arena duel.


Sementara itu, Leo merasa kesal karena ia masih belum menyetujui separing ini. 'sialan. Aku bahkan belum setuju. Sudahlah. Lagi pula dia sudah memberitahu mereka. Akn buruk jika aku menolaknya.'

__ADS_1


__ADS_2