
"Leo!" Suara seorang wanita terdengar dari belakang.
Leo menoleh dan melihat ibu dan ayah berlari menuju dirinya.
"ibu!"
Ibu langsung memeluk Leo dengan sangat erat hingga membuatnya agak sesak.
"ibu sangat bangga denganmu nak!" pelukan ibu semakin erat.
"ifu.."
"liana! Kasihan Leo. Dia sampai tidak bisa memanggilmu dengan jelas." ayah memberi tahu ibu untuk melepaskan Leo.
Mendengar ucapan ayah, ibu langsung melepaskan Leo yang hampir pingsan.
"huft.." Leo langsung mengatur napasnya yang memburu.
"maaf Leo. Ibu tidak sengaja."
"iya!.."
Yang Mulia Raja hanya diam memperhatikan kelakuan keluarga kecil Donovan.
Ayah melihat sosok yang berada di belakang Leo dan baru menyadari jika sosok tersebut adalah Yang Mulia Raja.
"plok.." Ayah lalu menepuk pundak ibu untuk memberitahu jika raja melihat perilaku mereka.
"ah.. Maaf saya tidak menyapa Yang Mulia Raja."
Ayah dan ibu membungkuk memberi hormat kepada raja.
"tidak masalah. Saya senang melihat keluarga kalian sangat bahagia."
Ayah dan ibu malu karena telah memperlihatkan sesuatu yang memalukan di depan raja.
"ibu! Ayah! Aku ada urusan dengan Yang Mulia Raja. Jadi aku akan sedikit agak lama."
"tidak masalah Leo. Kamu layan dulu Yang Mulia. Kami akan berkeliling terlebih dahulu." Ucap ayah.
"baiklah! Aku pergi dulu. Mari Yang Mulia."
Yang Mulia Raja mengangguk dan melanjutkan perjalanan ke suatu tempat.
Ibu dan ayah yang melihat kepergian Leo bersama raja merasa bangga.
"anak kita sudah besar ya!" ibu merasa seakan masih kemarin ia mengajarkan Leo untuk berjalan.
"ya! Kau benar."
*
__ADS_1
Leo dan Yang Mulia Raja sampai di sebuah bangunan milik Akademi Awal.
Semua orang yang berada disana terkejut saat Yang Mulia Raja, Penyihir Kerajaan, dan Leo memasuki gedung tersebut.
Seorang petugas menyambut mereka. "selamat datang di Akademi Awal Yang Mulia Raja. Suatu kehormatan bisa mendapatkan kunjungan anda."
"maaf jika merepotkan. Aku ingin meminjam ruangan untuk berdiskusi dengan Leonardo." raja mengarahkan tangannya ke arah Leo.
Petugas melihat ke Leo dan terkejut melihat sosok seorang Anggota Istimewa Asosiasi Penyihir yang baru saja dilantik.
"ah... Tuan Leonardo. Senang bisa bertemu anda."
"ya. Senang bisa bertemu anda juga."
Petugas lalu mengantar mereka ke ruang tamu. "silahkan yang mulia!"
Mereka berjalan dan masuk ke sebuah ruangan dengan sofa yang dekorasi yang cukup indah.
Leo dan raja duduk di sofa dengan berhadap-hadapan. Sementara penyihir kerajaan memberitahu petugas untuk membawa teh hangat namun jangan sampai pelayan masuk kedalam.
"bawakan teh hangat untuk yang mulia dan tuan Leonardo. Namun jangan ada yang masuk. Aku akan mengambilnya di pintu."
Petugas mengangguk paham dengan perintahnya.
Pintu ditutup dan ia menuju kedekat Yang Mulia Raja. Dan diskusi dimulai.
"selamat atas diterimamu menjadi anggota asosiasi." raja memulai diskusi dengan memberi ucapan selamat.
"hahah... Tidak perlu terlalu formal. Jika hanya ada kita." Yang Mulia mencoba untuk akrab dengan Leo.
Penyihir kerajaan tersenyum dan mulai duduk di kursi dekat raja.
"dan perkenalkan. Dia adalah Darwin. Meski ia adalah penyihir kerajaan, namun ia dulunya adalah sahabatku." raja memperkenalkan Darwin.
"ya.. Aku Darwin. Aku sangat kagum dengan kemampuan sihirmu. Tidak terpikirkan sedikit pun dalam benakku jika kau bisa menggunakan sihir tingkat legenda."
Leo tertawa canggung mendengar ucapan Darwin.
"jadi, apa yang ingin anda bicarakan dengan saya?" Leo penasaran dengan maksud Yang Mulia Raja ingin bicarakan.
"apa kau ingat dengan misi yang aku kirimkan kepada kakekmu?"
"tentu saja! Misi yang anda berikan untuk menguasai kota Kenji bukan?" Leo memastikan misi yang ia terima.
"benar. Kita akan membicarakan tentang masalah misi di kota Kenji. Apa kau sudah tahu situasi di kota itu?"
"saya sudah tahu situasinya. Bahkan sampai hubungan mereka dengan bangsawan Kontra."
Raja dan Darwin terkejut karena Leo sudah mengetahui informasi yang baru saja mereka dapatkan.
"darimana kau dapat informasi ini?"
__ADS_1
"dari informan saya yang saya perintahkan untuk menyelidiki situasi kota Kenji." Leo mencoba merahasiakan tentang kelompok Catatan Armor yang menjadi anak buahnya.
"yah.. Itu benar. Mereka menjadi kekuatan bayangan dari para bangsawan korup itu. Jadi, aku ingin kau segera mengurus tempat itu."
Leo penasaran kenapa Yang Mulia Raja menjadi sedikit terburu-buru dalam misi yang Leo kerjakan.
"kenapa waktunya dipercepat?"
"itu karena masalah kembalinya dirimu saat berita tentang hilangnya kamu menyebar."
Leo semakin penasaran dengan hubungan hilangnya dirinya dengan dipercepatnya penguasaan kota Kenji.
Raja melanjutkan ucapannya. "saat itu mereka sudah mulai bergerak dan bersiap untuk melakukan kudeta. Bahkan menurut mata-mata kerajaan, waktu yang sudah ditetapkan mereka adalah satu bulan dari sekarang. Namun semuanya berhenti karena kamu sudah kembali dan mereka memulai membuat rencana baru.
Ditakutkan jika mereka akan mengincarmu terlebih dahulu sebelum menyerang keluarga kerajaan."
" jadi anda ingin saya untuk memiliki tempat untuk membentuk pertahanan terlebih dahulu sebelum mereka mulai menyerang saya?" Leo mulai paham dengan arah pembicaraan.
Raja tersenyum mengetahui Leo dengan cepat memahami situasinya. "kau benar. Dan tempat kau membuat pertahanan itu adalah kota Kenji. Sekaligus melemahkan kekuatan mereka."
Leo kembali berpikir tentang percepatan waktu penyerangan. Dengan fakta bahwa musuh sudah berniat untuk melakukan penyerangan sebulan lagi meski harus ditunda. Menandakan jika mereka sudah siap dalam hal pasukan tempur.
" jadi, kapan kau akan melakukan penyerangan? Tenang saja. Aku juga akan mengirimkan sebuah pasukan rahasia untuk membantumu."
Leo masih berpikir lalu tak lama ia sudah membuat keputusan terbaik dari situasi sekarang.
"baiklah! Saya akan melakukan penyerangan dua hari dari sekarang. Juga, tidak perlu mengirimkan pasukan untuk membantu saya. Namun kirim mereka untuk menjaga wilayah orang tua saya."
Raja dan Darwin kembali terkejut mendengar waktu penyerangan Leo. Dua hari bukanlah waktu yang cukup untuk menyiapkan pasukan. Ditambah jika pasukan yang akan raja kirim digunakan untuk menjaga wilayah Baron Donovan. Bukan membantu penyerangan Leo.
" ehem.. Berapa banyak pasukan yang kau punya?" raja penasaran dengan jumlah pasukan yang sudah Leo siapkan.
"pasukan? Saya tidak punya pasukan. Hanya enam orang yang akan pergi."
"apa? Kau serius? Di kota Kenji banyak pasukan yang ahli dalam membunuh. Bahkan ada satu orang yang memiliki peringkat S." raja tidak percaya dengan Leo hanya mengerahkan enam orang saja dalam penyerangan.
"tentu saja saya serius. Karena enam orang yang saya maksud adalah Jack yang juga petualang rank S, Elena yang seorang assasin rank A, Sylf yang seorang archer dan juga healer, Brock menjadi tank rank A, serta Phinix yang merupakan anggota baru dalam Korps Leonardo.
Meski anggota baru, ia memiliki kekuatan yang bahkan lebih kuat dari Jack. Jadi bisa diasumsikan jika ia memiliki rank S."
Raja dan Darwin benar-benar terkejut dengan kekuatan Korps Leonardo.
" Korps Leonardo? " mereka penasaran dengan yang Leo maksud tentang Korps Leonardo.
" ah.. Itu adalah nama pasukan ksatriaku! "
Leo tertawa canggung karena sedikit malu.
"kau bilang ada enam orang. Lalu siapa yang keenam?"
"tentu saja saya!"
__ADS_1