Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
38. Pertemuan Yang Tak Terduga


__ADS_3

Leo, Duke Gustaf, dan guild master duduk bersama dalam ruangan. Mereka berbincang-bincang mengenai masa lalu.


"ada keperluan apa kalian sampai bersama kemari?" duke Gustaf memulai bertanya mengenai kedatangan mereka di kota Argus.


Guild master menoleh ke arah Leo mengisyaratkan kalau itu tugas Leo untuk menjelaskan.


Leo mengangguk lalu mulai menjelaskan. "tuan Leo memberimu misi. Lokasi dari misi tersebut dekat dengan kota Argus. Jadi aku meminta kepada tuan Arnolf untuk mengantarkan ke tujuan. Karena itu kami pergi bersama kemari."


Duke Gustaf penasaran dengan misi yang Leo maksud. "Kalau boleh tahu, misi apa yang tuan Sasuke maksud tersebut?"


"maaf! misi tersebut adalah misi rahasia. Jadi saya khawatir jika misi tersebut bocor, akan menyebabkan kegemaran di seluruh kerajaan." Leo kerahasiakan tentang misi dimana ia akan berhadapan dengan Phoenix.


Duke Gustaf semakin penasaran dengan dengan misi yang Leo maksud. Namun karena peringatan dari Leo, Duke Gustaf menyingkirkan pemikiran tentang misi tersebut.


" lalu, apa yang sedang dilakukan oleh tuan Leo sekarang, aku dengar kalau dirinya juga termasuk seorang bangsawan." Dengan ksatria muda sekuat Sasuke, Duke Gustaf penasaran dengan pergerakan Leo. Dirinya masih belum mencari tahu informasi tentang Leo. Karena sebelumnya ia tidak setertarik sekarang.


" sepertinya tuan Leo sedang mengembangkan kemampuan sihirnya. Beliau sudah pernah mendaftar untuk menjadi anggota asosiasi penyihir."


Leo seketika mengingat tentang hari pelantikan. Ia bahkan tidak memberitahu asosiasi jika dirinya sedang keluar untuk beberapa bulan. Dan sekarang 2 bulan sudah berlalu. Sudah dipastikan jika di kediaman keluarga Meiter akan terjadi kekacauan. Belum lagi Leo lupa mengirimkan surat untuk kakeknya.


'Di rumah pasti terjadi kekacauan dengan kepergianku. Sudahlah! Biarkan saja semua berlalu.'


Leo agak tersenyum memikirkan kejadian yang akan terjadi di rumah keluarga Meiter. Dalam pikirannya, terlihat jika kakeknya akan mengirim semua prajurit untuk mencari Leo dan bahkan anggota Twin Tea Party akan menggunakan berbagai kemampuan untuk menemukan dirinya.


"Ahhahahah... Jadi begitu. Memang sudah seharusnya untuk tuan Leonardo Donovan mendaftar di asosiasi penyihir. Dengan kemampuannya, ia akan mendapat posisi yang sangat tinggi." Duke Gustaf kagum dengan keputusan dari Leo.


Hari sudah sangat larut. Setelah berbincang cukup lama, mereka akhirnya memutuskan untuk beristirahat.


Leo dan guild master di antarkan untuk menuju ke kamar mereka masing-masing oleh para pelayan.


Leo sendiri mendapatkan kamar yang berada di lantai atas. Dengan jendela menghadap ke kota membuat pemandangan malam kota terlihat sangat indah. Berbagai penerangan mulai dari batu sihir dan obor menyinari malam.

__ADS_1


Leo menatap pemandangan kota dari jendela terbuka. Pandangannya tanpa emosi menyiratkan akan rasa bosan dirinya. 'semoga di dunia ini aku akan mendapatkan kesenangan yang layak.'


Lalu tiba-tiba mata Leo terbuka lebar karena terkejut. Perasaan aneh dan mencekam ia rasakan dari mana yang ia sebar luaskan.


Leo membalik badannya dan mendapati sosok Agung dengan kekuatan yang diluar jalar manusia. Namun ia masih mengenal sosok tersebut. "Dewa!"


Sosok tersebut adalah Gatotkaca yang merupakan Dewa penjaga langit kedua. Leo tidak menyangka jika ia akan bisa bertemu lagi dengan Dewa tersebut.


"lama tidak bertemu ya! Bagaimana kabarmu?" Gatotkaca tersenyum karena telah melihat Leo secara langsung.


Leo yang tidak percaya jika dirinya di temui oleh seorang dewa mengucek matanya memastikan jika dirinya masih sadar dan tidak berhalusinasi.


Dewa Gatotkaca tidak percaya dengan apa yang Leo lakukan. "apa kau tidak percaya? Apa kau ingin aku untuk memukulmu memastikan jika dirimu bermimpi atau tidak?"


Mendengar ancaman tersebut, Leo sudah yakin jika dirinya tidak sedang berhalusinasi ataupun bermimpi.


"ahahahah... Ada keperluan apa anda menemui saya?" Leo tertawa canggung di temui oleh seorang Dewa.


'gulp... Apa aku melakukan kesalahan? Apa aku akan dimasukkan ke dalam neraka? Apa aku akan mati lagi?' mendengar nada serius Dewa gatot, Leo beranggapan jika dirinya membuat marah Dewa tersebut.


" hahahaha... Aku tidak peduli dengan apa yang kau lakukan. Jadi jangan terlalu berfikir tentang hukuman para Dewa. Bahkan jika kau menjadi Raja Iblis dan membunuh semua makhluk hidup di langit kedua sekalipun, aku tidak akan peduli."


Mendengar pernyataan tersebut membuat Leo merasa lega." lalu, apa yang anda ingin bahas dengan saya? "


Dewa Gatotkaca mengeluarkan sebuah kertas." ini adalah peta menuju ke tempat tersimpannya Harta Karun. Aku ingin kau mengambil harta tersebut agar tidak dimanfaatkan orang lain. Harta tersebut adalah karya terbaik temanku yang merupakan seorang manusia. Namun karena itu buatan manusia, benda tersebut tidak bisa di bawa ke alam dewa. Jika aku memegangnya, benda tersebut akan hancur seketika."


" jadi anda ingin saya menemukan harta tersebut dan menggunakannya. Tapi, benda apa itu? "Leo menerima kertas yang merupakan peta lokasi Harta Karun.


" kau akan tahu sendiri. Kalau begitu aku pergi dulu. Oh iya! Aku ada hadiah untukmu. " Dewa Gatotkaca menyentuh dahi Leo lalu cahaya terang menyinari dahi Leo.


Cahaya tersebut membuat silau mata Leo hingga ia menutup matanya. Hingga dirasa perasaan hangat mengalir ke seluruh tubuhnya.

__ADS_1


Leo membuka matanya dan mendapati Dewa Gatotkaca sudah menghilang. Ia lalu menghadap cermin dan memperhatikan jika di dahinya terdapat tanda aneh. Dengan bentuk kristal dengan warna merah menghiasi dahi Leo.


"apa ini?" Leo penasaran dengan tanda aneh yang muncul di dahinya.


Lalu tak lama kemudian, tanda tersebut menghilang. Leo hanya bisa menghela nafas karena tanda tersebut menghilang. Meski ia sangat penasaran fungsi dari tanda tersebut.


Saat Leo masih memandang wajahnya, ia baru menyadari jika dirinya sangat tampan. Bukan hanya wajahnya saja, namun tubuhnya menjadi lebih tinggi.


Leo mulai panik menyadari jika tubuhnya mulai tumbuh lebih cepat.


Dalam kepanikan tersebut, tanda di dahi Leo kembali muncul dan bercahaya. Meski tak sebelumnya.


Perlahan tubuh Leo kembali mengecil bahkan terlalu kecil. Ia kembali ke wujud balita.


"Aaaaa...." Leo kembali panik. Ia berfikir ingin kembali ke ukuran tubuhnya yang semula.


Perlahan tubuh Leo kembali. Di saat itulah Leo mulai tenang dengan kejadian barusan.


Sekarang Leo menjernihkan fikirannya dengan menghirup udara segar. "huuu.. Hahhh.. Baiklah.. Tenang.." Leo kembali menatap cermin dan untuk memastikan sesuatu.


'apakah sesuatu yang Dewa Gatotkaca berikan adalah kemampuan untuk mengubah tubuh? Jika demikian, seharusnya ini bukan sesuatu yang spesial. Aku bisa menggunakan sihir kamuflase untuk mengubah tubuhku. Atau mungkin, kemampuan ini bukan hanya mengubah penampilan. Namun juga kemampuan. '


Pemikiran Leo semakin aneh. Namun ia mencoba untuk berubah menjadi sosok makhluk hidup lain.


Perlahan tubuhnya mengecil dan bentuk tubuhnya berbeda. Tubuhnya mulai ditumbuhi rambut halus hingga wajahnya.


Perubahan tersebut terus terjadi hingga ia menjadi seekor tupai kecil.


'hemmm. Ini lebih spesial dibandingkan dengan sihir kamuflase.' Leo senang karena kemampuan ini sesuai dengan apa yang ia pikirkan.


Ia lalu mencoba untuk menggigit kursi kayu hingga terjadi kerusakan. 'kemampuan bawaan juga sama seperti yang asli. Ini adalah kemampuan yang sangat luar biasa!'

__ADS_1


Leo senang dengan kemampuan yang ia dapat. Hingga ia meloncat-loncat dengan tubuh tupainya.


__ADS_2