Cheater: Petualangan Langit Kedua

Cheater: Petualangan Langit Kedua
44. Satu bulan Kemudian.


__ADS_3

"apa yang terjadi?" Leo tidak memahami situasi yang menimpa dirinya.


"tuan tiba-tiba terjatuh tak sadarkan diri. Saya khawatir jika terjadi sesuatu kepada tuan! Syukurlah tuan sudah siuman!" mata Phinix berkaca-kaca menatap keadaan Leo sebelumnya.


Leo bangun dari pangkuan Phinix lalu memeriksa keadaan.


Tidak ada yang berubah dengan keadaan di ruangan tersebut. Hanya kepalanya saja yang merasa cukup sakit.


Leo melihat keris yang berada di tangannya. 'senjata dewa?'


Leo memalingkan pandangan dan mencari cara untuk pergi meninggalkan ruangan tersebut.


"bagaimana cara kita untuk bisa pergi dari sini?"


"bukankah kita bisa lewat tangga sebelumnya?" Phinix memberitahu Leo jalan satu-satunya untuk bisa mengakses ruangan tersebut.


"jika lewat jalur itu lagi, mungkin aku bisa gila dengan jarak yang harus di tempuh."


Leo lalu mengingat jika di altar memiliki beberapa rune sihir.


Ia memeriksa untuk mencoba mendapatkan rune sihir teleportasi. Hingga memang sesuai dugaan, terdapat satu rune sihir teleportasi.


Leo meneliti rune tersebut dan akhirnya diketahui jika rune tersebut akan aktif saat aliran mana masuk ke tengah altar.


"kemarilah! Aku menemukan cara untuk kita bisa keluar tanpa melewati tangga sialan itu!" Leo mengulurkan tangan untuk bergandengan agar saat ia mengaktifkan rune sihir, ia dan Phinix tidak terpisah.


Phinik mendekat dan meraih tangan Leo.


Leo memulai mengalirkan mana menuju tengah altar. lebih tepatnya di tempat Leo menarik keris.


Setelah beberapa detik Leo mengalirkan mana, lingkaran sihir menyala dengan sinar putih.


Cahaya semakin terang hingga Leo dan Phinix menutup mata.


Tak Berselang Lama Leo dan Phinix membuka mata dan mendapati diri mereka berada di luar.

__ADS_1


Leo memeriksa keadaan dan mengetahui lokasi mereka berada di kaki gunung Phoenix.


"ada seseorang yang harus aku temui!" Leo mengingat guild master yang menunggu dirinya.


Leo dan Phinix berjalan menuju tempat guild master menunggu Leo. Namun setelah sampai, ia tidak menemukan guild master. Bahkan setelah menyebarkan mana untuk mendeteksi keberadaan makhluk hidup.


" Dimana dia? Apa dia sudah kembali ke kota Mainter?" Leo beranggapan jika guild master telah meninggalkan dirinya.


"tuan mencari siapa?" Phinix ingin tahu dengan orang yang Leo cari.


"aku mencari temanku! Dia sebelumnya menunggu disini saat kita bertarung. Namun ia sudah tidak ada disini. Mungkin ia sudah kembali ke kota."


Leo memutuskan untuk kembali.


Tujuannya sekarang adalah kembali ke kota Argus. Leo menggunakan topeng seperti sebelumnya dan Phinix menggunakan cadar. Namun masih dengan jubah Leo.


'untuk sekarang sebaiknya mendapatkan pakaian untuk Phinix dulu!'


Mereka melakukan perjalanan dengan terbang. Namun Phinix tidak menggunakan wujud burungnya. Namun tetap dengan wujud manusia dan terbang dengan menggunakan mana seperti yang Leo lakukan.


Hingga mereka sampai di dekat kota Argus dan masuk ke dalam kota.


Sampai di toko, Leo disambut langsung oleh manajer toko.


Seakan mengenal pelanggan yang datang, manajer langsung memastikan bahwa dugaannya benar.


"tuan Leonardo?"


"ya? Ada apa?" Leo menanggapi ucapan manajer. 'ada apa dengan manajer?'


Mengetahui dugaannya benar, manajer menghela napas lega. "huh... Syukurlah anda kembali kemari. Sepertinya keputusan saya untuk tidak menjual pakaian pesanan anda adalah tindakan tepat!"


Leo cukup bingung dengan apa yang manajer bicarakan. "kenapa pakaian saya akan dijual? Ini bahkan belum satu bulan!"


"hah? Anda bercanda? Ini bahkan sudah lewat satu bulan satu minggu!" manajer dibuat Kesal dengan ucapan Leo yang seperti melupakan waktu.

__ADS_1


"hahah... Anda yang bercanda. Bagaimana mungkin ini sudah lewat satu bulan satu minggu? Saya bahkan hanya meninggalkan toko ini satu minggu yang lalu." Leo merasa dirinya sedang dikerjain oleh manajer. Karena memang itu yang Leo rasakan.


"tuan!" Phinix menyadarkan Leo dari tawanya untuk melihat ekspresi serius dari manajer.


"ee... Kan?" melihat ekspresi serius dari manajer, Leo mulai ragu dengan kebenarannya.


Manajer menepuk dahinya menanggapi kelakuan Leo. "terserah lah! Yang penting, anda sudah lewat satu bulan untuk pelunasan. Namun tenang saja! Saya masih belum menjualnya untuk menghormati anda! Namun anda akan mendapat denda."


Leo bingung dengan apa yang terjadi! Namun ia hanya bisa menurut karena ia juga mulai ragu dengan perbedaan waktu dirinya dan dunia luar.


"untuk pelunasan dan denda karena telat dalam pelunasan, semua yang harus anda bayar adalah 90 koin emas." manajer menghitung biaya dan denda yang harus Leo bayarkan.


Leo mengeluarkan 90 koin emas untuk membayar lalu bertanya sesuatu pada manajer. "apa ada kejadian mengejutkan selama satu bulan terakhir ini?"


Manajer mulai mengingat tentang sebuah kejadian yang ia ketahui. "hmm... Entah ini benar atau salah. Ada rumor kalau seorang penyihir berbakat menghilang satu bulan yang lalu. Bahkan ada beberapa petualang rank S yang datang ke kota Argus selama beberapa minggu. Namun aku tidak tahu siapa penyihir yang menghilang. Selain itu tidak ada yang terjadi. Semua berjalan normal seperti biasa. "


Manajer lalu pergi untuk mengambil baju pesanan Leo.


'penyihir hilang? Petualang rank S datang kemari?' Leo memikirkan petunjuk tersebut dan beranggapan kalau penyihir yang hilang adalah dirinya. Dan petualang rank S adalah Party Twin Tea Party yang sedang berusaha mencarinya.


Manajer sudah kembali dan memberikan 12 jubah pesanan Leo. Leo lalu membuka salah satu untuk memeriksa kualitas dari pengerjaan toko.


Setelah memeriksa jubah, Leo tercengang dengan hasil yang melebihi ekspetasinya. Semua desain sesuai dengan apa yang ia pikirkan. Bahkan logo yang berada di punggung terlihat sangat keren.


Leo lalu pergi dan memutuskan langsung kembali ke kota Mainter tanpa mampir ke kediaman Duke Gustaf.


"sepertinya kita akan langsung kembali ke kota Mainter! Apa kau siap Phinix? Perjalanan kali ini akan sangat panjang." Leo mencoba menanyakan pendapat Phinix.


"saya selalu siap dengan apapun perintah tuan. Namun kenapa tidak biarkan saya untuk menggunakan wujud Phoenix dan terbang sampai kota Mainter lebih cepat?" Phinix penasaran dengan alasan Leo tidak memperbolehkan dirinya berubah menjadi bentuk burung.


"tidak! Itu akan membuat banyak kekacauan. Dan keberadaanmu tidak akan menjadi rahasia." Leo hanya akan mengizinkan Phinix menggunakan wujud Phoenix jika dalam keadaan mendesak. Karena keberadaan Phoenix yang sudah berevolusi merupakan kartu As untuk Leo.


" saya mengerti tuan! " Phinix membungkuk hormat kepada Leo.


" baiklah! Kita berangkat sekarang!" Ucap Leo sambil terbang namun tidak tinggi. Malah jika dilihat, Leo seperti melompat dengan jangka yang panjang dan cepat.

__ADS_1


Phinix mengangguk dan mengikuti Leo di belakang.


'ini kejadian yang tak terduga. Sepertinya aku tidak bisa mengunjungi ibukota untuk saat ini. Dengan tidak adanya aku, kubu contra kerajaan akan semakin berani untuk bergerak. Aku harus memulihkan keberadaanmu dulu.'


__ADS_2