
Setelah kabur dari Warjo, Leo pergi ke gedung guild sendirian. Tanpa ditemani oleh Jack dan anggota Twin Tea Party yang lain juga. Tujuannya adalah untuk kembali melatih kemampuan sihirnya.
Dalam pengetahuan yang dewa Semar berikan, ada satu mantra yang pastinya akan sangat membantunya dalam pertarungan. Itu adalah mantra sihir perbudakan.
Berbeda dengan sihir perbudakan yang digunakan di dunia ini, mantra ini bukan hanya membatasi pergerakan dari sang budak. Melainkan dapat membuat budak tersebut bisa menjadi bagian dari tuannya.
Mulai dari pengetahuan dan indranya akan terhubung langsung dengan tuan. Namun tentu saja mantra ini juga sangat beresiko.
"sepertinya ini akan menjadi semakin menarik saja."
Sampai di dalam guild, Leo mendapat tatapan aneh dari para petualang. Bukan tatapan kagum atau benci. Hanya tatapan heran dengan sosoknya yang masih bocah.
Sebelumnya, ia datang bersama dengan Twin Tea Party yang membuatnya tidak diperhatikan. Namun karena ia datang sendiri, ia menjadi bahan omongan petualang.
"semoga saja tidak terjadi masalah apapun." Leo berharap ia bisa pergi tanpa membuat keributan sama sekali. Namun harapan Leo tidak menjadi kenyataan.
Baru ia berdoa, seorang petualang sepertinya sudah akan membuat masalah dengannya.
"woii... Apa yang dilakukan anak kecil disini? Ini bukanlah tempat untuk bocah bermain."
Seorang pria dewasa mendekat dengan keadaan sudah mabuk berat. Kelakuannya bahkan tidak di hentikan oleh petualang yang lain. Mengingat yang ia ganggu adalah seorang anak kecil.
Bahkan beberapa orang temannya tidak bertindak apa-apa. Mereka malah tersenyum seakan menantikan hal menarik yang akan teman mereka lakukan.
"woii.. Bocah! Apa yang kau lakukan disini ha? Pulanglah ke rumah dan minum susu ibumu. Ini bukanlah tempat yang cocok untuk bermain."
Pria tersebut mengajak-acak rambut Leo dan menatap matanya dengan tajam.
__ADS_1
Leo mulai kesal dengan apa yang ia dengar. Baginya, sudah jelas jika dirinya sudah berada di umur yang tidak minum susu lagi. Namun masih saja orang seperti ini selalu membuat dirinya seakan masih berada di usia yang masih balita. Meski tidak jauh beda.
Melihat kejadian itu, seorang wanita cantik mencoba menolong Leo. Ia adalah salah satu petualang yang menjadi anggota di guild yang sama dengan Leo.
"hei..! Hentikan! Jangan ganggu dia. Dia masih anak-anak." wanita tersebut mendorong pria yang mengganggu Leo menjauh.
Melihat hal tersebut membuat Leo sadar kalau di dunia ini selalu ada orang yang baik. Sesaat Leo mulai tenang. Namun ia kembali kesal karena wanita yang sedang membantunya mulai di lecehkan oleh pria tersebut.
"hehe.. Apa urusanmu cantik. Bagaimana jika kita melupakan masalah ini dan pergi berdua. Aku punya tempat yang sangat menyenangkan." pria tersebut bukan hanya mabuk. Namun ia juga mesum dan bahkan tidak memperhatikan siapa wanita yang berada di depannya.
"kau pikir aku siapa? Meski aku masih belum punya pasangan, aku juga tidak akan sudih jika harus berpasangan denganmu." wanita tersebut menolak mentah-mentah ajakan pria mabuk.
Mendapat penolakan dari wanita di depannya, pria yang sudah dalam keadaan mabuk tersebut mulai melakukan pergerakan. " beraninya kau menolakku. Apa kau tidak tahu aku siapa? Aku adalah petualang rank B."
Pria tersebut menarik baju wanita yang datang menolong Leo hingga sobek. Hal tersebut menyebabkan sebagian kulit putih perut menjadi tampak.
"ah..."
Dalam pandangan Leo, ia menganggap jika wanita tersebut memiliki pemikiran yang naif. Sudah jelas jika petualang tersebut berani melakukan hal semacam ini di tempat umum karena orang lain sudah takut dengan dirinya.
Leo melihat respon petualang yang lain dengan teliti. Dapat ia lihat jika orang lain tidak peduli dengan apa yang akan terjadi kepada wanita yang berani melawan pria itu.
"kau lihatlah di sekitarmu apakah ada yang berani menghentikanku?" pria tersebut mulai bersemangat karena ia akan melakukan pesta malam ini. Mengingat ia juga mendapatkan gadis cantik.
Tidak ingin terlalu lama melihat pertikaian ini, Leo maju menghadapi pria pemabuk." bisa kau hentikan saja? Kau sudah membuatku semakin kesal. Lebih baik kau pergi saja."
Mendengar ucapan Leo, pria tersebut malah tertawa semakin keras. "hahahaha... Memang apa yang bisa kau lakukan? Apa kau ingin mengadu ke orang tuamu?"
__ADS_1
Dengan kalimat itu terucap, Leo menganggap jika pria yang berada di depannya menolak untuk pergi. Dengan kata lain, ia harus menghajar pria tersebut.
Namun wanita yang bajunya sudah robek masih berusaha untuk melindungi Leo. Hal tersebut membuat pria didepannya mendorong wanita tersebut hingga jatuh.
Tanpa persiapan, Leo mengalirkan mana ke kaki kanan lalu menendang kepala pria tersebut hingga membuatnya terkapar tak sadarkan diri. Kejadian yang begitu cepat hingga membuat semua orang yang melihatnya menjadi tertegun.
Satu tendangan seorang anak dengan mudah bisa membuat petualang rank B tak sadarkan diri.
Leo mendekati wanita yang sedang terjatuh dan menolongnya untuk berdiri. "kamu tidak apa-apa?"
Wanita tersebut menerima bantuan Leo lalu segera berdiri. "aku tidak apa-apa! Terima kasih."
"aku lah yang seharusnya berterima kasih. Karena dari sekian banyak orang yang ada di sini, hanya kau saja yang peduli." Leo sangat menghargai perbuatan baik wanita tersebut.
Masalah masih belum selesai. Dua orang teman dari penggagunya mendekati Leo. Tampaknya mereka sudah tidak main-main. Mereka mengeluarkan senjata di dalam gedung guild.
Namun sekarang Leo sudah terlalu kesal dengan sikap mereka. Dengan cepat Leo melancarkan serangan tanpa dapat dihindari maupun ditahan. Bahkan kecepatannya tidak dapat di lihat oleh siapapun.
Dua orang tersebut mendapatkan serangan tepat di tengkuk mereka. Tentu dengan serangan Leo yang sangat keras, mereka kemungkinan tidak akan selamat.
Tiga orang petualang terkapar tidak sadarkan diri di dalam guild oleh anak kecil. Meski mereka menyebarkan berita ini, orang lain tidak akan percaya dengan itu.
Lalu muncullah sosok yang sudah Leo kenal. Datang dari tangga yang menuju lantai dua dimana ruangan guild master berada.
"sepertinya kau sedang kesal." guild master muncul setelah Leo menyelesaikan masalahnya.
"aku hanya penasaran kenapa kau tidak menghentikanku meski kau sudah tahu?" Leo sudah tahu jika guild master sudah mengawasinya dari tangga. Dengan five Sense, Leo merasakan kehadiran guild master. Namun tampaknya ia tidak mau ikut campur.
__ADS_1
"hahah... Itu hanya kebetulan." ucapan guild master terdengar agak canggung.
Leo memasang poker face mendengar alasan guild master. Tidak mungkin Leo yang mengetahui keberadaannya percaya dengan yang dia ucapkan.