CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
PENYESALAN RADITYA


__ADS_3

Raditya menatap foto Dara yang tersimpan di galeri ponselnya. Wajah cantik perempuan yang telah menemaninya selama empat tahun itu terlihat begitu cantik.


"Maafkan aku, Dara. Maaf!"


Raditya sungguh sangat menyesali perbuatannya. Bagaimana tidak menyesal, laki-laki itu memilih mengkhianati pernikahannya dengan Dara hanya demi bisa bersama dengan cintanya di masa lalu.


Rasa cintanya yang kembali tumbuh saat bertemu dengan Kinara membuat Raditya memutuskan untuk menikahi wanita itu tanpa memikirkan perasaan Dara. Saat itu, yang ada di kepala Raditya hanya bagaimana caranya agar ia tidak kembali kehilangan wanita yang dulu sangat dicintainya sebelum dirinya menikah dengan Dara.


Kini, Raditya sangat menyesali keputusannya karena sudah menjadikan wanita yang dulu pernah meninggalkannya itu sebagai istrinya.


Raditya sungguh sangat menyesal karena sosok Kinara yang selama ini ia banggakan dan sangat dicintainya hingga Raditya rela melakukan apapun untuk perempuan itu, termasuk mengkhianati perempuan sebaik Dara ternyata tidak lebih hanya seorang perempuan murahan.


Raditya sungguh tidak menyangka kalau Kinara adalah perempuan yang tidak puas hanya pada satu lelaki saja. Wanita yang masih menjadi istrinya itu bahkan dengan tidak tahu malu menyewa seorang lelaki untuk memuaskan hasratnya.

__ADS_1


Sebenarnya perempuan macam apa yang dinikahinya selama ini? Kenapa Raditya baru mengetahuinya sekarang? Selama tiga tahun bersama dengan Kinara, kenapa baru sekarang Raditya mengetahui perbuatan wanita itu?


Raditya mengusap wajahnya dengan kasar. Penyesalan itu memang selalu datang terlambat. Itu adalah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan Raditya saat ini.


Laki-laki itu kini menyesali semua keputusannya yang akhirnya berakibat dengan kehancuran rumah tangganya bersama dengan Dara. Ia sungguh sangat menyesal karena sudah dibutakan oleh perasaan cintanya terhadap Kinara.


Mengingat Kinara, bayangan kejadian saat di hotel beberapa jam yang lalu kembali terbayang. Raditya mengepalkan tangannya saat bayangan wajah Kinara yang mengerang nikmat saat pria itu menikmati tubuhnya kembali terlintas.


Raditya bahkan masih mengingat dengan jelas saat lelaki yang bersama dengan Kinara itu mengatakan kalau dia hanya melakukan tugas untuk memuaskannya sesuai dengan bayaran yang lelaki itu terima.


Lelaki itu tidak menyangka kalau wanita yang selama ini ia perjuangkan habis-habisan ternyata tidak lebih dari wanita sampah yang bisa dinikmati banyak orang yang menginginkan tubuhnya.


Kinara bahkan tidak malu menyewa lelaki untuk memuaskannya. Bukankah itu sama saja kalau perempuan itu begitu murah hingga rela membayar para lelaki untuk memuaskannya?

__ADS_1


"Brengsek!" maki Raditya. Tangannya terkepal menahan amarah yang memuncak.


"Berani-beraninya kau menipuku, Nara. Aku akan pastikan kalau kau akan menyesal karena telah mengkhianatiku." Ucapan yang sama seperti yang pernah keluar dari mulut Dara saat perempuan itu memergokinya sedang bercinta dengan Kinara di kamar hotel.


Raditya tersenyum getir. "Ternyata karma itu memang ada. Beberapa hari yang lalu, Dara melihatku bercinta dengan Kinara. Lalu hari ini, aku melihat Kinara bercinta dengan laki-laki lain. Hanya dalam hitungan hari, Tuhan telah membayar perbuatanku dengan kontan."


"Dara, aku sungguh sangat menyesal." Raditya menangis dalam kesendirian merenungi kejadian demi kejadian yang menimpanya beberapa hari ini.


Rasanya, ia ingin menemui Dara. Bila perlu berlutut di depan perempuan itu agar dia memaafkannya. Namun, sepertinya itu tidak mungkin karena hati Dara saat ini sedang dikuasai oleh amarah. Sama seperti dirinya saat ini.


"Besok aku akan menemuimu di kantor. Aku akan melakukan apapun untuk mendapatkan maaf darimu, Dara." Raditya kembali mengusap foto Dara pada ponselnya.


"Kenapa setelah semua yang terjadi, aku baru sadar kalau aku begitu takut kehilanganmu?"

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2