CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
PERTENGKARAN MIRA DAN KINARA


__ADS_3

Dara sungguh menyesal karena sudah datang ke persidangan. Seharusnya dirinya tidak usah datang sesuai saran Davin. Akan tetapi, entah mengapa sedari kemarin ia sungguh berkeras hati ingin datang ke pengadilan.


Persidangan perdana itu berjalan cukup alot karena Raditya terang-terangan tidak ingin berpisah dari Dara. Lelaki itu dengan sekuat tenaga terus berusaha untuk mempertahankan pernikahannya dengan Dara.


Dara yang mendengar omong kosong Raditya menjadi geram. Ia yang awalnya ingin berpisah dengan baik-baik dan tidak ingin berurusan lagi dengan pria itu akhirnya tidak tinggal diam.


Pengacara Dara kemudian memberikan bukti-bukti perselingkuhan Raditya dengan Kinara, termasuk video saat mereka bercinta di hotel milik Davin.


Semua bukti-bukti tentang perselingkuhan Raditya dan bukti pernikahan diam-diam Raditya dan Kinara pun tak ketinggalan.


Dara tersenyum sinis saat melihat Raditya akhirnya terdiam. Lelaki itu kelihatannya sangat terkejut saat mengetahui semua bukti yang ditunjukkan oleh pengacara Dara.


Raditya menatap Dara dengan kedua mata berkaca-kaca. Tidak menyangka kalau Dara menyimpan bukti perselingkuhannya dengan Kinara dari sebelum lelaki itu menikahi pacar gelapnya.


Entah dari mana Dara mendapatkan bukti selengkap itu. Bahkan pernikahannya dengan Kinara yang dilakukannya secara diam-diam pun Dara mempunyai buktinya.


Hati Raditya berdenyut sakit saat melihat semua bukti yang memberatkannya. Hatinya bertambah sakit saat melihat Dara yang tampak begitu tegar, meskipun wanita yang sangat mencintainya itu tahu kalau dirinya sudah mengkhianatinya dan melukainya begitu dalam.


"Sejak kapan kamu mengetahui ini semua Dara? Kenapa kamu bisa mempunyai semua bukti-bukti perselingkuhanku dengan Kinara?" batin Raditya. Lelaki itu menatap Dara yang tidak mau menatapnya sama sekali.

__ADS_1


"Maafkan aku, Sayang, karena aku telah melukaimu begitu dalam. Maafkan aku karena telah menyalahgunakan kepercayaanmu padaku, maaf!" ucap Raditya dalam hati.


Laki-laki itu sungguh sangat menyesal karena telah melukai hati wanita sebaik Dara.


"Ini yang kau sebut mencintaiku Radit? Kalau kamu memang mencintaiku, kamu pasti akan berpikir ribuan kali untuk mengkhianatiku dan menghancurkan rumah tangga yang sudah kita bangun selama empat tahun." Dara melirik sinis ke arah Raditya yang langsung tertunduk.


Lelaki itu merasa sangat malu. Malu dan sangat menyesali perbuatannya. Seandainya saja waktu bisa ia putar kembali, Ia pasti memilih tidak akan lagi tergoda dengan Kinara yang terus saja menggodanya saat itu.


Sidang pertama sudah berakhir. Setelah ini, Dara tidak akan mau repot-repot lagi datang ke persidangan. Benar kata Davin, biar pengacaranya saja yang mengurus semuanya. Dara hanya tinggal duduk manis dan menunggu hasil.


"Bagaimana? Apa kamu senang sekarang?" Suara Davin terdengar mencibir Dara membuat wanita itu meliriknya dengan kesal.


"Aku lapar."


"Dengan senang hati,aku akan mengantarkan kamu ke restoran, Sweetie." Davin menatap Dara penuh cinta. Sementara Dara memanyunkan bibirnya mendengar sebutan yang keluar dari mulut Davin.


***


Raditya baru saja sampai ke rumahnya. Namun, belum sempat Raditya masuk, terdengar suara pertengkaran di dalam sana.

__ADS_1


Suara ibunya terdengar lantang memaki Kinara. Begitupun juga dengan Kinara. Wanita yang selama ini menjadi pujaan hatinya itu ternyata tidak sebaik yang ia kira selama ini. Kinara dengan terang-terangan memaki perempuan yang telah melahirkannya.


"Dasar perempuan murahan! Kalau aku tahu kamu mendekati Raditya hanya karena hartanya, aku tidak akan pernah sudi menerima kamu sebagai menantuku!" Mira berteriak marah.


"Memangnya kenapa kalau aku mendekati Raditya karena harta? Semua orang butuh harta agar bisa hidup dengan layak. Bukankah dirimu juga seperti itu? Dasar tua bangka! Kalau aku tahu kau hanya akan menyusahkan aku dengan Raditya, sudah aku singkirkan kamu dari dulu!"


"Kinara! Kau benar-benar kurang ajar! Lihat saja nanti, aku pasti akan mengatakan pada Raditya siapa kamu sebenarnya!" Kedua mata Mira melotot. Tidak menyangka kalau menantu yang dibanggakannya itu ternyata tidak lebih dari rubah betina.


Ia sungguh sangat menyesal telah mendukung perselingkuhan Raditya dengan Kinara. Mira juga sangat menyesal karena telah mendukung dan merestui pernikahan putranya dengan wanita ular itu.


"Kau akan mengadukan aku pada Raditya? Siapa takut!" Kinara tersenyum smirk.


"Tapi, sebelum kau mengadukan aku pada putra tercintamu itu, aku akan terlebih dahulu menghabisimu!"


"Kinara!"


BERSAMBUNG ....


__ADS_1


__ADS_2