CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
AKU TIDAK MAU BERCERAI


__ADS_3

"Radit! Apa-apaan kamu? Kenapa kamu mengusir Kinara?" Mira yang baru saja datang dari taman bersama Zain tampak terkejut mendengar ucapan putranya yang mengusir menantunya.


Perempuan paruh baya itu kemudian menyuruh pengasuh Zain untuk membawa bocah kecil itu.


"Aku sudah menceraikan dia, Ma. Dia sudah tidak berhak lagi tinggal di sini!" teriak Raditya membuat Mira kaget.


"Apa? Apa maksudmu, Raditya? Kenapa kamu menceraikannya?" Mira terlihat berang dan tidak terima dengan apa yang dikatakan oleh Raditya.


"Aku memergokinya sedang bercinta dengan lelaki lain di kamar hotel, Ma."


"Apa?" Kali ini Mira lebih terkejut lagi. Netranya menatap Kinara dengan tatapan tak percaya.


"Kamu mengkhianatinya? Apa itu benar, Nara?" Mira mengalihkan pandangannya pada Kinara. Menantunya itu terlihat panik.


"Ma, aku–"


"Jawab Kinara!" teriak Mira. Ia sungguh tidak akan memaafkan seandainya wanita itu benar-benar mengkhianati Raditya.


"Maafkan aku, Ma." Kinara menunduk, merasa bersalah karena telah menodai kepercayaan ibu mertua yang begitu menyayanginya.


"Jadi benar?" Mira menggeleng tak percaya. Namun, anggukan kepala Kinara membuat Mira seolah terhempas ke dalam jurang.


Bagaimana mungkin wanita yang selalu ia sanjung sebagai menantu idaman itu ternyata mengkhianati putranya? Mira sungguh tidak habis pikir dengan Kinara. Selama ini Raditya selalu memanjakan wanita itu. Kinara dan anaknya bahkan tidak pernah kekurangan.


Hidup di rumah mewah, semua kebutuhannya dan juga anaknya tercukupi. Wanita itu tidak perlu bersusah payah membereskan rumah seperti apa yang dilakukan oleh Dara di rumahnya karena di rumah besar itu Raditya mempekerjakan beberapa asisten rumah tangga.

__ADS_1


Lalu, apa yang kurang dari Raditya?


"Cepat kemasi barang-barangmu, Nara! Aku tidak sudi menerima kamu lagi di sini." Suara Raditya membuat Mira kaget.


"Mas, aku mohon, maafkan aku, Mas. Aku khilaf!" Kinara masih memohon. Tetapi Raditya tampak tidak peduli.


"Kalau aku pergi dari sini, bagaimana dengan nasib Zain? Dia masih butuh kamu Mas, kamu ayahnya!" Kinara menggunakan putranya sebagai senjata. Zain, bocah kecil yang tadi sempat di amankan oleh asisten rumah tangganya saat Mira mulai berteriak padanya.


"Aku? Ayahnya? Apa kamu yakin kalau anak itu adalah anakku, Nara?"


"Mas!" Kinara sangat terkejut mendengar ucapan Raditya. Dalam hati ia mengumpat kesal sekaligus ketakutan. Apa Raditya akan menyelidiki tentang Zain setelah perselingkuhannya terungkap?


Semoga saja tidak! Karena jika sampai Raditya menyelidiki tentang Zian, sudah pasti hidupnya akan hancur saat ini juga.


Sebenarnya Raditya sudah menduganya. Melihat tabiat Kinara yang berani menyewa lelaki bayaran, tentu saja Raditya bisa membayangkan bagaimana kehidupan Kinara di luar sana yang tanpa sepengetahuannya selama ini.


Jadi, bisa saja kalau dirinya saat itu juga sudah berhubungan dengan banyak pria bukan? Apalagi, saat itu Kinara adalah seorang janda. Suaminya menikah lagi dengan perempuan lain. Setidaknya itulah yang dulu Kinara katakan padanya saat mereka pertama kali bertemu.


"Kamu meragukan Zain, Mas? Jahat kamu, Mas. Zain adalah anakmu. Darah dagingmu!" Kinara berteriak marah.


Raditya tersenyum sinis. "Kalau begitu, kita buktikan nanti saja. Beberapa jam lagi, tes DNA aku dan Zain akan keluar. Kau dan aku, kita bisa pergi bersama-sama ke rumah sakit untuk melihat hasilnya.


"A–apa?" Wajah Kinara seketika pucat pasi mendengar apa yang dikatakan oleh Raditya.


"Tidak usah takut. Kalau memang Zain adalah anakku, aku akan tetap bertanggung jawab padanya walaupun kita sudah bercerai."

__ADS_1


"Tidak, Mas, aku tidak mau bercerai denganmu!" Kinara berteriak histeris.


"Aku tidak mau hidup bersama orang yang sudah memberikan tubuhnya pada orang lain. Wanita murahan seperti kamu tidak pantas mendapatkan cinta dan kasih sayang dariku!" Raditya menatap Kinara dengan penuh kebencian dan sakit hati. Biar bagaimanapun, wanita itu adalah wanita yang sangat dicintainya. Ia bahkan rela meninggalkan Dara demi wanita itu.


"Aku tidak mau bercerai denganmu, Mas! Aku–"'


"Wanita ****** sepertimu tidak pantas tinggal di rumah ini!"


BERSAMBUNG ....


Halo pembacaku tersayang, sambil nunggu update, mampir dulu di novel keren milik teman Author yuk!



Mendapati seluruh keluarganya mati dibantai membuat Cheryl sangat terpukul. Apalagi mengetahui mengetahui pelakunya adalah Janu, anak dari sahabat baik ayahnya.


“Kenapa kalian masih diam di sini? Cepat cari dokumen-dokumen berharga yang masih tersisa!” perintah Janu kepada para pengawalnya sembari menahan tangan Cheryl yang terus menyerangnya.


Para pengawal berpencar ke setiap sudut rumah untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan.


“Kamu mau apa dari rumah ini? Kalau ingin merampok, kenapa harus membunuh mereka semua, hah!” ucap Cheryl.


Janu terkesan tidak mau menanggapi semua ucapan Cheryl. Ia hanya berusaha bersabar agar tidak terpancing emosi dengan kelakuan Wanita itu.


“Dasar pembunuh! Aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang! Aku bersumpah akan membunuhmu, Janu!” teriak Cheryl.

__ADS_1


__ADS_2