
Raditya mengusap wajahnya dengan kasar. Tidak menyangka kalau wanita yang sudah melahirkannya itu ternyata menyimpan rahasia masa lalu yang begitu buruk.
Raditya akui, sang mama memang terkadang bersikap sangat keterlaluan. Apalagi terhadap Dara. Padahal, Dara sangat menghormati sang mama. Perempuan itu bahkan tidak pernah melawan meskipun mamanya seringkali berkata dengan kalimat yang sangat menyakitkan.
Raditya mengusap pelan bahu Pratama. Seolah ikut merasakan bagaimana sakit hatinya sang papa karena kebohongan mamanya.
"Andai saja papa tahu dari awal kalau mama kamu membohongi papa, mungkin papa tidak akan pernah berjanji pada kakek kamu untuk menjaga mamamu seumur hidup."
"Papa juga tidak akan kehilangan Nadia. Papa bahkan belum sempat meminta maaf padanya." Bahu Pratama kembali bergetar. Lelaki paru baya itu kembali menangis.
"Papa." Raditya merangkul bahu Pratama. Membiarkan lelaki paruh baya itu menangis. Namun, dalam hati Raditya sedang berpikir.
Jika benar ibunya hamil anak lelaki lain, kenapa Pratama masih bertahan sampai saat ini. Lalu, siapa anak dalam kandungan sang mama yang ternyata adalah darah daging lelaki lain?
Tangan Raditya bergetar saat dalam pikirannya terlintas sesuatu. Pria itu membayangkan kehidupannya dari saat dirinya masih kecil hingga akhirnya dewasa dan menikah dengan Dara.
Saat Raditya kecil hingga dewasa, kedua orang tuanya memperlakukan Raditya dengan baik. Begitupun dengan Pratama. Lelaki itu juga tidak pernah sekalipun membandingkan dirinya dengan Monika. Pratama memperlakukan dirinya dan adiknya itu dengan penuh perhatian.
Tetapi, mungkinkah salah satu di antara mereka adalah anak dari lelaki itu? Lelaki yang Pratama sebut sebagai lelaki yang telah bekerja sama dengan ibunya untuk membohongi Pratama?
__ADS_1
"Raditya, papa mohon, berhentilah menuruti keinginan mamamu yang tidak masuk akal. Jadikanlah apa yang kamu alami dengan Dara itu sebagai pelajaran. Kelak, jika kamu kembali menikah, jangan biarkan mama kamu ikut campur dan kembali menghancurkan rumah tanggamu," pinta Pratama.
"Papa sudah tua. Papa benar-benar muak dengan sikap mama kamu yang semakin keterlaluan terhadap papa."
Raditya terdiam mendengar ucapan papanya.
"Tapi selama ini Papa masih terus bertahan meskipun mama terkadang seenaknya sama Papa. Kenapa baru sekarang Papa ingin menyerah?" Raditya menatap wajah lelah sang papa.
Raditya mengingat cerita Mira, sang mama yang mengatakan jika papanya berselingkuh. Hal inilah yang setiap hari sedang menjadi masalah di antara pasangan pengantin yang tak lagi muda itu.
"Papa bukan menyerah, Radit. Kalau bukan karena janji papa pada almarhum kakek dan nenekmu, papa sudah pasti meninggalkan mama kamu sejak dulu. Papa sudah berusaha memberikan yang terbaik untuk mama kamu, meskipun awalnya papa tidak mencintai mama kamu. Tapi lihatlah! Jika papa tidak mencintai mama, tidak mungkin Monika lahir ke dunia. Tapi mams kamu ...." Raditya menghela napas panjang.
"Apa papa menyerah karena wanita muda yang diceritakan oleh mama? Wanita muda yang menurut mama adalah selingkuh papa?" tanya Raditya hati-hati.
"Selingkuhan?" Pratama mengerucutkan kening sambil menatap putranya.
"Jadi mama kamu mengatakan kalau gadis itu adalah selingkuhan papa?" Raditya menggelengkan kepala mendengar ucapan Raditya. Apalagi, saat melihat Raditya menganggukkan kepalanya.
"Mama kamu benar-benar licik! Dia ingin menjatuhkan nama papa di depan kamu?" Kedua mata Pratama memerah. Tidak habis pikir dengan Mira yang jelas-jelas tahu kalau perempuan itu adalah putrinya. Putrinya bersama Nadia.
__ADS_1
Bayi perempuan yang lahir dengan prematur setelah ibunya terjatuh dari tangga dan akhirnya meninggal dunia.
"Kalau dia bukan selingkuhan papa, lalu siapa dia? Kenapa papa begitu membela dia?" Raditya bertanya dengan penasaran.
"Dia adalah kakakmu. Putri ayah yang lahir dari rahim istri pertama papa yang meninggal karena ulah mama kamu."
Raditya menutup mulutnya saking terkejut. Sementara itu,
Pratama terus-menerus mengembuskan napas panjang. Menetralkan rasa sakit yang kembali menusuk dadanya saat mengingat Mira terus saja mengusik putrinya. Mira terus menerornya setelah wanita itu mengetahui jika Nadia ternyata sempat melahirkan secara cesar sebelum meninggal.
Raditya tadinya berpikir jika dirinya adalah anak yang terlahir dari rahim istri pertama Pratama. Sedangkan Monika adalah anak yang terlahir dari rahim sang mama dengan lelaki yang menjadi partner sang mama untuk menjebak papanya.
Saking kalut, Raditya sampai melupakan jika jarak usia antara dirinya dengan sang adik yang berjarak enam tahun. Sungguh perbedaan usia yang cukup jauh. Sedangkan Pratama menceritakan jika saat itu istri pertamanya sedang hamil saat sang papa menikahi mamanya yang saat itu juga sedang hamil.
Jika benar saat itu mamanya sedang hamil, seharusnya antara dirinya dengan Monika hanya berbeda usia selama beberapa bulan saja bukan?
"Kalau aku bukan anak dari istri pertamanya papa, apa itu artinya aku adalah anak dari mama dan lelaki itu?"
"Raditya."
__ADS_1
BERSAMBUNG ....