CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
DARA TIDAK MANDUL!


__ADS_3

Sepertinya Mira lupa dengan ucapan teman-teman sosialitanya tentang Dara saat di restoran beberapa hari kemarin. Waktu itu, mereka mengatakan kalau Dara adalah pemilik restoran mewah tempat mereka mengadakan arisan.


Mereka bahkan mengatakan kalau Dara adalah pemilik perusahaan tempat suaminya bekerja. Mira jelas tidak percaya begitu saja. Namun, saat dirinya ingin mencari tahu kebenarannya, Mira dikejutkan oleh kedatangan Pratama yang menggandeng mesra seorang gadis muda berparas sangat cantik.


Mira sangat marah. Kemarahannya bertambah saat Mira mengetahui kalau gadis itu ternyata adalah anak dari istri pertama Pratama. Wanita yang dulu sangat dibencinya karena merupakan istri dari lelaki yang sangat dicintainya yaitu Pratama.


Mira jatuh cinta pada Pratama meskipun dirinya tahu kalau lelaki itu sudah menikah. Mira bahkan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan Pratama.


Segala cara dia lakukan demi mendapatkan Pratama, termasuk melakukan hal licik yang akhirnya membuat Pratama bertekuk lutut dan berakhir dengan melewati malam bersama setelah Mira dengan sengaja mencampurkan obat perangsang pada minuman lelaki itu.


Bukan hanya itu saja, Mira bahkan rela hamil anak orang lain dan mengakui kalau anak yang berada dalam kandungannya adalah anak dari Pratama. Mira kemudian meminta kedua orang tuanya untuk menikahkan Pratama dengannya dengan alasan anak dalam kandungannya.


Kedua orang tua Mira marah besar saat mengetahui kalau putri mereka ternyata hamil di luar nikah. Apalagi, yang menghamili putrinya adalah salah satu pegawai kesayangannya.


Kejahatan Mira tidak hanya sampai di sana saja. Demi mendapatkan Pratama seutuhnya, wanita itu mengancam Nabila, istri Pratama yang saat itu sedang hamil besar.


Nabila yang begitu mempercayai Pratama tidak percaya kalau suaminya selingkuh. Apalagi dengan perempuan model Mira yang jelas-jelas bukan tipe Pratama sama sekali.

__ADS_1


Pratama memang sudah menceritakan semuanya tentang Mira. Bahkan tentang jebakan Mira yang membuat suaminya berakhir tidur bersama Mira pun Nabila mengetahuinya karena Pratama selalu menceritakan semua apa yang terjadi pada Nabila tanpa ada yang ditutup-tutupi. Termasuk keinginan Mira dan kedua orang tuanya yang menginginkan Pratama bertanggung jawab atas kehamilan Mira.


Kepercayaan diri Nabila membuat Mira sangat membenci wanita itu, hingga akhirnya Mira pun memutuskan untuk melenyapkan Nabila agar dirinya bisa memiliki Pratama seutuhnya.


Rencana Mira ternyata berhasil. Saat itu, Mira dengan sengaja mendatangi Nabila. Perempuan itu mendorong Nabila hingga terjatuh di tangga dan mengalami pendarahan hebat.


Setelah mencelakai Nabila, Mira melarikan diri dan pergi ke luar kota untuk sementara. Setelah itu, dirinya mendengar kabar kalau Nabila meninggal dunia. Mira tidak pernah berpikir kalau bayi dalam kandungan Nabila ternyata selamat karena ia melihat sendiri bagaimana keadaan Nabila saat terjatuh saat itu.


Beberapa hari kemarin, dirinya sungguh terkejut saat mendapati kenyataan kalau anak dalam kandungan Nabila ternyata masih hidup bahkan sudah menjadi seorang gadis yang wajahnya begitu mirip dengan Nabila. Mengingat itu, amarah Mira naik seketika.


Apalagi, saat mengingat pertengkarannya dengan Pratama saat mereka bertemu di restoran saat itu. Mira begitu kesal karena selama ini Pratama merahasiakan tentang putrinya. Lelaki yang sudah menjadi suaminya puluhan tahun itu tidak pernah mengatakan kalau anak dalam kandungan Nabila ternyata selamat.


Raditya adalah hasil dari hubungannya bersama seorang laki-laki yang dulu ia bayar untuk menghamilinya agar ia bisa menikah dengan Pratama.


Raditya mengembuskan napas panjang mendengar ucapan wanita yang melahirkannya. Kepalanya pusing mendengar semua ucapan Mira.


"Maksud Mama, Dara berbohong dan mengaku-ngaku sebagai pemilik perusahaan tempatku bekerja begitu?"

__ADS_1


"Tentu saja. Mana ada perempuan bodoh seperti Dara memiliki sebuah perusahaan. Jelas-jelas dia itu–"


"Semua karyawan senior mengenalnya, Ma. Hanya aku saja yang tidak tahu kalau istriku sendiri ternyata adalah pemilik perusahaan itu. Apa Mama tahu, mereka mencibirku dengan mengatakan, kalau bukan karena Dara, posisiku pasti tidak akan sebagus itu di perusahaan." Raditya memejamkan mata kala penyesalan kembali menyesakkan rongga dadanya.


Sementara itu, Mira masih tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Raditya. Bayangan wajah polos dan penampilan Dara saat di rumah melintas di kepala Mira.


"Bukankah, kamu bilang Dara tidak pernah kemanapun tanpa seizinmu? Lalu, bagaimana caranya dia memimpin perusahaan kalau dia sendiri hanya berdiam diri di dalam rumah?" Mira masih tidak mau menerima kenyataan jika menantu yang selama ini ia anggap sebagai wanita mandul juga bodoh itu ternyata adalah wanita sukses dengan level lebih tinggi darinya.


Sungguh! Dirinya tidak bisa membayangkan kalau saat ini Dara berdiri di hadapannya.


"Mau sekaya apapun dia, tetap saja tidak ada artinya jika dia mandul!"


"Ma!" teriak Raditya. Laki-laki itu tidak terima dengan apa yang dituduhkan oleh ibunya.


"Kenapa? Ucapan mama benar bukan? Buktinya, sudah bertahun-tahun wanita itu tidak hamil bukan?" Mendengar teriakan Raditya. Mira tersulut emosi.


"Dara tidak mandul, Ma! Dia tidak kunjung hamil karena aku yang memaksanya memakai obat pencegah kehamilan!"

__ADS_1


"Apa?"


BERSAMBUNG ....


__ADS_2