CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
MERASA PENASARAN


__ADS_3

"Sejak kapan istri sah disebut pelakor dan pelakor disebut istri sah?" Dara menatap wanita di depannya dengan geram.


Perempuan itu sungguh telah mempermalukannya di depan rekan-rekan bisnisnya saat ini.


Kinara terdiam saat mendengar ucapan Dara. Ia sungguh tidak menyangka kalau perempuan yang selama ini ia anggap bodoh itu ternyata berani melawannya.


Kinara pikir, Dara adalah wanita bodoh yang hanya bisa pasrah saat seseorang menindasnya. Akan tetapi, kenyataan yang baru dilihatnya sekarang jauh berbeda dengan apa yang ada dalam pikirannya saat ini.


Kinara mengikuti Dara saat dirinya melihat perempuan itu berjalan beriringan dengan beberapa lelaki dengan penampilan mempesona. Ya! Ketiga klien Dara itu memang merupakan pengusaha-pengusaha muda yang umurnya tidak jauh dari umur Dara.


Wajah mereka juga tampan. Tidak salah jika Kinara begitu penasaran. Apalagi, saat dirinya juga melihat penampilan Dara yang sungguh sangat berbeda dari bayangannya. Bagaimana bisa seorang Dara yang kerjaannya hanya menjadi babu di rumahnya sendiri dan terbiasa memakai daster rumahan tiba-tiba berubah menjadi cantik dan modis?


Apa sebenarnya ada sesuatu yang tidak diketahui oleh Kinara tentang istri pertama dari suaminya itu?


"Ada masalah apa sebenarnya sampai-sampai kau berani mengikutiku sampai ke sini?" Dara kembali berucap saat melihat Kinara hanya terdiam. Wanita itu menahan amarah karena kedatangan Kinara telah mengacaukan pekerjaannya.


"Kenapa? Kamu tidak suka madumu ini mendatangimu?" Kinara tersenyum mengejek.


"Atau, kamu takut kalau aku akan mengadukan kelakuanmu dengan ketiga pria itu pada Mas Raditya?" Kinara menatap ketiga pria tampan yang saat ini sedang memperhatikan interaksinya dengan Dara.


"Aku tidak menyangka kalau kamu ternyata adalah perempuan murahan. Kamu bahkan melayani tiga pria sekaligus dalam ruangan tertutup ini?" Kinara tampak tertawa saat melihat raut wajah terkejut Dara. Namun, tawa itu seketika berhenti saat tiba-tiba tangan Dara melayang menampar wajahnya.


Perempuan itu terhuyung karena tidak siap dengan tamparan Dara yang cukup keras. Belum berhenti keterkejutan Kinara, Dara kembali melayangkan tamparannya.


Bukannya hanya sekali. Tetapi, empat kali tamparan. Kinara jatuh terduduk di lantai. Wajahnya yang tadi penuh dengan keangkuhan, kini memucat seketika. Bibirnya berdarah akibat tamparan Dara yang sangat kuat hingga dirinya terjatuh.

__ADS_1


Kinara menatap Dara dengan kedua mata berkaca-kaca. Merasakan perih pada kedua pipinya yang tampak memerah bekas tamparan Dara.


"Dengar, baik-baik, ******! Aku ini wanita terhormat. Aku dan dirimu jelas berbeda kelas. Aku bukan kamu yang begitu murahan tidur dengan suamiku hingga hamil. Jadi, jangan samakan aku seperti dirimu. Karena aku bukanlah perempuan murahan seperti kamu!" Dara dengan penuh amarah menunjuk-nunjuk wajah Kinara.


"Pergi dari sini! Kalau tidak, aku benar-benar akan menghajarmu habis-habisan!" teriak Dara. Perempuan itu sangat marah, sampai tidak sadar kalau ketiga klien pentingnya saat ini sedang memperhatikannya.


"Brengsek, kamu, Dara. Berani-beraninya kau memukulku!" Kinara berteriak, kemudian bangkit ingin menyerang Dara. Namun, seseorang dengan sigap menarik tubuh Kinara dan mendorongnya keluar ruangan hingga perempuan itu menjerit kesakitan karena tubuhnya terjatuh dan membentur lantai.


"Davin! Apa-apaan kamu–"


"Tenang, Sweetie. Biar aku yang mengurusnya. Sekarang, kamu selesaikan saja pekerjaanmu yang tertunda."


"Jangan sampai mereka menunggu lama. Pekerjaan kamu saat ini sangat penting bukan?"


Dara menggeleng sambil menatap Davin yang juga sedang menatapnya dengan lembut.


Davin kemudian membungkuk, meminta maaf pada tiga orang pria yang duduk tidak jauh dari tempatnya berdiri. Laki-laki itu meminta maaf atas kekacauan yang terjadi. Setelahnya, Davin pergi meninggalkan ruangan itu untuk mengurus wanita yang sudah mengacaukan pekerjaan Dara hari ini.


Davin menatap Kinara yang saat ini terlihat berantakan. Kedua pipi perempuan itu membengkak akibat tamparan Dara.


"Jika kau berani mengganggu Dara lagi, aku tidak akan segan-segan menghancurkan hidupmu!" Kedua tangan Davin mengepal. Sementara Kinara terlihat ketakutan.


"Dara dan kamu itu sangat jauh berbeda. Lelaki brengsek itu sungguh buta karena telah membuang berlian demi sampah seperti kamu!"


"Kamu ...." Kinara tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Davin yang menatapnya dengan penuh amarah.

__ADS_1


"Pergi dari sini, dan jangan coba-coba kembali mengganggu Dara lagi. Atau, kau akan tahu akibatnya!" ancam Davin membuat Kinara ketakutan.


Akan tetapi, perempuan itu masih mencoba enggan pergi dari sana. Ia sungguh sangat penasaran dengan Dara. Kenapa Dara tidak tampak seperti wanita bodoh yang selama ini dibohongi oleh suaminya?


Perempuan itu bahkan terlihat sangat cantik dan juga dikelilingi oleh pria-pria tampan.


Contohnya pria di hadapannya saat ini. Kinara masih ingat siapa pria itu.


Dia adalah pria yang dulu memergoki dirinya bercinta dengan Raditya di kamar hotel. Pria itu adalah pria pemilik hotel yang saat itu datang bersama Dara menerobos masuk ke dalam kamar.


"Kamu, apa sebenarnya hubungan kamu dengan Dara? Aku yakin, kalian berdua bukan hanya sekedar teman bukan?"


BERSAMBUNG ....


Author rekomendasiin novel keren buat kalian nih! Kuy kepoin di kolom pencarian. CINTA AKU MENYERAH karya DTYAS



Karin Amanda disebut pelakor karena kekasihnya ternyata sudah beristri. Dalam pembelaan diri bahwa dia bukan pelakor dan tidak mengetahui status mantan kekasihnya, dia bekerja sama dengan Arga Sadewa dalam sebuah perjanjian pernikahan.


Arga Sadewa ternyata pernah memiliki hubungan di masa lalu dengan istri mantan kekasih Karin.


Rumah tangga yang Karin dan Arga jalani tidak mudah, karena mereka menikah tanpa cinta dan diganggu dengan kehadiran para mantan.


Apakah Karin harus menyerah dengan perjuangan cintanya atau terus berusaha mendapatkan hati Arga ?

__ADS_1


__ADS_2