CINTA BERSELIMUT LUKA

CINTA BERSELIMUT LUKA
RAHASIA MIRA


__ADS_3

"Apa maksud Papa?" Raditya menatap Pratama dengan raut wajah terkejut.


"Mama juga merebut papa dari istri pertama papa."


"Apa?!"


"Jadi–"


"Maafkan papa Radit, papa terpaksa menceritakannya padamu. Bukannya papa mau menjelekkan mama kamu di depan kamu, papa hanya ingin kamu mengambil pelajaran dari cerita papa." Pratama menatap Raditya sambil menarik napas panjang.


Laki-laki paruh baya itu kemudian menceritakan masa lalunya bersama dengan Mira. Pratama mengatakan bagaimana dulu wanita itu menjebaknya hingga akhirnya mereka menikah.


"Mama kamu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan papa. Mama kamu bahkan nekad mencelakai istri pertama papa yang sedang hamil."


"Apa?"


"Mama kamu dengan sengaja mendorong istri papa di tangga hingga menyebabkan istri pertama papa meninggal. Beruntung, sebelum dia meninggal, dokter langsung melakukan tindakan operasi untuk menyelamatkan bayinya." Pratama meneteskan air mata. Bayangan-bayangan kebahagiaan bersama istri pertamanya kembali terlintas membuat dadanya semakin sesak.


Sementara Raditya menatap tak percaya pada sang papa. Ia masih belum percaya dengan ucapan Pratama. Raditya sungguh tidak percaya jika ibunya mampu melakukan hal sekeji itu.

__ADS_1


"Dari mana Papa tahu kalau mama yang telah mendorong istri pertama Papa hingga jatuh dari tangga. Apa Papa mempunyai buktinya? Jika iya, kenapa Papa tidak melaporkan mama ke kantor polisi?"


"Mama kamu sendiri yang mengatakannya. Papa tidak sengaja mendengar dia berbicara dengan laki-laki itu."


"Laki-laki siapa, Pa?" Raditya merasa penasaran.


"Laki-laki yang menghamili mama kamu."


"Apa?"


"Laki-laki itu adalah laki-laki yang bekerja sama dengan mama kamu agar mama kamu bisa mendapatkan papa." Pratama menutup wajahnya. Sedangkan Raditya tidak tahu harus mengatakan apa saat mengetahui kebenaran tentang sang mama.


Mira selalu mengancam Pratama akan memberikan foto-foto mesra mereka saat tidur bersama. Foto yang diambil saat Pratama tidak sadarkan diri karena Mira saat itu memberinya obat tidur tanpa sepengetahuannya.


Sebulan kemudian, Mira mengatakan kalau dirinya hamil. Wanita itu bahkan menceritakan pada kedua orang tuanya tentang kehamilannya pada kedua orang tuanya.


Papanya Mira yang merupakan bos Pratama sangat terkejut saat mengetahui kehamilan putrinya. Lelaki itu mengalami serangan jantung.


Setelah sadar, kedua orang tua Mira menyuruh Pratama untuk menikahi Mira. Awalnya Pratama menolak, tetapi, saat melihat kondisi sang majikan, Pratama akhirnya menerimanya.

__ADS_1


Apalagi, Mira mengancam akan memberitahukan Nadia tentang kehamilannya. Pratama dan Mira menikah di rumah sakit dan setelah mereka menikah, hanya selang berapa menit, ayah Mira meninggal setelah berpesan pada Pratama untuk menjaga putrinya apapun keadaannya.


Pratama yang memang sangat mencintai istri pertamanya, akhirnya tidak tahan. Dia menceritakan tentang perbuatan Mira dan pernikahannya dengan Mira.


Nadia yang sedang hamil saat itu tentu saja sangat terluka mendengar cerita suaminya. Wanita itu kemudian meminta Pratama menceraikannya setelah anak dalam kandungannya lahir. Namun, Pratama tidak setuju. Dia bersikeras untuk tetap bersama dengan Nadia.


Mira yang saat itu datang ke rumah Pratama secara diam-diam mendengar pertengkaran mereka. Wanita itu sangat kesal karena Pratama tidak mau menceraikan istri pertamanya.


Mira mengambil kesempatan saat melihat Pratama meninggalkan Nadia ke dapur untuk membuatkan istrinya sarapan. Wanita itu menyelinap masuk dan segera ke lantai atas untuk menemui Nadia.


Sampai di lantai atas. Mira menunggu Nadia keluar kamar. Namun, pikiran jahat merasukinya saat melihat wanita hamil itu berdiri di atas tangga. Dengan kejamnya, Mira kemudian mendorong tubuh Nadia hingga wanita itu pun terjatuh.


"Saat itu, papa mengira kalau mama kamu memang hamil anak papa. Tidak disangka, ternyata saat mama kamu menjebak papa, mama dan papa kamu tidak melakukan apapun karena papa tidak sadarkan diri setelah mama kamu memberikan obat tidur pada papa."


"Mama kamu dan laki-laki itu menjebak papa agar papa yang bertanggung jawab atas kehamilan mama kamu." Pratama menatap Raditya dengan air mata yang berjatuhan di pipinya.


"Sayangnya, papa mengetahui kebenaran itu saat istri pertama papa sudah meninggal."


"Ya, Tuhan ...."

__ADS_1


BERSAMBUNG ....


__ADS_2