
Mira menatap Dara yang terlihat sangat cantik. Tidak seperti Dara yang dulu saat masih menjadi menantunya. Dara yang kesehariannya hanya memakai daster rumahan. Dara yang Raditya perlakuan seperti upik abu berkedok istri.
Dara sedang tersenyum dengan empat orang pria berwajah tampan. Berbaju rapi, khas orang kantoran. Di samping Dara, terlihat wanita yang cukup cantik bahkan terlihat seksi. Wanita itu adalah Lisa, sekretaris Dara.
Hari ini, Mira sedang menghadiri ulang tahun teman sosialitanya yang dirayakan dengan acara makan-makan di restoran mewah itu. Mira adalah sosok perempuan tidak tahu diri.
Di saat sang suami pontang-panting mengurus toko dan kebutuhan yang semakin membengkak, Mira justru dengan begitu mudah menghamburkan uang. Wanita itu tidak peduli dari mana Pratama mendapatkan uang, yang jelas, saat Mira meminta uang, Pratama harus memberikannya.
Melihat Dara yang tampak begitu senang, hati Mira memanas. Wanita itu masih ingat saat kemarin Raditya dan Pratama membereskan barang-barang di rumah besar Raditya.
Mira masih tidak terima karena Dara merebut rumah itu dari Raditya. Menurut Mira, rumah itu tetaplah milik Raditya karena putranya itu yang membelinya. Persetan dengan keputusan pengadilan yang menyuruh Raditya memberikan rumah itu pada Dara.
Perempuan tua itu akhirnya mendekati Dara karena tidak tahan dengan wajah cantik Dara yang sesekali tertawa dengan beberapa pria yang saat ini sedang menikmati makan siang bersama mantan menantunya itu.
Mira merasa tidak adil. Kenapa saat mereka bercerai, Raditya yang justru semakin terpuruk dan hancur? Sedangkan Dara terlihat semakin sukses dan semakin bersinar. Kalau perempuan itu dari dulu menunjukkan siapa identitas aslinya, Mira pasti akan memperlakukan wanita itu dengan baik. Mira juga pasti akan menentang keras saat Raditya berselingkuh dengan mantan pacarnya.
Mira juga pasti akan melarang Raditya untuk menikahi Kinara. Wanita tidak tahu diri yang membawa anak hasil hubungan gelap dengan kekasihnya.
__ADS_1
"Jadi seperti ini kelakuan kamu setelah berpisah dengan putraku?" Mira bersedekap sambil menatap Dara dengan sinis.
Dara sungguh terkejut melihat kedatangan mantan mertuanya. Begitupun dengan Lisa. Sektretaris Dara itu mengerutkan kening saat melihat wanita tua tidak dikenal dan tidak mempunyai sopan santun itu tiba-tiba muncul di saat mereka sedang makan siang sambil membicarakan pekerjaan.
"Lisa–"
"Baik, Bu." Tanpa mendengar ucapan Dara berikutnya, Lisa bangkit dari duduknya kemudian menyuruh Mira pergi meninggalkan mereka.
"Mohon maaf ibu, kami sedang meeting. Bisakah ibu tidak mengganggu?" Lisa berucap dengan sopan.
"Meeting? Dengan banyak pria? Heh, kau pikir saya ini bodoh?" Mira melotot ke arah Lisa. Merasa kesal karena wanita itu mengganggunya.
Mira belum sempat berbicara saat Lisa tiba-tiba mengucapkan sesuatu yang membuatnya sangat terkejut.
"Kalau ibu nekad mengganggu bos saya yang sedang meeting dengan klien, saya tidak akan segan-segan melaporkan ibu ke polisi." Lisa menatap Mira yang tampak terkejut.
Namun, detik berikutnya, kesombongan Mira kembali muncul.
__ADS_1
"Kau pikir aku bodoh? Atas tuduhan apa kamu akan melaporkan aku ke polisi? Jangan kira aku ini sudah tua terus kamu kira aku tidak mengerti tentang hukum!" Mira berteriak kesal.
"Kalau begitu, saya akan melaporkan ibu pada penjaga keamanan di depan dan mengatakan pada mereka kalau Ibu sudah membuat kekacauan dan mengganggu pemilik restoran ini." Lisa kembali mengancam. Ia sangat kesal melihat Mira. Kenapa bos cantiknya bisa mengenal wanita tua tidak punya sopan santun seperti ini?
"Apa maksudmu? Aku bahkan tidak mengenal pemilik restoran ini. Kenapa kamu menuduhku seperti itu?" Mira tidak terima. Wanita paruh baya itu masih saja bersikeras untuk memberikan pelajaran pada Dara.
Hatinya sungguh tidak terima saat mendapati Dara ternyata baik-baik saja dan semakin bersinar. Sementara itu, Raditya justru harus kehilangan semuanya. Mira bahkan tidak tahu Raditya tinggal di mana sekarang karena lelaki itu sudah tidak punya rumah untuk tinggal.
"Ibu Dara adalah pemilik restoran ini," ucap Lisa sambil menatap ke arah Lisa yang tampak terkejut.
"Tidak mungkin. Bagaimana bisa?" Mira terlihat syok. Tidak menyangka kalau restoran mewah yang kali ini didatanginya juga ternyata milik Dara. Sama dengan restoran yang pernah ia kunjungi bersama teman-teman sosialitanya saat mereka mengadakan arisan saat itu.
"Apanya yang tidak mungkin? Ibu Dara itu sudah kaya dari lahir. Saat ini dia adalah seorang CEO dari perusahaan yang cukup terkenal. Bu Dara bukan hanya memiliki satu atau dua restoran mewah. Tetapi, puluhan!"
"A–apa?!" Kedua mata Mira membeliak kaget.
"Tidak mungkin."
__ADS_1
BERSAMBUNG ....